KH. Khotimi Bahri Ingatkan Warga NU: Jaga Ukhuwah, Dengarkan Dawuh Masyayikh

Avatar photo

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Metrosiar,Dinamika internal organisasi Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi perhatian publik. Menyikapi situasi tersebut, KH. Khotimi Bahri, selaku Dewan Pembina Barisan Ksatria Nusantara (BKN), memberikan pernyataan resmi kepada awak media yang berisi seruan persatuan serta sikap kembali tunduk pada arahan Mustasyar PBNU dan para masyayikh sepuh.

 

Dalam keterangannya, KH. Khotimi Bahri menegaskan bahwa para Mustasyar PBNU serta kiai sepuh telah lebih dahulu berkumpul dan bermusyawarah di Pondok Pesantren Ploso, kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, yang menghasilkan sebuah arahan jelas: Islah dan menjaga marwah organisasi.

 

“Untuk kawan-kawan media, saya kira semuanya sudah sangat jelas. Mustasyar PBNU, para kiai sepuh yang berkumpul di Ploso lalu dilanjutkan ke Tebuireng — itu adalah kiai-kiai besar NU. Beliau-beliau sudah menyampaikan dan menyimpulkan arahannya. Maka kami mengimbau seluruh warga Nahdliyin, mulai dari Ranting, MWC, PC, PW hingga PB, agar mendengarkan arahan para kiai sepuh yang menginginkan islah. Karena kita ini satu rumah, satu jamaah, satu jam’iyah: yaitu NU,” tegasnya.

Baca juga:  Proyek Tanggul Laut Rp1.300 Triliun, Pengamat Nilai Bisa Rusak Pulau Jawa

 

KH. Khotimi Bahri juga menyoroti pentingnya nilai dasar NU yang selama ini diajarkan para kiai, yaitu ukhuwah Nahdliyah, seraya mempertanyakan komitmen sebagian pihak yang terlibat dalam dinamika internal.

 

“Kiai-kiai sering menyampaikan tentang ukhuwah Nahdliyah. Lalu sekarang, mana ukhuwah itu? Jangan sampai karena adanya kepentingan tertentu, misalnya urusan tambang atau kekuasaan, lalu kita lupa siapa yang harus ditaati. Kami hanya mengikuti dawuh para masyayikh,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, keberadaan para kiai sepuh bukan sekadar simbol dalam struktur organisasi, namun merupakan penjaga kemurnian perjuangan NU sejak awal berdiri, serta menjadi rujukan tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis jam’iyah.

Baca juga:  Polsek Jajaran Rayon Tiga Gelar Apel KRYD dan Patroli Strong Point Ciptakan Keamanan Wilayah

 

“Kiai sepuh adalah sokoguru NU. Jika suara para kiai sepuh mulai diabaikan oleh pihak-pihak yang sedang berselisih, maka sudah saatnya PWNU dan PCNU se-Indonesia bersikap, tentu dengan tetap berpegang pada adab, doa, dan memohon petunjuk para masyayikh,” tambahnya.

 

 

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat untuk meredam ketegangan, memperkuat persatuan, serta mengembalikan kultur ta’dzim kepada ulama sebagai tradisi utama dalam Nahdlatul Ulama.

 

Di tengah dinamika situasi, KH. Khotimi Bahri mengajak seluruh kader, pengurus, dan simpatisan di semua tingkatan untuk tetap tenang, menjaga adab organisasi, serta berpegang pada prinsip NU: tasamuh, tawazun, tawassuth, dan i’tidal.

 

Dengan seruan ini, diharapkan NU kembali fokus pada tugas utama: menjaga umat, memperkuat persatuan, dan mempertahankan peran penting NU dalam menjaga NKRI dan Islam ahlussunnah wal jama’ah yang rahmatan lil ‘alamin.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Lurah Kutabaru Ai Nurmayati: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Jadi Inspirasi Menyambut HUT RI ke-81
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Mimpi Anak Ngada! Strategi RB-BDN Gaet 15 Kampus, 464 Calon Mahasiswa Siap Kuliah dengan Beasiswa Miliaran Rupiah

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:37 WIB

BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Berita Terbaru