Karena timbul Polemik, Maka Lagu Band Sukatani Ditarik Dari Peredaran

Avatar photo

Sabtu, 22 Februari 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Video dua personel band Sukatani meminta maaf ke Kapolri imbas lagu Bayar Bayar Bayar, viral di media sosial.

Personel band Sukatani minta maaf kepada Kapolri buntut lagu Bayar Bayar Bayar yang menuliskan lirik “Bayar Polisi”.

Lagu dari band Sukatani itu kemudian menjadi polemik hingga berujung ditarik dari peredarannya karena diduga mengkritik Polri.

Sebelum membuat video permintaan maaf, dua personel band Sukatani yakni Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel didatangi Direktorat Reserse Siber (Ditsiber) Polda Jawa Tengah.

Mengenai personel Polda Jawa Tengah yang mendatangi dua anggota band Sukatani itu, Polri mengklaim tidak antikritik.

“Institusi Polri yang modern itu salah satu syaratnya tidak antikritik,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat (21/2/2025), dilansir Wartakotalive.com.

Menurut Trunoyudo, Polri rutin menggelar berbagai kegiatan yang membuka ruang bagi kritik, seperti stand up comedy yang berfungsi sebagai media kritik.

Selain itu, ada kegiatan seni seperti mural dan lukisan, serta musisi jalanan yang berpartisipasi dengan karya-karya yang mengkritik Polri, turut memberikan kontribusi penting dalam proses evaluasi.

Ia menyebut, kritik terhadap Korps Bhayangkara merupakan bagian evaluasi yang konstruktif.

Baca juga:  Optimalkan Potensi Ekonomi, Gubernur Banten Dorong Zakat Jadi Modal Usaha Produktif

“Kritik kepada Polri itu menjadi evaluasi bersama yang berangkat dari suatu kecintaan dari masing-masing komunitas untuk menyampaikan ekspresinya,” papar Trunoyudo.

Respons Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberi tanggapan terkait polemik lagu band Sukatani.

Listyo Sigit menegaskan Korps Bhayangkara tidak antikritik atas segala kritikan.

“Polri tidak antikritik, kritik sebagai masukkan untuk evaluasi, dalam menerima kritik tentunya kita harus legowo dan yang penting ada perbaikan,” ujar Kapolri dalam keterangannya, Jumat.

Ia pun meminta agar semua masukan bisa dijelaskan masalahnya jika memang anggota Polri melakukan kesalahan.

Prinsipnya Polri terus berbenah untuk melakukan perbaikan, dengan memberikan punishment kepada anggota yang melanggar dan memberikan rewards kepada anggota yang baik dan berprestasi,” katanya.

“Itu merupakan upaya dan komitmen Polri terus melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kekurangan dan tentunya itu menjadi upaya yang terus kami lakukan,” imbuh Kapolri.

Lagu Sukatani Menggema saat Aksi Indonesia Gelap

Pada Jumat siang, lagu Bayar, Bayar, Bayar yang dipopulerkan grup band Sukatani, menggema dalam aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Baca juga:  9 Perwira Kodim 0510/Tigaraksa Dimutasi: Ada Strategi Baru di Balik Rotasi Besar Ini?

Lagu tersebut dinyanyikan massa aksi Indonesia Gelap yang dipandu dari atas mobil komando.

“Apa yang dirasakan Sukatani adalah bentuk represifitas aparat,” ujar orator dari atas mobil komando.

Sebelumnya, tagar #1312 diketahui menggema di media sosial.

Hal tersebut menyusul dihapuskannya lagu berjudul Bayar, Bayar, Bayar yang dinyanyikan band asal Purbalingga, Jawa Tengah, Sukatani.

Lagu tersebut mendadak dihapus dari seluruh digital streaming platform, tidak lama setelah viral.

Setelah lagu tersebut dihapus, muncul permintaan maaf kedua personel band Sukatani dalam bentuk video.

Video yang memperlihatkan kedua personel Sukatani yaitu AL dan Ovi memberikan klarifikasi terkait lirik dari lagu Bayar Bayar Bayar.

Keduanya bahkan terlihat membuka topeng sakral yang dipakai setiap mereka tampil di panggung dan wawancara tersebut.

Didatangi Personel Polda Jawa Tengah

Polda Jawa Tengah sempat melakukan pertemuan dengan band Sukatani yang dilakukan di Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (20/2/2025).

Dalam pertemuan itu, polisi melakukan interogasi terhadap dua personel band Sukatani yakni Muhammad Syifa Al Lufti atau Alectroguy dan Novi Citra alias Twister Angel.

Dikutip dari TribunJateng.com, kepolisian melakukan interogasi terkait alasan pembuatan lagu Bayar Bayar Bayar yang diduga mengkritik polisi

Sumber Berita: Tribunnews

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan
“Siaga! Debit Sungai Mata Allo Naik Drastis Dalam Hitungan Jam”
Ulang Tahun ke-57 Kapolri, Polda Banten Sampaikan Doa dan Harapan Ini
Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1
Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan
11 Ketua RT RW 011 Resmi Dilantik, Ini Harapan Besar dari Lurah!
Hattrick Berkelas! SMA Recis Bajawa Kembali Boyong Piala Unika St. Paulus Ruteng
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:31 WIB

KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

“Siaga! Debit Sungai Mata Allo Naik Drastis Dalam Hitungan Jam”

Senin, 4 Mei 2026 - 13:07 WIB

Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:22 WIB

Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan

Berita Terbaru

Bisnis & Investasi

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Warga binaan Rutan Bajawa mengikuti kegiatan sosialisasi dan pendataan perekaman KTP elektronik dengan tertib.

Politik & Pemerintahan

KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:31 WIB