Jadikan Ngetop Bikin Event, Syaifullah Janjikan Ngada Jadi Tuan Rumah Festival GAYAIN Provinsi dan Nusantara

Minggu, 28 September 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Metrosiar.Ngada- Setelah dipercayakan menjadi tuan rumah perdana pegelaran Festival Gerakan Kebudayaan Indonesia (GAYAIN) tahun 2025, Direktur Film, Musik dan Seni pada Kementerian Kebudayaaan RI, Syaifullah menjanjikan akan menjadikan Ngada sebagai tuan rumah Festival GAYAIN tingkat Provinsi dan Nasional.

Syaifullah mengatakan, Event ini merupakan salah satu cara untuk menjadikan Ngada sebagai daerah yang unik.

“Tahun ini khusus di Ngada, tahun depan tetap di Ngada tapi untuk NTT, tahun depannya lagi tetap di Ngada untuk Indonesia,” ungkapnya, Sabtu (27/9/25) di Bajawa.

Menurut dia, jika Ngada ngetop dengan event, secara otomatis banyak yang datang, sehingga ekonomi masyarakat akan bergerak naik.

Labih lanjut tutur Syaifullah, Festival ini bertujuan untuk mendorong budaya bisa naik kelas terutama pada generasi muda sehingga bisa dengan bangga mengangkat budaya kita lebih kekinian dan menjadi jati diri bangsa.

Ia menegaskan, seharusnya budaya lokal menjadi penanda yang unik dan pelestarian budaya itu bukan menjadi beban, melainkan sebagai pusat enterpreuner bagi UMKM dan pelaku ekonomi lainnya.

Baca juga:  Ungkap Tak Pernah Terpikirkan Sebelumnya, Melki Laka Lena Spontan Sebut Bupati Ngada Orang yang Pertama Mimpi Dirinya jadi Gubernur NTT

Setiap daerah memiliki budaya yang unik, seharusnya lanjut Syaifullah menjadi potensi Hak Kekayaaan Intelektual (HAKI).

Namun perlu perlahan untuk membangun literasi dan kesadaran hukum terkait dengan kekayaan intelektual agar bisa memberikan benefit secara ekonomi kepada pencipta dan juga masyarakat.

“Kita ingin dorong pelan-pelan supaya masyarakat kita sadar dan kita bisa menggunakan simbol untuk mengangkat budaya dari masing-masing daerah,” ucapnya.

Syaifullah mengaku, Ngada memiliki banyak budaya yang keren, seperti tenun, adat istiadat, keberagaman termasuk kopi Bajawa. Semua ini sebenarnya bisa diangkat agar Ngada semakin dikenal.

Syaifullah menjelaskan, dalam hubungannya dengan perfilman di Indonesia, festival budaya ini merupakan media promosi yang kita sebut sebagai film in tourism.

Dalam Undang-Undang nomor 33 tahun 2019 menyebutkan perfilman itu mempunyai banyak fungsi, yang salah satunya sebagai media promosi.

Dengan membuat Vlog dalam ajang Festival ini, sebenarnya mau menunjukkan bahwa budaya harus diperkenalkan atau dipromosikan agar diketahui oleh pihak lain.

Baca juga:  Komisi II DPR sebut Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Hingga 2025 dan 2026, Berpotensi Dievaluasi

Senada dengan Syaifullah, Bupati Ngada Raymundus Bena berharap adanya partisipasi masyarakat dalam budaya, tradisi dan berbagai macam hasil karya, agar keberagaman ini akan tumbuh dan menjadi kuat dalam satu kesatuan, sehingga akan lebih mudah untuk membumingkannya.

Bupati Ngada, Raymundus Bena. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

 

Ray Bena menegaskan, kekuatan itu dibangun dari dalam yang diawali dengan hal kecil, sehingga menjadi hal yang dahsyat ketika ditampilkan keluar.

“Saya juga berharap dan memohon bantuan dari pak Direktur bisa terus mendukung Ngada. Dalam skop Ngada kami terus berbuat dengan hal-hal yang sagat terbatas namun tidak menghilangkan makna,” ungkapnya.

Lebih lanjut tandas Ray Bena, untuk membumingkan ini ke level Provinsi maupun Nasional dibutuhkan adanya intervensi dari pusat.

Sehingga selaku Bupati Ngada, Ray Bena berharapa adanya dukungan dari Direktur Film, Musik dan Seni beserta jajaran di Kementerian Kebudaaan RI.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!
Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan
Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan
TNI Perketat Keamanan di Wilayah PT Freeport Indonesia Usai Gangguan KKB
Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?
Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Berita ini 92 kali dibaca
Setelah dipercayakan menjadi tuan rumah perdana pegelaran Festival Gerakan Kebudayaan Indonesia (GAYAIN) tahun 2025, Direktur Film, Musik dan Seni pada Kementerian Kebudayaaan RI, Syaifullah menjanjikan akan menjadikan Ngada sebagai tuan rumah Festival GAYAIN tingkat Provinsi dan Nasional.

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:31 WIB

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Minggu, 26 April 2026 - 21:09 WIB

Minggu Kasih Tigaraksa Bikin Heboh, Kehadiran Polisi Jadi Sorotan

Minggu, 26 April 2026 - 18:56 WIB

Kartini Belum Usai! Srikandi Banten Siapkan Perayaan Spektakuler Penuh Kejutan

Minggu, 26 April 2026 - 14:12 WIB

TNI Perketat Keamanan di Wilayah PT Freeport Indonesia Usai Gangguan KKB

Minggu, 26 April 2026 - 11:40 WIB

Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?

Berita Terbaru

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Peristiwa & Bencana

Tragis! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Bertambah

Selasa, 28 Apr 2026 - 07:39 WIB

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB