Geger, Fenomena Air Hujan Berbusa di Tasikmalaya, Ini Penyebabnya

Avatar photo

Sabtu, 1 Maret 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena hujan beruih dan berbusa di Tasikmalaya Jawa Barat. (Istimewa)

Fenomena hujan beruih dan berbusa di Tasikmalaya Jawa Barat. (Istimewa)

Metrosiar – Warga Cipicung, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dihebohkan dengan air hujan yang turun di rumah warga berbuih dan berbusa.

Fenomena ini terjadi usai wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Kamis, 27 Februari 2025, sore.

Dalam video amatir yang beredar, tampak air hujan berbusa putih pekat seperti tercampur deterjen menyebar di gang-gang permukiman warga, terbawa aliran air hujan.

Kejadian ini membuat warga khawatir, terutama setelah beberapa tanaman sayuran yang terkena aliran air berbusa dilaporkan layu dan mati.

Menurut informasi warga, fenomena hujan busa itu diduga karena ada limbah deterjen yang terbawa angin dari pabrik sabun. Sehingga saat hujan turun, serbuk deterjen yang terbawa angin mengeluarkan busa setelah terkena air hujan.

Baca juga:  Ziarah hingga Anjangsana: Apa Makna Perjalanan ASN Polda Banten Sambut HUT KORPRI ke-54?

Petugas kepolisian dari Polsek Cihideung, Polres Tasikmalaya Kota, turun ke lokasi untuk menelusuri sumber busa tersebut dan mengumpulkan keterangan dari warga. Salah seorang warga, Agus Suheri, mengaku terkejut dengan fenomena ini.

“Awalnya kaget, tiba-tiba banyak busa di aliran air hujan sekitar pukul 14.30–15.00 WIB. Biasanya tidak seperti ini. Busanya tidak berbau, tapi saya tidak berani menyentuhnya karena takut gatal,” kata Agus dikutip Jumat, 28 Februari 2025.

Baca juga:  Car Free Day Depok: Wajah Segar Warga Ternoda Pungli Bermodal Rompi Karang Taruna dan Dalih Kebersihan

Ia juga menyebutkan bahwa busa tersebut menyebar hingga ke wilayah RW 07, mengikuti saluran air yang ada.Ia dan warga lainnya mengaku khawatir, karena cairan tersebut dikhawatirkan menempel di makanan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Khawatir juga, takutnya kalau lama-lama bisa mencemari makanan atau berdampak buruk bagi kesehatan. Semoga segera ada tindakan dari pihak terkait,” tambahnya.

Hingga kini, warga dan kepolisian masih menyelidiki penyebab munculnya busa tersebut serta mencari tahu kemungkinan adanya pencemaran lingkungan.(*)

Sumber Berita: Pemberitaan Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Aksi Ditsamapta Polda Banten di Jembatan Merah Putih Tuai Apresiasi Warga
Kapolda Banten: Nilai Pancasila Harus Dibuktikan dengan Tindakan Nyata
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:14 WIB

Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 21:04 WIB

Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:27 WIB

Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten

Berita Terbaru