Dagang Keliling Marak di Ngada, Kadis DPMPTSP Ingatkan Pelaku UMK Wajib Miliki NIB

Avatar photo

Kamis, 25 September 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Ngada, Metrosiar- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ngada, Yohanes Ghae mengingatkan kepada para Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) agar wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Penegasan ini disampaikan Kadis, lantaran maraknya para pedagang keliling yang menjual barang dagangannya dengan menggunakan kendaraan, dan juga di pelataran rumah.

Ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/9/25), Yohanes Ghae mengingatkan kepada para pelaku usaha di Ngada teristimewa untuk para pelaku usaha mikro kecil, apapun jenisnya yang namanya usaha wajib memiliki ijin yang namanya Ijin Usaha.

Ia menjelaskan, secara undang-undang (Regulasi-red), saat ini Ijin Usaha sudah sangat dipermudah.

Regulasi yang di maksudkan adalah Peraturan Pemerintah ( PP) Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perijinan Berusaha Berbasis Resiko, serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang ( Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja, jelasnya.

“Kalau dulu orang berusaha harus ada SITU, SIUP, Tanda Daftar Perusahaan, dan sebagainya. tapi sekarang berdasarkan undang-undang terbaru untuk ijin apalagi ijin usaha untuk pelaku mikro kecil itu dia hanya memilki namanya Nomor Induk Berusaha atau Ijin Usaha,” tukasnya.

Baca juga:  Percepat Pemulihan Pascabencana, BNPB Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp8,7 Miliar Lewat Skema Jemput Bola

Untuk dapatkan Ijin Usaha itu tutur Yohanes, pelaku usaha itu cukup memiliki yang namanya KTP dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP-red).

Yohanes menambahkan, untuk mengurus NIB itu, pelaku usaha bisa mengurusnya sendiri, baik dari rumah atau bisa mendatangi Kantor untuk tugas pembantuan.

Poinnya kata dia, untuk mengurus NIB tersebut para pelaku usaha ini bisa proses sendiri melalui sistem aplikasi yang disebut OSS. “Mereka langsung urus sendiri dari tempat mereka,” ketusnya sembari mengatakan, sehingga tugas pemerintah dalam konteks pengendalian pasca ijin agak terputus disitu.

“Kalau dulu harus melalui pemerintah secara manual, dan dari situ kita bisa melakukan pengawasan bagaimana persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi,” ujar Yohanes menambahkan.

Hal inilah yang menjadi sulit bagi pihaknya untuk mengendalikan termasuk pelaku usaha jual beli sayur, ikan dan sebagainya di rumah, pinggir jalan dan bahkan juga di pasar.

Kembalikan Fungsi Pasar Bobou

Berkaitan dengan sepinya aktivitas pasar Bobou yang disebabkan oleh maraknya pedagang kelilillng ini, Yohanes yang saat ini juga menjabat sebagai Plt. Asisten Administrasi Umum pada Setda Ngada ini menjelaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah untuk mengembalikan fungsi pasar Bobou.

Baca juga:  Banjir Rendam Margasari Tigaraksa, Kapolresta Tangerang Turun Langsung—Ada Bantuan untuk Warga!

“Secara spirit pak Bupati dan pak Wakil sudah menjanjikan pada saat kampanye untuk memaksimalkan/mengoptimalkan kembali keberadaan pasar Bobou dengan fungsinya menjadi tempat transaksi jual beli untuk semua pelaku usaha dengan para konsumen untuk semuanya harus terjadi di pasar Bobou,” pungkasnya.

Yohanes menekankan pentingnya melakukan aktivitas sesuai dengan ruang yang diberikan, bahkan pihaknya berencana akan segera menertibkan ijin bagi para pelaku usaha yang menjual dagangannya secara mobile dengan kendaraan dan juga di halaman rumah.

“Jadikanlah pasar sebagai tempat untuk berjualan,” tandasnya.

Sebagai Asisten Administrasi Umum Setda Ngada, Yohanes mengajak seluruh masyarakat Ngada untuk menggunakan ruang sesuai dengan fungsinya agar Ngada, Kota Bajawa yang aman, tertib dan ramah untuk kita semua bisa kita capai.

“Mari kita gunakan ruang sesuai dengan fungsinya. Kalau jual beli itu harus di pasar dan di toko. Kalau mau parkir kendaraan harus di tempatnya,” sentil Yohanes Ghae.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026
Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi
Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Berita ini 403 kali dibaca
Penegasan ini disampaikan Kadis, lantaran maraknya para pedagang keliling yang menjual barang dagangannya dengan menggunakan kendaraan, dan juga di pelataran rumah.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:12 WIB

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB