Cerita Pilu Peserta Seleksi Akibat Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2025

Avatar photo

Senin, 10 Maret 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi CPNS. (Dok. Antara)

Foto Ilustrasi CPNS. (Dok. Antara)

 

Metrosiar – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah mengumumkan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dilakukan serentak pada 1 Oktober 2025, sedangkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dijadwalkan serentak pada 1 Maret 2026.

Menteri PANRB, Widyantini Rini, mengatakan penyesuaian jadwal ini bukanlah penundaan, melainkan upaya agar seluruh CPNS bisa diangkat secara bersamaan.

“DPR sama pemerintah sudah sepakat untuk semuanya akan diselesaikan. Oktober CPNS,” ujar Rini setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Seleksi CASN 2024: 248.970 Formasi CPNS dan 1.017.111 Formasi PPPK

Pada 2024, pemerintah telah melaksanakan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dengan total formasi 248.970 untuk CPNS dan 1.017.111 untuk PPPK.

Berdasarkan data per Januari 2025, seleksi CPNS dimulai pada Agustus 2024, sedangkan seleksi PPPK dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada September 2024 dan tahap kedua pada Januari 2025.

CPNS Mengeluhkan Penundaan Pengangkatan

Namun, sejumlah CPNS yang telah lolos seleksi mengeluhkan penundaan jadwal pengangkatan tersebut. Berikut beberapa kisah para peserta CPNS yang mengalami dampak akibat penundaan pengangkatan, yang dilansir Metrosiar.com dari Antara.

Menguras Tabungan Imbas Pengangkatan Ditunda

Baca juga:  Rutinitas Apel Pagi Senin di Kantor Kecamatan Kemiri: Semangat Baru, Semangat Kerja

Hanna, seorang peserta CPNS berusia 22 tahun, terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai customer service di sebuah perusahaan swasta nasional pada Rabu, 5 Maret 2025.

Hanna awalnya diberitahu pengangkatan CPNS akan dimulai pada Mei 2025. Namun, setelah dia resmi berhenti kerja, pengangkatan CPNS diundur.

“Jujur, tabungan enggak banyak. Jadi pilihan satu-satunya pulang kampung, sambil menunggu masa pengangkatan,” ujar Hanna.

Ia terpaksa pulang ke kampung halaman di Manado dan mengatur keuangannya dengan sisa tabungan.

Mencari Pekerjaan Sampingan sambil Menunggu Pengangkatan

Sekar Soca, peserta CPNS berusia 25 tahun, juga menghadapi situasi serupa. Setelah pengumuman kelulusan CPNS pada Januari 2025, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya di perusahaan pelat merah dan pulang ke Yogyakarta.

“Enggak mengira kalau ternyata masa pengangkatannya mundur sampai sekitar enam bulan. Sudah enggak bisa bertahan dengan tabunganku,” ungkap Soca.

Ia pun terpaksa mencari pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan hidup sambil menunggu pengangkatan.

Kehilangan Gelar Magister dan Pekerjaan

Penundaan pengangkatan CPNS juga memberikan dampak bagi kalangan mahasiswa pascasarjana. Rieka, seorang mahasiswa magister asal Sulawesi Tenggara, mengungkapkan ia memutuskan berhenti dari kuliah program magisternya setelah lolos seleksi CPNS.

Baca juga:  Komisi II DPR sebut Penundaan Pengangkatan CPNS dan PPPK Hingga 2025 dan 2026, Berpotensi Dievaluasi

“Kalau penundaan pengangkatan diinformasikan terlebih dahulu, saya pasti tetap lanjut kuliah karena waktunya masih bisa,” kata Rieka.

Namun, setelah pengumuman penundaan, ia merasa bingung mengenai langkah yang harus diambil ke depan, apakah akan menganggur hingga Oktober 2025 atau mencari kesempatan magang.

Telanjur Melepas Pekerjaan Sebelumnya

Amzad, yang diterima sebagai CPNS untuk formasi di Pemerintah Daerah Banyuasin, juga harus menghadapi kenyataan pahit akibat penundaan pengangkatan.

Sebelum menerima pengumuman kelulusan, ia sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya di Jambi dan mempersiapkan diri untuk menjadi PNS.

“Saya kecewa, karena sudah menyiapkan planning resign pada April,” kata Amzad.

Dengan penundaan pengangkatan hingga Oktober, Amzad hanya bisa membantu orang tuanya berjualan di warung dan berharap tabungannya cukup untuk bertahan hingga waktu tersebut.

Penundaan pengangkatan CPNS dan PPPK yang telah diumumkan oleh Kementerian PANRB memberikan dampak signifikan bagi banyak peserta seleksi.

Para calon PNS dan PPPK harus menghadapi berbagai kesulitan, seperti kehilangan pekerjaan sebelumnya, menguras tabungan, hingga terpaksa mencari pekerjaan sampingan.

Kebijakan pemerintah untuk mengangkat CPNS secara serentak, meski bertujuan untuk efisiensi, telah menimbulkan keluhan dan keresahan di kalangan para peserta.(*)

Editor : Konrad Wodo

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB