BNPB Turun ke Jantung Bencana Ngada, Isroil Samihardjo Bawa Bantuan dan Kobarkan Semangat Warga

Avatar photo

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB Turun ke Jantung Bencana Ngada, Isroil Samihardjo Bawa Bantuan dan Kobarkan Semangat Warga. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

BNPB Turun ke Jantung Bencana Ngada, Isroil Samihardjo Bawa Bantuan dan Kobarkan Semangat Warga. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Di tengah warga yang masih berjuang bangkit dari dampak gempa bumi, perhatian pemerintah pusat kembali hadir di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud., turun langsung menyambangi masyarakat terdampak di Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa, Senin malam (24/8/2026).

Kunjungan Isroil bukan sekadar membawa bantuan logistik. Ia hadir langsung di tengah warga untuk melihat kondisi di lapangan, mendengar keluhan masyarakat, sekaligus memberikan penguatan kepada para korban yang masih berupaya menata kembali kehidupan pascagempa.

Dalam kunjungan tersebut, Isroil menyerahkan bantuan kebutuhan dasar berupa 100 paket beras ukuran 5 kilogram, 25 dus mi instan, 25 botol minyak goreng ukuran 1 liter, serta 30 lembar selimut.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat bencana.

Namun, lebih dari bantuan yang dibawa, kehadiran langsung Anggota Unsur Pengarah BNPB di tengah masyarakat menjadi pesan kuat bahwa warga terdampak gempa tidak dibiarkan menghadapi masa sulit seorang diri.

Isroil menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga Desa Beiwali. Ia mendengarkan cerita, keluhan, serta kebutuhan masyarakat yang masih dirasakan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Bagi Isroil, mendatangi langsung lokasi terdampak menjadi langkah penting untuk melihat kondisi nyata masyarakat dan memperoleh gambaran utuh mengenai kebutuhan yang harus segera ditangani.

Di hadapan warga, ia mengajak masyarakat agar tetap tegar dan tidak kehilangan harapan. Menurutnya, pemulihan pascabencana membutuhkan kekuatan bersama, terutama semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat.

Baca juga:  Miris! Fahri Hamzah Ungkap 6 Juta Keluarga Terjebak Backlog Ganda, Tinggal di Rumah Tak Layak yang Bukan Miliknya

“Penanganan bencana bukan hanya tentang bantuan yang kita bawa, tetapi juga tentang hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian,” ujar Isroil.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh hanya berhenti pada penyaluran logistik. Kehadiran pemerintah dan seluruh unsur terkait di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan, terutama untuk memberikan rasa aman dan penguatan moral kepada warga terdampak.

Menurut Isroil, masyarakat yang mengalami bencana membutuhkan kepastian bahwa mereka tetap mendapat perhatian dan pendampingan dalam melewati masa sulit.

Karena itu, sinergi seluruh pihak harus terus diperkuat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, lembaga kemanusiaan hingga masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan agar penanganan dampak gempa dapat dilakukan secara cepat, tepat dan berkelanjutan.

Kunjungan langsung ke Desa Beiwali juga menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan penanganan gempa di Kabupaten Ngada dari dekat.

Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, berbagai kebutuhan dan persoalan yang belum sepenuhnya tertangani diharapkan dapat diketahui secara lebih nyata dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sejumlah warga terdampak hingga kini masih harus menghadapi berbagai persoalan pascabencana. Kerusakan tempat tinggal dan terganggunya aktivitas kehidupan sehari-hari menjadi kenyataan yang harus dihadapi masyarakat dalam masa pemulihan.

Dalam situasi tersebut, bantuan kebutuhan dasar menjadi penting untuk menopang kehidupan warga, terutama bagi mereka yang masih berada dalam kondisi rentan akibat dampak gempa.

Baca juga:  Dituding sebagai Mitra Judol, PDIP Resmi Laporkan Menkop Budi Arie ke Bareskrim Polri Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

Isroil pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan saling menopang. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan kekuatan besar yang dapat membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

“Tetap kuat dan jangan kehilangan harapan. Kita harus bersama-sama bangkit,” menjadi semangat yang terus ditekankan dalam pertemuannya bersama warga.

Warga Desa Beiwali menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan. Bagi masyarakat terdampak, kunjungan langsung perwakilan BNPB bukan hanya menghadirkan bantuan secara materi, tetapi juga memberikan dorongan moral di tengah perjuangan untuk kembali bangkit.

Kehadiran pemerintah di lokasi terdampak menjadi harapan baru bagi warga bahwa perjuangan mereka untuk pulih tidak dilakukan sendirian.

Desa Beiwali menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Isroil selama berada di Kabupaten Ngada. Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memastikan masyarakat terdampak terus mendapat perhatian dalam seluruh tahapan penanganan bencana.

Di tengah puing-puing kerusakan dan kehidupan warga yang belum sepenuhnya pulih, pesan yang dibawa dalam kunjungan tersebut sederhana namun kuat: Negara harus hadir, masyarakat tidak boleh ditinggalkan, dan semangat untuk bangkit harus terus dijaga.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat, bantuan yang terus disalurkan dan gotong royong yang tetap menyala, masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ngada diharapkan dapat perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

Dari Desa Beiwali, BNPB kembali menegaskan satu pesan penting bagi warga terdampak: tetap tegar, tetap bersatu, karena pemulihan akan dilalui bersama.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB

Peristiwa & Bencana

Kebakaran Hebat di Kramat, 30 Unit Damkar Dikerahkan!

Kamis, 8 Okt 2026 - 23:19 WIB