Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus untuk Penanggulangan Bencana banjir yang melanda wilayah Bekasi dan sekitarnya yang terdampak
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan bahwa Prabowo tengah memantau sejumlah wilayah yang terdampak banjir.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani kondisi tersebut, agar banjir tidak melanda ke tempat-tempat lainnya.
Bekasi Terkepung Banjir
Hujan intensitas tinggi pada Senin (3/3/2025) malam hingga Selasa dini hari menyebabkan banjir di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Diperkirakan sebanyak lebih dari 140 unit rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 300 sentimeter yang mengakibatkan arus lalulintas macet total, karena jalan-jalan raya bagaikan sungai.
“Presiden juga menyoroti beberapa wilayah JABODETABEK yang saat ini mengalami dampak banjir, dan telah melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani situasi ini secara cepat,” ungkap Hasan di Istana, Jakarta, pada Selasa malam, 4 Maret 2025.
Ia juga menambahkan bahwa Bekasi menjadi salah satu fokus perhatian Presiden, yang telah berkoordinasi dengan pihak BNPB untuk merespons bencana tersebut.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan akan ada pemberian bantuan sosial kepada korban, Hasan menyatakan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan masih dalam rencana selanjutnya.
Namun, ia menekankan bahwa upaya penanganan terhadap para korban banjir akan dilakukan seoptimal mungkin dan terarah, agar semuanya terselamatkan.
“Kami pastikan bahwa penanganan akan dilakukan dengan baik, sesuai dengan arahan Presiden kepada BNPB,” jelasnya.
Senada, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengungkapkan, Presiden Prabowo bahkan sampai sedih melihat banyaknya wilayah yang dilanda dan berdampak banjir di tahun ini, yang kedepannya menjadi pemikiran serius oleh beliau.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti buka suara soal biang kerok banjir yang terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bekasi, Jawa Barat.
Menurutnya Diana biang kerok banjir yang terjadi bukan karena masalah tanggul yang jebol.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pihak Diana, banjir terjadi karena volume intensitas hujan yang sangat tinggi dan membuat aliran sungai meluap.
“Berdasarkan pengamatan kami, itu tidak ada tanggul yang jebol, tapi volume intensitas hujan itu memang sangat tinggi sekali. Jadi ini meluap,” beber Diana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2025).
“Tadi Presiden hanya menyampaikan bahwa dia merasa sedih, masih banyak warga masyarakat yang terkena banjir,” kata Diana.
Sebelumnya, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, melaporkan dampak dari banjir yang disebabkan oleh hujan deras di Kabupaten dan Kota Bekasi.
Yang mana ia menyebutkan bahwa sebanyak 155 rumah di Bekasi telah terendam dengan ketinggian air mencapai 150 hingga 200 sentimeter bahkan ada juga yang setinggi 300 sentimeter.
Banjir tahun ini, memang sangat luarbiasa dampaknya hingga beberapa Mall dan jalan raya terdampak banjir.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sedang mengerahkan sejumlah perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak ke lokasi yang lebih aman.(*)
Sumber Berita: Tribunnews









