Presiden Prabowo Akhiri Kunjungan Resmi di Yordania, Fokus pada Kerja Sama dan Isu Kemanusiaan

Avatar photo

Selasa, 15 April 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) Talk, menekankan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri yang bebas aktif, netral, dan berorientasi pada perdamaian global. (Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Presiden Prabowo Subianto dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) Talk, menekankan komitmen Indonesia terhadap politik luar negeri yang bebas aktif, netral, dan berorientasi pada perdamaian global. (Dok. BPMI Setpres/Muchlis Jr)

 

Metrosiar – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengakhiri kunjungannya di Kerajaan Yordania Hasyimiyah pada Senin sore, 14 April 2025.

Dalam pernyataannya kepada media, Presiden mengungkapkan dirinya dan Raja Abdullah II bin Al-Hussein telah berdiskusi mengenai penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Yordania.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk mendorong peningkatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi.

Presiden Prabowo menyoroti pentingnya impor fosfat dan potash dari Yordania sebagai bahan baku pupuk yang dinilai sangat kompetitif dari segi harga.

Baca juga:  Katy Perry dan Lima Perempuan Selesaikan Misi Luar Angkasa Bersejarah Bersama Blue Origin

“Kami berbicara mengenai upaya memperluas kerja sama, khususnya di bidang pendidikan, teknologi, serta sektor ekonomi. Yordania adalah mitra penting kita, termasuk dalam pengadaan fosfat dan potash yang harganya tergolong sangat bersaing,” jelas Presiden.

Di samping agenda ekonomi, isu kemanusiaan di Gaza turut menjadi pokok bahasan utama.

Presiden Prabowo menegaskan Indonesia berkomitmen aktif dalam mendorong terciptanya gencatan senjata dan berkontribusi dalam mempercepat proses perdamaian di kawasan tersebut.

“Kami membahas situasi di Gaza, termasuk langkah-langkah konkret yang dapat diambil secara kemanusiaan. Indonesia terus menyerukan pentingnya penghentian kekerasan dan siap memberikan dukungan untuk mempercepat tercapainya perdamaian,” tegasnya.

Baca juga:  Rencana Kota Modern di Gaza Didanai Rp1.642 Triliun Tuai Kecaman

Kunjungan kenegaraan ini menjadi bagian penting dari misi diplomatik Presiden Prabowo di kawasan Timur Tengah dan Turki.

Lawatan ini diprediksi memberikan efek positif dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional, terutama terkait isu perdamaian, kemanusiaan, serta solidaritas dengan dunia Islam.

“Syukurlah kita memperoleh pembaruan informasi yang lebih jernih. Kami berharap akan segera muncul terobosan positif. Yang terpenting, kita harus mengedepankan kepentingan semua pihak, terutama rakyat Palestina,” pungkas Prabowo.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: presidenri.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Berita ini 30 kali dibaca
Presiden Prabowo Subianto mengakhiri kunjungan resminya di Yordania pada 14 April 2025. Dalam pertemuannya dengan Raja Abdullah II, dibahas penguatan kerja sama Indonesia-Yordania di bidang ekonomi, pendidikan, dan teknologi, serta komitmen bersama dalam mendukung perdamaian dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB

Hukum & Kriminal

Putusan MK Dibawa ke DPR, Pemakzulan Gibran Mulai Didorong?

Sabtu, 10 Okt 2026 - 21:52 WIB

Hukum & Kriminal

Indra Kenz Kembali ke Penjara, Kini Dipindahkan ke Lapas Tangerang

Sabtu, 10 Okt 2026 - 21:21 WIB

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB