Kuliah Pascasarjana di Amerika Jadi Pilihan Anak Muda di Tengah Resesi dan Ketidakpastian Pasar Kerja

Minggu, 13 April 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Muda Amerika Pilih Kuliah Pascasarjana di Tengah Resesi dan Ketatnya Persaingan Pasar Kerja (Ilustrasi Kuliah/Crimsons Edukasi)

Anak Muda Amerika Pilih Kuliah Pascasarjana di Tengah Resesi dan Ketatnya Persaingan Pasar Kerja (Ilustrasi Kuliah/Crimsons Edukasi)

 

Metrosiar – Di tengah bayang-bayang resesi dan memburuknya kondisi pasar kerja, semakin banyak anak muda di Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang pascasarjana.

Fenomena ini mencerminkan pola klasik yang kerap terjadi saat krisis ekonomi melanda: ketika lapangan kerja menyusut, pendidikan lanjutan menjadi solusi yang dianggap paling masuk akal.

Lembaga konsultan penerimaan mahasiswa ternama seperti Kaplan, Ivy Coach, IvyWise, Top Tier Admissions, dan Cambridge Coaching melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam minat terhadap program pascasarjana.

Walau data resmi baru akan tersedia beberapa bulan ke depan, banyak pihak di industri pendidikan memperkirakan tahun ini menjadi musim penerimaan yang sangat sibuk.

“Pengaruh nomor satu yang membuat mahasiswa mempertimbangkan kuliah pascasarjana adalah resesi atau ketidakpastian ekonomi,” kata Jayson Weingarten, konsultan senior penerimaan di Ivy Coach.

“Mahasiswa berpikir itu akan menjadi cara yang baik untuk ‘relaunch’ karier ketika pasar kerja kembali membaik.”

Pasar Kerja Stagnan, Lulusan Baru Kian Sulit Masuk Dunia Profesional

Meskipun angka ketenagakerjaan di Amerika Serikat masih tampak stabil secara umum, pasar kerja cenderung stagnan.

Perekrutan minim dan tidak banyak terjadi pemutusan hubungan kerja, namun situasi ini justru membuat para lulusan baru kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Baca juga:  Dari Netra hingga Daksa, UB Fasilitasi Difabel dalam UTBK SNBT 2025

Tingkat pengangguran untuk kelompok usia 20–24 tahun tercatat 7,5% pada bulan lalu, naik dari titik terendah di April 2023.

Banyak lulusan baru yang merasa buntu. Sarah Thornton, mahasiswa MBA daring di Louisiana State University, misalnya, telah melamar lebih dari 50 pekerjaan selama setahun tanpa hasil.

Ia bahkan mengganti jurusan dari ilmu kelautan ke akuntansi demi memperbesar peluang, namun tetap belum mendapat panggilan kerja.

“Saya bahkan tidak mendapat panggilan telepon,” ujarnya.

“Rasanya seperti mentok.”

AI dan Degree Inflation Jadi Ancaman Tambahan

Minim Lowongan Kerja, Kuliah Pascasarjana Jadi Pilihan Anak Muda AS Hadapi Pasar Kerja Suram
Anak Muda Amerika Pilih Kuliah Pascasarjana di Tengah Resesi dan Ketatnya Persaingan Pasar Kerja (Ilustrasi)

Selain resesi, kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) turut menambah kekhawatiran.

Banyak perusahaan mulai mengandalkan AI untuk efisiensi, sehingga lowongan kerja manusia semakin menyempit.

Selain itu, muncul juga tren “degree inflation”, di mana banyak posisi entry-level kini mensyaratkan gelar master.

“Memiliki gelar master kini mulai menjadi syarat untuk pekerjaan entry-level,” kata Sarah.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Shyanne Martinez, 25 tahun, mahasiswa pascasarjana di New Mexico State University.

“Kita sekarang bersaing dengan AI,” ujarnya.

“Perusahaan ingin memangkas biaya, dan AI bisa melakukan banyak hal dengan biaya lebih murah.”

Beban Biaya Kuliah Tinggi, Tapi Banyak yang Merasa Tak Punya Pilihan

Meskipun kuliah pascasarjana di Amerika membuka peluang baru, biaya yang tinggi tetap menjadi kendala besar.

Baca juga:  Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Kedatangan Tamu Teman Teman Awak Media

Program-program di sekolah hukum dan bisnis dapat membuat mahasiswa menanggung utang hingga ratusan ribu dolar.

Untuk tahun ajaran 2024–2025, bunga pinjaman pascasarjana bahkan diperkirakan mencapai 9,08%, jauh di atas bunga untuk jenjang sarjana.

“Sangat penting memiliki rencana jangka panjang yang jelas,” ujar Amit Schlesinger dari Kaplan.

“Anda tidak ingin masuk ke program ini lalu keluar dengan utang besar tanpa rencana nyata.”

Namun, banyak anak muda merasa tidak punya pilihan lain.

Claire Speredelozzi, 26 tahun, lulusan University of Massachusetts Boston, mengaku telah mencoba berbagai pekerjaan sejak 2022.

Karena hasilnya nihil, ia akhirnya memutuskan mengambil pinjaman sekitar 30.000 dolar AS untuk melanjutkan kuliah di bidang arkeologi publik di Binghamton University.

“Untuk pekerjaan entry-level, mereka menginginkan pengalaman bertahun-tahun dan keahlian yang biasanya belum dimiliki lulusan baru,” katanya.

“Memiliki gelar sarjana saja tidak cukup.”

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kemajuan teknologi yang pesat, kuliah pascasarjana di Amerika menjadi pilihan strategis bagi banyak anak muda.

Meskipun ada risiko finansial yang cukup besar, pendidikan lanjutan dianggap sebagai investasi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar kerja, terutama saat resesi.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Bloomberg

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum
Tampil Gemilang Saat Lomba Debat Tingkat SMA di Ngada, Mauren Dinobatkan Sebagai Best Speaker
Ngada Tancap Gas! Gebyar SMK 2026 Siapkan Generasi Unggul
Bukan Sekadar Lomba! Ini Pesan Tegas Romi Juji untuk Generasi Muda Ngada
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Pesan Tegas Polisi di SMPN 12 Cilegon: Stop Tawuran, Jauhi Narkoba!
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Berita ini 8 kali dibaca
Krisis ekonomi dan persaingan kerja memicu tren kuliah pascasarjana di AS, jadi pilihan anak muda hadapi tantangan karier.

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:41 WIB

Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:03 WIB

Tampil Gemilang Saat Lomba Debat Tingkat SMA di Ngada, Mauren Dinobatkan Sebagai Best Speaker

Kamis, 30 April 2026 - 10:17 WIB

Ngada Tancap Gas! Gebyar SMK 2026 Siapkan Generasi Unggul

Rabu, 29 April 2026 - 17:15 WIB

Bukan Sekadar Lomba! Ini Pesan Tegas Romi Juji untuk Generasi Muda Ngada

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Berita Terbaru

Petani merawat kebun bawang di Saruran, Enrekang, dengan latar pegunungan yang asri, mencerminkan harapan dan kesejahteraan dari hasil panen yang menjanjikan.

Bisnis & Investasi

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB

Anggota DPRD Provinsi Banten H. Taufik Arahman (tengah) menyampaikan sambutan saat kegiatan silaturahmi bersama warga RW 017 Bumi Asri Kutabumi, didampingi para tokoh dan pengurus wilayah.

Politik & Pemerintahan

Warga Kutabumi Tak Tinggal Diam, Infrastruktur Jadi Tuntutan ke DPRD!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:12 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama Danramil Pasar Kemis Mayor Sidik Afriansah dan unsur pemerintah serta kelompok tani berfoto usai kegiatan penanaman jagung serentak di Desa Sukamantri.

Tata Kelola & Konservasi

Polisi Turun Tangan Tanam Jagung 2 Hektare, Ada Apa di Sukamantri?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:57 WIB

Barisan siswa dari berbagai sekolah mengikuti upacara Hardiknas dengan penuh semangat.

Pendidikan

Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:41 WIB