Tidak Becus Urus Ekonomi Dalam Negri Ekonomi Global Disalahkan Begini Kata Purbaya

Avatar photo

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy





Jakarta, Metrosiar- Ketidakpastian global seringkali menjadi alasan regulator sebelumnya untuk menjelaskan munculnya perlambatan ekonomi nasional. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia didominasi oleh permintaan dalam negeri.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah seminar di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/1/2026).

“Kalau sebelumnya selalu kita bilang apa? Ekonomi global gelap maka ekonomi Indonesia jadi morat marit. Padahal 90% ekonomi Indonesia Indonesia dipengaruhi oleh domestic demand,” ujarnya.


Purbaya menilai narasi sebelumnya menyalahkan kondisi global merupakan bentuk mencari pembenaran atas ketidakmampuan dalam mengelola ekonomi domestik.

“Itu saya bisa simpulkan itu mencari excuse ketika kita gak becus ngurus ekonomi dalam negeri,” ujarnya.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut mencontohkan ketika Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi 2025 awalnya 3%. Kemudian berubah menjadi 3,2%.

Sementara di dalam negeri, suasana dibuat menyeramkan dengan menyampaikan ancaman terhadap perekonomian. Realisasinya Indonesia masih bisa tumbuh baik di atas 5% dengan ekspor sebagai salah satu penopang terbesar. “Jadi IMF juga kadang-kadang ngawur,” tegasnya.


Menurut Purbaya, penting bagi pemerintah dan seluruh pihak yang berkepentingan untuk menciptakan optimisme di tengah masyarakat sehingga aktivitas ekonomi di dalam negeri berjalan.

“Saya gak peduli dengan global economy. Selama saya bisa jaga domestic demand, ekonomi kita masih bisa akan tumbuh. Jadi teman-teman gak usah takut menteri yang sekarang agak pinter dikit. Tapi kalau global demand-nya bagus ya itu bagus juga buat kita,” pungkasnya.

Baca juga:  Jangan Kriminalisasi Pengungkap Mafia Tanah: Muannas Alaidid Berjuang Demi Kepentingan Publik
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru
Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat
Lurah Kutabaru Ai Nurmayati: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Jadi Inspirasi Menyambut HUT RI ke-81
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
85 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di Kutabaru Pasarkemis, Bupati Tangerang Beri Apresiasi
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:37 WIB

BAZNAS Kabupaten Tangerang Dukung Khitanan Massal dan Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Viral! Kereta Nusantara Explorer Hadir dengan Kabin Hotel, Lounge Piano, dan Balkon VIP

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:33 WIB

DP3AKKB Provinsi Banten: Gebyar Bakti Sosial RW 05 Kutabaru, Wujud Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru