Teba Komposter: Solusi Inovatif Atasi Darurat Sampah di Tangsel

Avatar photo

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Ciputat Tangsel adopsi Teba Komposter asal Bali untuk olah sampah organik secara mandiri. Solusi nyata atasi darurat sampah di TPA. Potret demonstrasi praktik Teba Komposter di Kantor Kecamatan Ciputat pada Rabu (17/12/25). (Foto: Istimewa)

Warga Ciputat Tangsel adopsi Teba Komposter asal Bali untuk olah sampah organik secara mandiri. Solusi nyata atasi darurat sampah di TPA. Potret demonstrasi praktik Teba Komposter di Kantor Kecamatan Ciputat pada Rabu (17/12/25). (Foto: Istimewa)

TANGERANG SELATAN, Metrosiar – Kondisi darurat sampah yang menyelimuti Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memicu munculnya inisiatif mandiri dari tingkat akar rumput.

Terbatasnya kapasitas operasional TPA Cipeucang mendorong warga untuk beralih ke pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan dengan mengadopsi kearifan lokal masyarakat Bali, yakni metode teba komposter.

Langkah inovatif ini mulai disosialisasikan secara intensif kepada warga di wilayah Kecamatan Ciputat.

Melalui demonstrasi yang melibatkan para Lurah dan perwakilan RW, program ini diproyeksikan menjadi kunci untuk memangkas volume sampah rumah tangga secara signifikan di sumbernya, sehingga beban TPA dapat berkurang.

Efektivitas Pengolahan di Tingkat RW

Ketua RW 08 Kelurahan Ciputat, Iwan Rosyadi (58), menyambut positif kehadiran teba komposter.

Baginya, sistem ini menawarkan solusi praktis agar sampah organik tidak lagi menumpuk dan mencemari lingkungan pemukiman.

“Program ini sangat efektif. Kalau berjalan, kita tidak lagi bergantung pada TPA. Sampah organik yang biasanya menimbulkan bau bisa langsung diolah di wilayah,” ujarnya.

Baca juga:  Bhayangkari Banten Gerak Serentak: Eco Enzyme Jadi Senjata Baru Selamatkan Lingkungan?

Iwan mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan implementasi sistem ini sejak dua bulan lalu, yang diintegrasikan dengan program bank sampah untuk limbah anorganik.

Ia meyakini kesuksesan program ini bergantung pada komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Kalau mau sebenarnya bisa. Tinggal kemauan dan keberanian mencoba. Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?” tegas Iwan.

Teknis dan Keunggulan Teba Komposter

Penampakan salah satu Teba Komposter di wilayah Tabanan, Bali. (Istimewa)

Dalam demonstrasi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Ciputat pada Rabu (17/12/25), penggiat lingkungan Tangerang Selatan, Anjar Deliawan, memaparkan keunggulan metode ini.

Teba komposter dirancang untuk menangani sampah organik yang secara volume merupakan penyumbang terbesar masalah lingkungan.

“Konsentrasi kami adalah membantu pemerintah dengan solusi konkret. Sampah organik jumlahnya paling besar dan jika tidak dikelola akan menimbulkan bau serta gangguan lingkungan,” jelas Anjar.

Secara fisik, teba komposter merupakan lubang resapan sedalam 2,5 meter. Desainnya fleksibel; bisa berbentuk kotak berukuran 1×1 meter atau lingkaran dengan diameter 80 sentimeter.

Baca juga:  Fotonya Viral Main Domino Bareng Aziz Wellang, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding Klarifikasi

Kapasitasnya cukup masif, mampu menampung hingga 2,5 ton sampah dengan efisiensi penyusutan yang tinggi.

“Dari 1 ton sampah, hasil akhirnya tinggal sekitar 300 kilogram,” tambah Anjar.

Mengubah Sampah Menjadi Pupuk (Tamsiruga)

Proses dekomposisi alami ini memakan waktu sekitar enam hingga delapan bulan. Sisa penguraian tersebut nantinya akan menjadi humus yang kaya nutrisi.

Di Ciputat, hasil kompos ini telah dimanfaatkan untuk mendukung program tanaman konsumsi rumah tangga (tamsiruga), seperti budidaya cabai, tomat, dan sayuran lainnya.

Inisiatif ini hadir di tengah sorotan publik terhadap tumpukan sampah di berbagai sudut jalan protokol Tangsel dalam sepekan terakhir.

Penumpukan tersebut dipicu oleh proses penataan di TPA Cipeucang yang sempat menghambat distribusi sampah kota.

Dengan adanya teba komposter, warga berharap krisis serupa tidak terulang dan pengelolaan sampah menjadi lebih berdikari.*

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Beritasatu.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”
Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa
Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi
Anis Matta Yakin Gelora Tembus Senayan 2029, Ini Strateginya
Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!
Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Bulan Muharram Bulannya Allah Ini Amalan dan Keutamannya
Berita ini 33 kali dibaca
Atasi darurat sampah di Tangsel, warga Ciputat terapkan metode Teba Komposter untuk olah limbah organik secara mandiri hingga 70% dan kurangi beban TPA Cipeucang.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:51 WIB

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Juni 2026 - 11:21 WIB

Pesan Menyentuh Kapolres Cilegon di Hari Donor Darah Sedunia, Ajak Warga Selamatkan Nyawa

Senin, 15 Juni 2026 - 10:15 WIB

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:21 WIB

Posyandu Pasar Kemis Dibidik Jadi yang Terbaik di Banten, Tim Kabupaten Turun Langsung!

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:18 WIB

Gelar Perkara Tuntas, Polda Banten Hentikan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

Berita Terbaru

Emas mulai naik di awal pekan, Investor mulai semangat lagi mengamankan emas sebagai Safe Haven sebelum harga emas semakin naik tinggi.

Bisnis & Investasi

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Senin, 15 Jun 2026 - 12:37 WIB

Politik & Pemerintahan

Anis Matta: “Partai Politik Kalau Hanya Ikut Arus, Kita Bukan Pemimpin!”

Senin, 15 Jun 2026 - 11:51 WIB

Jajaran pengurus pusat dan daerah Laskar Merah Putih berfoto bersama usai pelaksanaan Rapimnas 2026 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Nusantara

Rapimnas LMP 2026 Bongkar Arah Baru Organisasi

Senin, 15 Jun 2026 - 10:15 WIB

Suasana penyampaian keterangan kepada awak media usai rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pengesahan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Hukum & Kriminal

137 Wilayah Jakarta Rawan Narkoba, DPRD Sahkan Perda Baru!

Senin, 15 Jun 2026 - 07:14 WIB