Pembangunan SPAL Uditch Kp. Pangodokan Kaler Pasar Kemis, Diduga Tidak Sesuai Spek

Avatar photo

Senin, 10 Maret 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metode pemasangan U-ditch terkesan asal jadi, tidak menggunakan amparan lantai dasar terlebih dahulu, tidak menggunakan mortar sebagai penyambung antar U-ditch, serta galian badan saluran yang tidak presisi (Metrosiar)

Metode pemasangan U-ditch terkesan asal jadi, tidak menggunakan amparan lantai dasar terlebih dahulu, tidak menggunakan mortar sebagai penyambung antar U-ditch, serta galian badan saluran yang tidak presisi (Metrosiar)

 

Metrosiar – Proyek pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang berlokasi di Kp. Pangodokan Kaler RT. 03 RW. 06 Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, tampak asal-asalan alias tidak mementingkan kualitas.

Pembangunan saluran air yang menggunakan material beton precast berbentuk huruf U tersebut disinyalir berkualitas rendah dan diduga tidak Standar Nasional Indonesia (SNI).

Hal tersebut tampak dari material U-ditch yang digunakan di lokasi, ada yang cacat fisik dan bahkan ada material bekas yang dipasang kembali pada saluran.

Selain itu, metode pemasangan U-ditch terkesan asal jadi, tidak menggunakan amparan lantai dasar terlebih dahulu, tidak menggunakan mortar sebagai penyambung antar U-ditch, serta galian badan saluran yang tidak presisi.

Baca juga:  Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci

Tidak hanya itu, penyedia jasa konstruksi (Kontraktor) pada proyek tersebut diduga tidak mengikuti Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan dinilai lalai dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Sebab, pekerja yang menukangi pemasangan material tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dengan baik.

Padahal, pemasangan material dilakukan dengan cara manual, yang mana hal tersebut sangat beresiko bagi Tukang.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pemasangan material tampak tidak rapi dan bergelombang.

Baca juga:  Keuskupan Agung Merauke Sebut Film 'Pesta Babi' Hanya Berdasarkan Keinginan Penyandang Dana

“Pemasangan U-ditch sangat bergelombang, celah antar sambungan U-ditch renggang,” ucap warga yang enggan disebut namanya.

Ia mengatakan, metode pemasangan seperti ini dikhawatirkan akan berdampak pada fungsi saluran itu sendiri,

“Contohnya, jika nanti aliran air membawa sampah, maka sampah tersebut akan masuk ke celah tersebut, sehingga semakin lama akan menumpuk yang mengakibatkan tersumbatnya aliran air,” lanjutnya.

Kemudian, di lokasi tidak dipasang papan informasi proyek sebagi Keterbukaan Informasi Publik untuk masyarakat.

Metrosiar.com berusaha menghubungi pihak kontraktor terkait proyek tersebut, namun sampai berita ini turun, belum ada respons balasan. (*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis
Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik
Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas
Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!
3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 12:07 WIB

545 Calon Jemaah Haji Jalani Tes Kebugaran dan Pemeriksaan Gratis

Kamis, 24 September 2026 - 20:45 WIB

Kemenko Pangan Salurkan Rp1,2 Miliar, Korban Gempa Ngada Dapat Bantuan Tunai hingga Logistik

Kamis, 24 September 2026 - 13:45 WIB

Naas! Minibus EB 1539 DI Terjun ke Jurang 50 Meter di Golewa Selatan, 2 Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 14:15 WIB

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif

Berita Terbaru

Bisnis & Investasi

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:05 WIB