Korban Longsor Tambang Galian C di Cirebon Bertambah, Total Tewas Capai 19 Orang

Avatar photo

Senin, 2 Juni 2025 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB kembali menemukan dua jenazah baru yang berhasil dievakuasi di tambang batu Gunung Kuda Cirebon. (facebook/Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

BNPB kembali menemukan dua jenazah baru yang berhasil dievakuasi di tambang batu Gunung Kuda Cirebon. (facebook/Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

Metrosiar – Jumlah korban meninggal dalam bencana longsor tambang galian C di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, kembali bertambah.

Hingga Minggu (1/6/25), dua jenazah baru berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. “Jumlah korban meninggal dunia yang tercatat hingga pukul 17.00 WIB hari ini menjadi 19,” tulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan resminya, Minggu (1/6/25).

Kedua jenazah yang ditemukan termasuk dalam delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Mereka diketahui sebagai:

Baca juga:  Priguna Anugerah Tak Bisa Lolos dengan Restorative Justice, Ini Alasannya

Nalo Sanjaya (53), warga Kelurahan Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon

Wahyu Galih (26), warga Kelurahan Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon

Dengan penemuan ini, total korban jiwa tercatat 19 orang, sementara enam warga lainnya masih dalam pencarian.

Longsor juga menyebabkan kerugian materiil, termasuk tertimbunnya empat alat berat ekskavator dan tujuh unit truk di lokasi kejadian.

Proses pencarian masih berlangsung, melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta warga setempat.

Baca juga:  Akses Terputus Akibat Longsor, Camat Kemiri Turun Tangan hingga Warga Gotong Royong Sampai Malam

BNPB mengingatkan masyarakat dan tim penyelamat untuk tetap waspada. Mengingat potensi bencana susulan, keselamatan menjadi prioritas utama.

BNPB juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng tebing dan aliran sungai agar terus memantau kondisi tanah serta debit air. Bila terjadi hujan deras selama dua jam berturut-turut atau lebih, evakuasi mandiri segera disarankan guna mencegah risiko yang lebih besar.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat
Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap
170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian
Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!
Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan
Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan
Terungkap! Dua Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Kembali Dibekuk Polda Banten
Aksi Ditsamapta Polda Banten di Jembatan Merah Putih Tuai Apresiasi Warga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:03 WIB

Cara Polisi Puloampel Jaga Kamtibmas Ini Bikin Warga Makin Dekat

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:14 WIB

Terbongkar! WN Rusia Bawa 7,8 Kg Hashish ke Bali, Akhirnya Tertangkap

Senin, 8 Juni 2026 - 22:12 WIB

170 Paket Sembako Dibagikan, Aksi Sosial Polda Banten di Karian Curi Perhatian

Senin, 8 Juni 2026 - 21:04 WIB

Ribuan Tenaga Bersatu di Jalur Ekstrem, Ini Pesan Kapolda Banten!

Senin, 8 Juni 2026 - 20:32 WIB

Jembatan Vital di Ciomas Disulap, Aksi Ditsamapta Polda Banten Jadi Sorotan

Berita Terbaru