Metrosiar.Ngada- Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji mengingatkan kepada 180 wisudawan/ti STKIP Citra Bakti Ngada angkatan XV untuk menjadi pembawa harapan bagi anak-anak di desa, generasi muda Ngada, dan masa depan pendidikan di NTT dan Indonesia.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Ngada, saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Mahasiswa/I STKIP Citra Bakti Ngada Angkatan XV, di aula kampus itu, Jumat (31/10/25).
“Sebagai lulusan STKIP Citra Bakti Ngada, anda adalah garda terdepan pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia pada umumnya,” tukas pria yang akrab disapa Romi Juji ini.
Dunia pendidikan lanjut dia, membutuhkan generasi muda yang berpikir kreatif, bekerja kolaboratif, dan bertindak solutif. Oleh karena itu jadilah pembawa harapan bagi anak-anak di desa, bagi generasi muda Ngada, dan bagi masa depan pendidikan di NTT dan Indonesia.
Politisi partai Golkar ini mengatakan, pendidikan di era kontemporer hari ini tidak lagi dipahami sebagai sekadar proses transfer pengetahuan. Pendidikan kata dia, adalah proses pembentukan karakter, daya pikir kritis, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman yang sangat cepat.

Romi menjelaskan, hari ini, dunia bergerak dalam gelombang besar yang disebut Revolusi Industri 4.0 bahkan menuju 5.0, dimana teknologi, inovasi, dan kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks ini, filosofi pendidikan kontemporer mengajarkan bahwa manusia bukan hanya “menguasai ilmu” tetapi juga menghidupi nilai dan moralitas dalam setiap tindakan, tandasnya.
Ia menambahkan, filosofi pendidikan modern berbicara tentang “pembebasan manusia” sebagaimana diungkapkan Paulo Freire bahwa pendidikan harus memerdekan, bukan menindas. “Saya percaya STKIP Citra Bakti telah menunjukkan arah itu.” ujarnya.
Menurut Sekretaris DPD Golkar Ngada ini, STKIP Citra Bakti Ngada telah telah menjadi lembaga yang menumbuhkan guru-guru yang berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual, yang mampu mengaitkan teori dengan realitas kehidupan masyarakat Ngada dan NTT pada umumnya.
Romi Juji mengungkapkan, momentum wisuda hari ini menjadi simbol bahwa proses belajar sesungguhnya belum berakhir. Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju tanggung jawab yang lebih besar yakni mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat, DPRD Kabupaten Ngada lanjut dia, berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan dunia pendidikan, termasuk penguatan lembaga pendidikan tinggi seperti STKIP Citra Bakti Ngada.
“Kami memahami bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia adalah fondasi utama pembangunan daerah,” ketus dia.
Karena itu, DPRD Ngada akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk, memperkuat kebijakan dan anggaran pendidikan; peningkatan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.
Selanjutnya, kemitraan dengan lembaga pendidikan tinggi seperti STKIP Citra Bakti untuk pengembangan kapasitas guru, riset pendidikan lokal, dan inovasi pembelajaran; dukungan terhadap program literasi dan digitalisasi pendidikan, agar anak-anak Ngada mampu bersaing di tingkat nasional dan global tanpa kehilangan jati diri lokalnya
“Kami percaya bahwa pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, tetapi tanggung jawab moral seluruh masyarakat dan pemimpin daerah. Maka, DPRD akan selalu membuka ruang dialog dan kolaborasi,” pungkas ketua DPRD Ngada dari Dapil Ngada III ini.
Kepada pimpinan dan seluruh Civitas Akademika STKIP Citra Bakti Ngada, Romi Juji menyampaikan apresiasi dan harapan agar lembaga ini terus berkembang menjadi kampus unggulan berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepada para Wisudawan dia juga berpesan, jadilah guru yang senantiasa menjadi “pelita dalam kegelapan” penerang jalan bagi generasi muda. Guru bukan hanya soal profesi, tetapi panggilan jiwa untuk melayani. Guru adalah arsitek peradaban, yang dalam kesunyian kelas, menanam benih masa depan bangsa.
Pendidikan sejati tutur Romi, bukan sekedar untuk mendapatkan nilai atau ijasah, tetapi untuk membekali diri menghadapi kehidupan nyata. Selamat datang di kehidupan sesungguhnya, dimana teori akan diuji oleh kenyataan.
“Semoga keberhasilan hari ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang penuh pengabdian, kerja keras dan prestasi. Mari kita bersama-sama membangun Ngada yang cerdas, berdaya saing, dan sejahtera,” pinta Romi Juji.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









