BRIN Ingatkan Potensi Besar Gempa dan Tsunami di Selatan Jawa

Avatar photo

Minggu, 6 April 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Indonesia berada di Cincin Api Pasifik alias Ring of Fire. (Dok. Istimewa)

Ilustrasi Indonesia berada di Cincin Api Pasifik alias Ring of Fire. (Dok. Istimewa)

 

Metrosiar – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengingatkan masyarakat akan ancaman serius gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas Megathrust, terutama di kawasan selatan Pulau Jawa yang terhubung dengan Selat Sunda.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa posisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia—Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik—menjadikannya wilayah rawan gempa.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia memiliki 13 segmen Megathrust aktif, yang seluruhnya berpotensi menimbulkan gempa dahsyat.

Salah satu segmen paling rawan berada di sepanjang pantai selatan Jawa. Jika segmen ini tiba-tiba melepaskan energi, gempa berkekuatan hingga magnitudo 8,7 bisa terjadi, yang berpotensi memicu tsunami setinggi 20 meter di kawasan pesisir.

Baca juga:  REFLEKSI AKHIR TAHUN: FGD INDONESIA DARURAT EKOLOGI DAN DOA KEBANGSAAN

Nuraini menjelaskan bahwa pecahnya segmen tersebut dapat mengakibatkan pergeseran besar massa air laut, memunculkan gelombang tsunami yang menjalar ke berbagai wilayah.

Berdasarkan simulasi, gelombang dari selatan Jawa diperkirakan mencapai Selat Sunda dan dapat tiba di pesisir utara Jakarta dalam waktu sekitar 2,5 jam, dengan ketinggian antara 1 hingga 1,8 meter, terutama di wilayah Jakarta Utara.

Wilayah seperti Lebak, Banten, berpotensi terdampak hanya 18 menit setelah gempa, sementara pesisir Lampung juga diperkirakan akan terkena dampaknya.

Tinggi tsunami di berbagai lokasi bervariasi, bergantung pada kondisi geografis dan jaraknya dari pusat gempa. Studi BRIN bersama sejumlah institusi mencatat ketinggian gelombang di Selat Sunda bisa mencapai 3 hingga 15 meter, dan bahkan hingga 20 meter di pesisir selatan Jawa.

Baca juga:  Jalur STPI Curug Dipenuhi Sampah, Satgas Koramil dan Warga Turun Bersih-Bersih

Tekanan tektonik di zona subduksi selatan Jawa terus meningkat, dan jika energi yang tersimpan dilepaskan sekaligus, dampaknya akan meluas ke berbagai wilayah pesisir, termasuk Jakarta.

Sebagai langkah mitigasi, BRIN mendorong penguatan struktur bangunan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Mengingat struktur tanah yang lunak di ibu kota dapat memperparah efek guncangan, retrofitting bangunan menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko.

BRIN juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana Megathrust, yang bisa menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan, infrastruktur, dan perekonomian.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 34 kali dibaca
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengingatkan masyarakat akan ancaman serius gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas Megathrust, terutama di kawasan selatan Pulau Jawa yang terhubung dengan Selat Sunda.

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru