Potensi Dana Umat Tembus 500 Triliun Per Tahun, Ini yang Akan dilakukan Pemerintahan Prabowo, Simak Penjelasan Menag Nasaruddin Umar

Avatar photo

Minggu, 17 Agustus 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas Jalan Sehat Kerukunan di Kantor Kementerian Agama, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Kemenag.go.id)

Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas Jalan Sehat Kerukunan di Kantor Kementerian Agama, Sabtu (16/8/2025). (Foto: Kemenag.go.id)

Metrosiar – Pemerintah berencana membangun gedung ikonik setinggi 40 lantai di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris, yang terletak di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Dilansir Metrosiar dari Kompas.com, rencana ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menghadiri peluncuran Gerakan Wakaf Pendidikan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (16/8/25).

Awalnya, Nasaruddin menjelaskan kepada Presiden Prabowo Subianto potensi pengelolaan dana umat di Indonesia bisa mencapai Rp500 triliun jika dikelola secara profesional dan akuntabel.

“Wah, luar biasa itu, Pak Nasaruddin,” kata Nasaruddin, menirukan ucapan Prabowo.

Prabowo kemudian menanyakan mengapa potensi besar tersebut belum terealisasi hingga kini.

Nasaruddin menjelaskan sejumlah penyebab, mulai dari lemahnya organisasi pemerintah, rendahnya literasi umat terkait wakaf, tata kelola yang lemah, hingga kepastian hukum tanah wakaf yang belum tuntas.

Baca juga:  Tak Ada Ruang di Udara, BNN-Citilink Perkuat Barisan Lawan Narkotika

“Nah, kalau ini semua kita berdayakan, Bapak Presiden, kita mengumpulkan dana umat itu Rp 500 triliun per tahun,” ujar Nasaruddin.

Prabowo lantas menanyakan kantor bagi pengelola dana umat seperti Baznas.

Menurut Nasaruddin, lembaga seperti Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), hingga lembaga lainnya masih tersebar di berbagai lokasi.

Ia mencontohkan Malaysia yang memiliki satu gedung pusat untuk mengelola dana umat.

“Bagaimana kalau kita cari satu tempat yang strategis untuk mengumpulkan dana umat yang sebanyak itu,” kata Nasaruddin, menirukan Prabowo.

Prabowo mengusulkan agar gedung tersebut dibangun di lokasi yang strategis dan ikonik, hingga kemudian diputuskan lahan bekas Kedubes Inggris yang berada di sisi timur Bundaran HI, tepat di utara Hotel Mandarin Oriental.

Baca juga:  Pembukaan Seleksi Calon Dekan dan Direktur Sekolah kampus Universitas Indonesia

Awalnya, Prabowo menyebut konsep gedung 27 lantai dengan alasan angka itu bertepatan dengan 27 Ramadan. Namun, Nasaruddin menilai jumlah tersebut kurang memadai.

“Enggak ada, Bapak. Nanti juga ada lembaga produk halal juga enggak ada tempatnya, kemudian BPKH juga nyewa. Kalau kita bikin 40 gimana, Pak? Angka berkah itu, Arbain,” kata Nasaruddin.

“Oh ya, 40,” jawab Prabowo seperti ditirukan Nasaruddin.

Nasaruddin kemudian menugaskan Sekretaris Jenderal Kemenag untuk membuat rancangan gedung 40 lantai tersebut.

“Jadi, sebentar lagi kita akan menyaksikan (pembangunan gedung) lembaga pemberdayaan dana umat. Di situ akan berkantor semua lembaga-lembaga keuangan seperti yang tadi saya sampaikan, Baznas, BWI, JPH, kemudian yang berkaitan dengan pundi-pundi umat,” ujarnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026
Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi
Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan
“Siaga! Debit Sungai Mata Allo Naik Drastis Dalam Hitungan Jam”
Ulang Tahun ke-57 Kapolri, Polda Banten Sampaikan Doa dan Harapan Ini
Pesta Gol! Makmur Jaya Jr Tampil Menggila di Belajen Cup 1
Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan
Berita ini 15 kali dibaca
Pemerintah berencana membangun gedung 40 lantai di lahan bekas Kedubes Inggris Bundaran HI. Gedung ini akan menjadi pusat lembaga pengelola dana umat seperti Baznas, BWI, BPKH, BPJPH, hingga MUI dengan konsep ikonik dan strategis di jantung Jakarta.

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:31 WIB

KTP-el Masuk Penjara! Dukcapil Ngada–Nagekeo Sapu Bersih Warga Binaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

“Siaga! Debit Sungai Mata Allo Naik Drastis Dalam Hitungan Jam”

Berita Terbaru

Suasana rapat koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Kabupaten Enrekang terkait evaluasi dan konsolidasi percepatan pencairan Dana Desa Tahun 2026 di Cafe Mr. Coffeid.

Politik & Pemerintahan

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Personel gabungan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait bersiaga saat proses pembongkaran bangunan liar di kawasan Jalan Raya Puri Jaya, Pasar Kemis.

Politik & Pemerintahan

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB

Bisnis & Investasi

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB