Masyarakat Apresiasi Pembangunan Drainase Pasar Kemiri, Wilayah Kini Terhindar dari Banjir

Avatar photo

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Di tengah polemik yang berkembang terkait proyek pembangunan drainase di wilayah Pasar Kemiri, Kecamatan Kemiri, suara masyarakat justru menunjukkan apresiasi terhadap hasil pembangunan yang telah dilakukan. Warga dan para pedagang pasar menilai bahwa keberadaan drainase baru tersebut telah membawa perubahan signifikan, khususnya dalam mengatasi banjir yang selama ini kerap melumpuhkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

 

H. Sule, selaku pelaksana di lapangan, menjadi sorotan bukan karena kegagalan, melainkan keberhasilannya menyelesaikan persoalan banjir yang telah bertahun-tahun menghantui masyarakat Pasar Kemiri. Bahkan, beberapa tokoh masyarakat dan pedagang menyampaikan rasa terima kasih atas kerja nyata yang telah dilakukan.

 

“Kami dulu hampir tiap musim hujan selalu waswas, karena air sering naik ke jalan bahkan masuk ke lapak. Tapi sekarang alhamdulillah, sejak drainase dibangun, air langsung mengalir dan tidak menggenang lagi,” ujar salah satu pedagang sayur di Pasar Kemiri.

 

Pernyataan yang beredar sebelumnya, yang menyoroti pelaksanaan proyek tanpa papan informasi dan dugaan teknis, menurut warga setempat tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi lapangan. Mereka menilai kritik tersebut terkesan digeneralisir tanpa melihat manfaat langsung yang sudah dirasakan masyarakat.

Baca juga:  FORJUMIS Bangkit! Kopdar Perdana Usai Lebaran Ini Jadi Titik Balik

 

“Yang ngomong asal-asalan itu mungkin nggak pernah dagang di sini. Kami yang tiap hari ngalamin, justru bersyukur. Kalau pun ada kekurangan, tinggal disampaikan baik-baik. Jangan sampai upaya baik malah dipelintir,” tegas tokoh pemuda setempat.

 

Menanggapi tudingan soal pernyataannya, H. Sule menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud meremehkan kritik publik. Baginya, masukan dari masyarakat merupakan hal penting dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan. Namun ia juga menekankan perlunya apresiasi terhadap hasil kerja yang sudah memberikan dampak nyata.

 

“Saya bukan orang yang anti kritik. Tapi alangkah baiknya kalau kita melihat dari dua sisi: proses dan hasil. Ini kerja gotong royong, dan saya juga bagian dari masyarakat Kemiri,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8/2025).

 

Sejumlah warga bahkan menyayangkan narasi yang dibangun sebagian pihak yang terkesan lebih menekankan sisi kontroversi ketimbang keberhasilan menyelesaikan problem lingkungan di jantung perekonomian Kecamatan Kemiri.

Baca juga:  Guru Diajak Mengajar Sepenuh Hati, Pesan Ini Menggema di Hardiknas Tabalong

 

Pihak Kecamatan Kemiri melalui staf teknis juga melakukan bahwa pengawasan tetap berjalan, dan setiap temuan akan dilaporkan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Proyek ini, menurut informasi awal, masuk dalam penanganan rutin drainase kawasan padat aktivitas ekonomi yang memang telah diprioritaskan.

 

“Drainase Pasar Kemiri adalah salah satu titik rawan genangan yang selama ini masuk dalam catatan kami. Maka proyek ini justru disambut baik karena berdampak langsung ke masyarakat,” ujar mantan ketua MCCK kecamatan kemiri.

 

Dengan adanya pembangunan drainase ini, masyarakat berharap Pemkab Tangerang terus melanjutkan program infrastruktur yang responsif terhadap kebutuhan riil warga, bukan hanya mengejar proyek tanpa arah.

 

Polemik ini menjadi pelajaran penting bahwa narasi di ruang publik harus seimbang dan proporsional. Ketika sebuah proyek memberikan manfaat nyata, maka pengakuan terhadap kebaikan itu pun patut disuarakan, tanpa menutup ruang kritik yang membangun.

Sumber Berita: Team MCCK

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Tapal Batas Ngada-Manggarai Timur Segera Dipatok, Pilar 1-4 Ditargetkan Terpasang Oktober
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB

Hukum & Kriminal

Putusan MK Dibawa ke DPR, Pemakzulan Gibran Mulai Didorong?

Sabtu, 10 Okt 2026 - 21:52 WIB

Hukum & Kriminal

Indra Kenz Kembali ke Penjara, Kini Dipindahkan ke Lapas Tangerang

Sabtu, 10 Okt 2026 - 21:21 WIB

Sosial Kemasyarakatan

Perpres Ojol Resmi Terbit, Hak Pengemudi Kini Diatur

Jumat, 9 Okt 2026 - 01:34 WIB