Potensi Cuan besar Ramalan Lo Kheng Hong

Avatar photo

Rabu, 11 Juni 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Investor Pasar Modal Lo Kheng Hong memberikan paparan saat Kick Off 4 Dekade Bisnis Indonesia - Bisnis Indonesia Forum.
Investor Pasar Modal Lo Kheng Hong memberikan paparan saat Kick Off 4 Dekade Bisnis Indonesia – Bisnis Indonesia Forum

Investor kawakan Lo Kheng Hong memiliki asa spesial terhadap beberapa sektor saham, kendati berbagai macam tantangan yang membayangi market keuangan dalam negeri. Dia menilai masih ada potensi cuan dari sejumlah saham di lantai bursa. Pak Lo, sapaan akrabnya, mengatakan optimistis terhadap dua sektor utama seperti perbankan dan komoditas. Dia pun tengah mengamati saham-saham di sektor tersebut untuk mendulang cuan yang lebih besar tahun ini. “Saya tetap optimis dengan dua sektor, yaitu perbankan dan komoditas. Komoditas seperti batubara, pulp and paper, dan kelapa sawit,” katanya saat ditemui dalam acara 4 Dekade Bisnis Indonesia, Selasa (10/6/2025).

Walaupun demikian, pada awal tahun ini pergerakan harga saham di Indonesia tertekan oleh perkembangan Tarif Trump serta aksi jual besar-besaran dari investor asing.

Belakangan ini, sektor saham energi juga mulai tertekan karena harga batu bara melemah sepanjang tahun berjalan 2025. Juga di saham di sektor konsumer juga mendapat tantangan dari penurunan daya beli masyarakat.

Baca juga:  Proyek Senilai Miliaran Dolar: Indonesia Segera Miliki 34 Pembangkit Listrik Berbahan Baku Sampah

Lo Kheng Hong melanjutkan bahwa sektor energi sebenarnya masih cukup kuat ditopang oleh kondisi perdagangan internasional. Walaupun tentunya, ada bayang-bayang tekanan dari perkembangan perang dagang AS-China.  ”Saya rasa, kita tidak banyak ekspor komoditas ke AS. Biasanya ekspor komoditas kita banyak ke China, ke India,” tambahnya.
Di sektor perbankan, Lo Kheng Hong mengatakan penurunan harga saham perbankan belakangan ini bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi saham bank berfundamental kuat dengan harga murah. Justru, waktu seperti ini yang ditunggu-tunggu oleh investor kawakan untuk mengambil saham bank. ”Ketika mereka jual, obral, saya menunggu karena selama ini saya melihat saham perbankan yang besar itu, setiap dia turun, dia biasanya naik kembali lagi lebih tinggi dari sebelumnya,” katanya. Teranyar, Lo Kheng Hong diam-diam masih getol memborong saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) pada periode berjalan 2025. Lo Kheng Hong terpantau masih kepincut dengan saham BDMN.  Berdasarkan data Bank Danamon Indonesia yang dikutip Kamis (5/6/2025), Lo Kheng Hong memegang 21,89 juta lembar saham BDMN atau setara dengan 0,22% per akhir Mei 2025. Jumlah saham BDMN yang dipegang oleh Lo Kheng Hong meningkat dibandingkan dengan akhir April 2025. Kala itu, pria yang mendapat julukan Warren Buffett Indonesia tersebut masih memegang 21,21 juta lembar. Per akhir Mei 2025, Lo Kheng Hong menempati posisi kelima daftar pemegang saham terbesar Bank Danamon Indonesia. Rapor itu menempatkannya sebagai investor individu terbesar saham BDMN. Dengan kepemilikan saham BDMN, Lo Kheng Hong juga telah menikmati pendapatan dividen 2025. Perkiraan jatah yang didapatkan sekitar Rp2,31 miliar.

Penulis : IDR

Sumber Berita: Bisnis indonesia Forum

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Shock! Harga Tomat di Pasar Agro Sumillan Tembus Rp900 Ribu per Peti, Cabai Ikut Menggila!
Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani
Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:39 WIB

Warga Shock! Harga Tomat di Pasar Agro Sumillan Tembus Rp900 Ribu per Peti, Cabai Ikut Menggila!

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Senin, 27 April 2026 - 23:31 WIB

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Buntu Sugi, Jalan Poros Makassar–Toraja, masih berlangsung dan mulai menjadi perhatian warga.

Politik & Pemerintahan

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:34 WIB

Suasana rapat koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Kabupaten Enrekang terkait evaluasi dan konsolidasi percepatan pencairan Dana Desa Tahun 2026 di Cafe Mr. Coffeid.

Politik & Pemerintahan

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Personel gabungan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait bersiaga saat proses pembongkaran bangunan liar di kawasan Jalan Raya Puri Jaya, Pasar Kemis.

Politik & Pemerintahan

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB