Perbedaan Pendekatan Dedi Mulyadi dan Pramono Anung dalam Mengatasi Kenakalan Remaja

Avatar photo

Kamis, 22 Mei 2025 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri). (Instagram.com / @dedimulyadi71 - @pramonoanungw)

Metrosiar – Kenakalan remaja, terutama tawuran pelajar, menjadi masalah serius di Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta.

Dua pemimpin daerah, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memiliki pendekatan berbeda dalam menangani persoalan ini. Bagaimana strategi mereka? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Panca Waluya: Pendekatan Disiplin Dedi Mulyadi

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi meluncurkan program Panca Waluya, sebuah konsep pendidikan karakter untuk membentuk kepribadian siswa yang lebih baik.

Salah satu poin menarik dari program ini adalah pembinaan khusus bagi siswa bermasalah, seperti pelaku tawuran, kecanduan game online, dan balapan liar.

Mereka dikirim ke barak militer TNI untuk menjalani pendidikan karakter.

Terbaru, 273 siswa telah dipulangkan setelah menjalani pelatihan selama 18 hari di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung (20/5/25).

Baca juga:  Fahri Hamzah: Nasionalisme Harus Hadir dalam Tindakan, Bukan Sekadar Slogan

Dalam pidatonya, Dedi menanggapi kritik terhadap program ini.

“Membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan urusan administrasi kewilayahan. Banyak orang meragukan, akhirnya waktu yang menjawab,” ujarnya di Gedung Sate, Bandung (20/5/25).

Program ini dinilai sebagai pendekatan disiplin ketat dengan melibatkan institusi militer untuk membentuk mental tangguh pada remaja.

Manggarai Bersholawat: Pendekatan Budaya dan Agama Pramono Anung

Sementara itu, Pemerintah DKI Jakarta di bawah Pramono Anung mengambil jalan berbeda dengan program “Manggarai Bersholawat”.

Ini adalah pendekatan berbasis budaya dan keagamaan untuk mengurangi tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Pramono memastikan program ini segera dilaksanakan.

“Dalam waktu dekat, (Manggarai Bersholawat) dalam minggu ini,” tegasnya di Balai Kota Jakarta (20/5/25).

Berbeda dengan Dedi yang menggunakan pendekatan militer, Pramono lebih mengedepankan dialog langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan budaya.

Baca juga:  Dana PIP 2025 Mulai Dicairkan untuk Siswa Kelas Akhir, Simak Cara Cek Penerima

Perbandingan Pendekatan Dedi vs Pramono

  • Aspek Dedi Mulyadi (Jabar) Pramono Anung (DKI Jakarta)
  • Metode Pendidikan karakter di barak militer Kegiatan keagamaan & budaya
  • Fokus Disiplin & mental tangguh Harmoni sosial & spiritual
  • Target Siswa bermasalah Masyarakat umum & remaja.

Respons Publik Pro-kontra karena keras Diapresiasi karena partisipatif

Baik Dedi Mulyadi maupun Pramono Anung memiliki cara unik dalam mengatasi kenakalan remaja.

Jika Dedi memilih pendekatan disiplin militer, Pramono lebih mengutamakan pendekatan budaya dan agama.

Manakah yang lebih efektif? Waktu yang akan membuktikan.

Yang jelas, kedua program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan generasi muda yang lebih baik.

Apa pendapat Anda? Bagaimana seharusnya kenakalan remaja diatasi? Berikan komentar di bawah!(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bikin salut! Santri cilik ini tampil percaya diri di depan penguji
Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan
Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026
Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran
Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum
Tampil Gemilang Saat Lomba Debat Tingkat SMA di Ngada, Mauren Dinobatkan Sebagai Best Speaker
Ngada Tancap Gas! Gebyar SMK 2026 Siapkan Generasi Unggul
Bukan Sekadar Lomba! Ini Pesan Tegas Romi Juji untuk Generasi Muda Ngada
Berita ini 21 kali dibaca
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Pramono Anung hadapi kenakalan remaja dengan pendekatan berbeda. Dedi pakai program Panca Waluya dengan pelatihan militer, sementara Pramono luncurkan Manggarai Bersholawat berbasis agama. Simak perbandingan lengkap strategi mereka dalam menangani tawuran pelajar dan pembentukan karakter generasi muda. Artikel ini mengupas efektivitas kedua pendekatan beserta respons masyarakat.

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Bikin salut! Santri cilik ini tampil percaya diri di depan penguji

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:22 WIB

Tiga Kali Juara, Sekali Makna: RECIS Treble Winner, Baldus Daga Sebut Semua Karena Tuhan

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:37 WIB

Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:41 WIB

Hardiknas 2026 di Bajawa Utara, Antusiasme Peserta Bikin Kagum

Berita Terbaru

Proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Buntu Sugi, Jalan Poros Makassar–Toraja, masih berlangsung dan mulai menjadi perhatian warga.

Politik & Pemerintahan

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:34 WIB

Suasana rapat koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Kabupaten Enrekang terkait evaluasi dan konsolidasi percepatan pencairan Dana Desa Tahun 2026 di Cafe Mr. Coffeid.

Politik & Pemerintahan

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Personel gabungan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait bersiaga saat proses pembongkaran bangunan liar di kawasan Jalan Raya Puri Jaya, Pasar Kemis.

Politik & Pemerintahan

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB