Orang tua Murid di Lebak Gotong Meja dan Kursi ke Sekolah, Viral di Medsos

Avatar photo

Selasa, 29 April 2025 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tindakan Arta Grace Monica gotong meja kursi ke sekolah viral. Ia bertanggung jawab meski anaknya mengaku fasilitas sudah rusak. (Istimewa)

Tindakan Arta Grace Monica gotong meja kursi ke sekolah viral. Ia bertanggung jawab meski anaknya mengaku fasilitas sudah rusak. (Istimewa)

Metrosiar – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang ibu di Kabupaten Lebak, Banten, menggotong meja dan kursi sendirian ke sekolah.

Perempuan tersebut adalah Arta Grace Monica (35), orangtua murid di SD 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 28 April 2025.

Dalam rekaman video, Arta tampak berjalan seorang diri sejauh 200 meter dari rumah menuju sekolah sambil mengangkut satu set meja dan kursi untuk mengganti fasilitas kelas yang rusak.

Tanggung Jawab Arta Meski Mengaku Tak Merusak

Menurut Arta, tindakan itu ia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab setelah kepala sekolah menegur para orang tua murid di grup WhatsApp.

Arta menyebut anaknya dituduh merusak meja dan kursi di kelas, sehingga diminta untuk mengganti.

“Karena disuruh mengganti oleh kepala sekolah di grup kelas, saya bersedia tanggung jawab,” kata Arta usai mengantarkan meja dan kursi ke sekolah.

Meja dan Kursi Dibeli Sendiri secara Online

Arta menyebut meja dan kursi yang rusak merupakan tempat duduk anaknya.

Meski anaknya mengaku kondisi meja dan kursi itu memang sudah rusak sejak awal, Arta tetap memilih untuk mengganti.

Baca juga:  Kasus DBD Merebak di Kemiri, Aktivis Gerakan Kawan Minta Pemerintah Segera Lakukan Fogging

“Saya tanya ke anak saya, kata anak saya itu memang sudah rusak sebelumnya, tapi saya bersedia ganti dan sampaikan di grup itu, kepala sekolah bilang alhamdulillah kalau mau ganti,” ujarnya.

Harga Meja Setara Sebungkus Beras

Setelah memutuskan untuk mengganti, Arta membeli satu set meja dan kursi baru secara daring dengan harga sekitar empat ratus ribu rupiah.

Ia membawanya langsung ke sekolah dengan berjalan kaki seorang diri.

“Harganya cukup untuk membeli sekarung beras,” ucapnya lirih.

Pesan di Meja, Bentuk Protes Halus

Dalam aksinya, Arta juga menuliskan pesan menggunakan spidol hitam di atas meja yang ia bawa.

Tulisan tersebut berbunyi: “Meja ini dapat dibeli oleh orang tua karena disuruh mengganti.”

Ia mengaku sedih namun juga lega karena telah memenuhi kewajibannya sebagai orang tua.

Tindakan Arta ini menuai banyak simpati dari masyarakat dan menjadi bahan diskusi hangat di media sosial, terutama soal perlakuan sekolah terhadap orang tua dan pentingnya komunikasi yang bijak.

Dinas Pendidikan Turun Tangan, Bupati Ganti Uang Meja

Menanggapi viralnya kasus tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, menyatakan insiden ini terjadi karena adanya kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua.

Baca juga:  Pemerintah Kecamatan Kemiri Gelar Rapat FKDM 2025, Perkuat Sinergi Deteksi Dini Gangguan Keamanan

“Salah paham, karena kepala sekolah hanya mengimbau saja awalnya,” kata Hadi saat pada, Senin (28/4/25).

Mediasi Berakhir Damai, Anak Dijamin Aman

Dinas Pendidikan telah memediasi kedua belah pihak dan menyelesaikan kesalahpahaman.

Bahkan, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya turut hadir dalam mediasi dan memutuskan untuk mengganti uang pembelian meja dan kursi kepada Arta.

Selain itu, meja dan kursi yang sudah dibawa Arta juga telah dikembalikan kepadanya.

Hadi memastikan kejadian serupa tidak akan terulang, dan imbauan kepada orang tua ke depannya akan dilakukan secara resmi melalui surat.

Tidak Akan Ada Diskriminasi pada Anak

Hadi menegaskan pihak sekolah akan diberikan arahan agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan orang tua murid.

Ia juga memastikan tidak akan ada tindakan diskriminatif terhadap anak Arta setelah kejadian ini.

“Berikutnya harus bersurat resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi seperti ini,” kata Hadi.

Ia menambahkan, perlindungan terhadap anak tetap menjadi prioritas sekolah.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 43 kali dibaca
Dinas Pendidikan telah memediasi kedua belah pihak dan menyelesaikan kesalahpahaman. Bahkan, Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya turut hadir dalam mediasi dan memutuskan untuk mengganti uang pembelian meja dan kursi kepada Arta. Selain itu, meja dan kursi yang sudah dibawa Arta juga telah dikembalikan kepadanya. Hadi memastikan kejadian serupa tidak akan terulang, dan imbauan kepada orangtua ke depannya akan dilakukan secara resmi melalui surat.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB