Dugaan Kejanggalan Proyek Paving Block di Desa Ranca Labuh Jadi Sorotan

Avatar photo

Senin, 28 April 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek yang didanai oleh Dana Desa (DDS) dengan nilai anggaran mencapai Rp 90.938.500 ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). (Dok. Jay Ketua Forum Silaturahmi Lembaga dan Media Kecamatan Kemiri)

Proyek yang didanai oleh Dana Desa (DDS) dengan nilai anggaran mencapai Rp 90.938.500 ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB). (Dok. Jay Ketua Forum Silaturahmi Lembaga dan Media Kecamatan Kemiri)

Metrosiar – Pembangunan infrastruktur jalan berupa pemasangan paving block di Kampung Gabusan RT 14/03, Desa Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan pegiat anti-korupsi.

Proyek yang didanai oleh Dana Desa (DDS) dengan nilai anggaran mencapai Rp 90.938.500 ini diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Minimnya pengawasan dari pihak pemerintah desa maupun dinas terkait juga menjadi perhatian serius.
Informasi besar anggaran proyek (Dok. Istimewa)

Kecurigaan ini bermula dari laporan warga setempat yang mengamati kualitas pekerjaan yang dinilai kurang memadai.

Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap hasil pemasangan paving block yang terlihat tidak rapi, bahkan di beberapa titik ditemukan adanya ketidakrataan dan potensi kerusakan dalam waktu dekat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai profesionalisme pelaksana proyek dan efektivitas penggunaan anggaran yang cukup signifikan tersebut.

Minimnya pengawasan dari pihak pemerintah desa maupun dinas terkait juga menjadi perhatian serius. Masyarakat merasa tidak ada keterbukaan informasi yang memadai mengenai detail proyek, termasuk spesifikasi material yang digunakan dan mekanisme pengawasannya.

Baca juga:  Berbagi Takjil Dibulan Suci Ramadhan, Sinergi Team Metrosiar dan Team Yayasan Gerakan Amal Shaleh

Situasi ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik yang tidak transparan dan akuntabel dalam pengelolaan Dana Desa untuk proyek infrastruktur ini.

Jay, Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Swastika Advokasi Nusantara Kabupaten Tangerang, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan proyek paving block tersebut.

Berdasarkan observasi di lapangan, LBH Swastika menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dengan perkiraan anggaran yang telah dialokasikan.

“Kami menemukan beberapa kejanggalan yang perlu diusut tuntas. Kualitas pemasangan paving block jauh dari harapan, dan kami menduga ada ketidaksesuaian dengan RAB yang telah ditetapkan.

Anggaran sebesar hampir jutaan rupiah seharusnya menghasilkan kualitas pekerjaan yang jauh lebih baik dari apa yang kami lihat di lapangan,” ujar Jay dengan nada tegas.

Lebih lanjut, Jay mendesak pihak berwenang, termasuk Inspektorat Kabupaten Tangerang, untuk segera melakukan audit investigasi secara menyeluruh terhadap proyek ini.

Baca juga:  Tetap Tenang Tapi Tidak Lengah! FJK Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Menurutnya, audit ini penting untuk memastikan apakah ada penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa dan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai ke mana anggaran tersebut dialokasikan dan bagaimana pelaksanaannya.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa adalah kunci untuk mencegah terjadinya praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

Kami berharap pihak berwenang dapat bertindak cepat dan tegas untuk menindaklanjuti temuan dugaan kejanggalan ini,” imbuh Jay.

Sorotan terhadap proyek paving block di Desa Ranca Labuh ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah desa lainnya untuk lebih berhati-hati dan transparan dalam mengelola anggaran pembangunan.

Masyarakat pun diharapkan untuk lebih aktif dalam mengawasi setiap proyek pembangunan di wilayahnya demi terwujudnya pembangunan yang berkualitas dan akuntabel.

Tim

Penulis : Jay Bastian

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Jay Ketua Forum Silaturahmi Lembaga dan Media Kecamatan Kemiri/Red.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
Jaga Kondusivitas Wilayah, Polresta Tangerang Bentuk Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh hingga Ojol
Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:53 WIB

HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB