PLN Kejar Pembangkit EBT Base Load, Antisipasi Batas Operasi PLTU 2050

Selasa, 22 April 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PLTU Gunung Guntur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. PLN)

Ilustrasi PLTU Gunung Guntur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. PLN)

Metrosiar – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Langkah ini diambil dalam rangka menyambut kebijakan pembatasan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang maksimal hanya boleh beroperasi hingga tahun 2050.

Menurut PLN, fokus pengembangan diarahkan pada pembangkit listrik beban dasar (base load) guna menjaga kestabilan pasokan listrik nasional di tengah transisi energi.

PLTN dan PLTP Jadi Pilihan Utama

EVP Aneka Energi Terbarukan PLN, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa pihaknya telah memilih jenis pembangkit base load yang akan dikembangkan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

“Untuk pembangkit base load, salah satu yang akan dipilih adalah PLTN, selain PLTP atau Geothermal,” ungkap Zainal, Senin (21/04) dikutip dari Kontan.co.id.

Aturan Baru ESDM Tekan PLTU Baru

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2025.

Baca juga:  PLTSa akan Dilelang akhir Tahun, PLN Siapkan Proyek di Berbagai Kota

Regulasi ini berisi peta jalan transisi energi sektor ketenagalistrikan dan secara eksplisit melarang pengembangan PLTU baru seperti tertulis dalam pasal 6 ayat (1).

Namun, PLTU yang telah ada masih diperbolehkan beroperasi, dengan syarat tertentu, di antaranya harus terintegrasi dengan industri strategis, berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 35% dalam 10 tahun, serta tidak boleh beroperasi melewati tahun 2050.

Siapkan Early Retirement PLTU

Menanggapi batas waktu operasional tersebut, PLN telah menyiapkan program pensiun dini (early retirement) untuk PLTU yang ada. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah PLTU Cirebon.

“Dilakukan program early retirement seperti yang saat ini dipersiapkan untuk PLTU Cirebon,” katanya.

Teknologi Ramah Lingkungan Jadi Solusi

Selain menghentikan operasional PLTU secara bertahap, PLN juga akan melakukan retrofitting pada pembangkit fosil.

Langkah ini termasuk penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS) untuk menangkap dan menyimpan emisi CO2, serta penggunaan bahan bakar alternatif seperti green ammonia (NH3).

Baca juga:  Eddy Soeparno: Peta Jalan EBT Nasional Bakal Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja

Zainal menyebut saat ini PLN masih berada pada tahap studi kelayakan untuk CCS, bekerja sama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional.

“Kami bekerjasama dengan ITB, LEMIGAS, World Bank dan sebaganya. Nantinya CCS itu CO2 dari PLTU kita tangkap dan disimpan, jadi tidak untuk dijual,” ungkapnya.

Payung Hukum Turunan Perpres 112/2022

Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2025 ini merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 yang diteken Presiden Joko Widodo, berisi percepatan pengembangan EBT untuk penyediaan tenaga listrik nasional.

Meski demikian, keputusan akhir mengenai percepatan penghentian operasional PLTU tetap berada di tangan Menteri ESDM, setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan dan Menteri BUMN sebagaimana diatur dalam pasal 19 regulasi tersebut.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: kontan.co.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS
Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo
IPMA Gelar Buka Bersama Pengelola Gedung se-Jabodetabek, Soroti Efisiensi Energi hingga Inovasi Teknologi Gedung
Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir
Bukan Lagi Beban, ATKARBONIST: Emisi Karbon Kini Jadi Aset Strategis Perusahaan!
Lupakan Greenwashing! Atkarbonist-Sucofindo Tegaskan Data Kredibel Adalah ‘Mata Uang’ Baru di Pasar Karbon
Ubah Beban Jadi Aset Melalui Strategi Monetisasi Emisi Karbon di Seminar Nasional ATKARBONIST
PLN menargetkan pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti PLTN dan PLTP, sebagai langkah antisipatif terhadap kebijakan penghentian operasional PLTU pada 2050. Langkah ini selaras dengan Permen ESDM No 10 Tahun 2025 yang menekankan transisi energi bersih dan pembatasan PLTU baru.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Kamis, 9 April 2026 - 18:50 WIB

Optimalkan Layanan Jasa Perbankan, Pemkab Ngada dan Bank NTT Teken PKS

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:07 WIB

Viral Pungli Pulau Cangkir Disetop! Ini Langkah Tegas Aparat Kronjo

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:58 WIB

IPMA Gelar Buka Bersama Pengelola Gedung se-Jabodetabek, Soroti Efisiensi Energi hingga Inovasi Teknologi Gedung

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:25 WIB

Harga Emas semakin Menguat dalam 1 bulan terakhir

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB