Metrosiar – Ribuan sopir yang tergabung dalam Ikatan Ketua Pramuwisata Bersatu (IKPB) mendatangi pangkalan penampung tamu milik PT Indogate di Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Aksi ini dipicu oleh kebijakan tarif rendah yang diterapkan oleh salah satu anak perusahaan PT Indogate, yang dinilai merugikan para driver.
Agus, perwakilan dari pangkalan IKPB, mengatakan bahwa kebijakan tersebut menyebabkan pendapatan ribuan sopir di kawasan Puncak dan Cipanas menurun drastis hingga mengancam mata pencaharian mereka.
Ia menekankan para driver merasa sangat dirugikan oleh keputusan ini dan mendesak agar pangkalan penampung tamu milik New Guide Family (NGF), anak perusahaan PT Indogate, segera ditutup.
Menurut Agus, sebelumnya telah ada kesepakatan tarif antara pihak IKPB dan PT Indogate, namun perjanjian tersebut dilanggar dan informasi tarif yang lebih murah justru disebarluaskan melalui media sosial.
Sementara itu, Sado (40), ketua komunitas Warung Kaleng Rencar (Warkal), menyebut keluhan terus berdatangan dari para anggota terkait tarif murah yang ditawarkan oleh perusahaan travel asal Timur Tengah tersebut.
Ia mengungkapkan selama dua tahun terakhir, dampak kebijakan tersebut telah menurunkan pendapatan hingga 85 persen karena minimnya kedatangan tamu.(*)
Editor : Wodo Ndaya Coya
Sumber Berita: metrobogor.com









