Ingat THR Bukan Budaya Klarifikasi Wamenag, Ini Penjelasannya.

Sabtu, 29 Maret 2025 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Tunjangan Hari Raya (THR) kini menjadi polemik dikala Organisasi Masyarakat (Ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meminta bahkan ada kecenderungan memaksa dan berakhir dengan kericuhan bahkan tindakan kriminal.

Memang hanya ada di Indonesia dan sudah berlangsung sejak lama yang namanya THR bahkan dapat dikatakan sudah menjadi budaya yang positif dikala yang memberi dan menerima sama-sama ikhlas bahkan sebaliknya menjadi negatif dikala ada unsur pemaksaan.

Namun, meminta THR dengan cara memaksa, apalagi mengatasnamakan suatu kelompok, adalah suatu hal yang tidak patut dibenarkan, kata Wamenag.

Baca juga:  Walau Pernah Berseteru, Razman Nasution Siap Bantu Nikita Mirzani Dalam Kasusnya

“Sebagai contoh, setiap lebaran, saya siapkan uang khusus untuk diberikan kepada cucu, anak-anak sekitar rumah, dan tetangga yang membutuhkan.

Ini juga dilakukan sekaligus mendidik anak untuk peduli dan mau berbagi,” ujarnya.

Selanjutnya ia menjelaskan memberi adalah hal positif. Puasa juga melatih umat Islam untuk peduli sehingga lahir pribadi-pribadi yang dermawan.

“Kedermawanan penting agar harta tidak hanya bergulir di kalangan orang-orang kaya saja. Ada pemerataan,” kata dia.

Baca juga:  Beda Agama dan Suku, Bocah 8 Tahun di Indragiri Hulu Riau Tewas Dianiaya 5 Orang Kakak Kelas, Ini Kronologinya

Tentang adanya pihak yang meminta, apalagi dengan cara memaksa, Wamenag Romo Syafii tegas menolak. Aksi semacam itu menurutnya tidak baik.

“Meminta apalagi dengan memaksa, itu jelas bukan budaya kita.

Agama tidak mengajarkan hal itu. Karenanya, tidak seharusnya dilakukan. Kita tolak itu,” ujar Wamenag lagi

“Agama mengajarkan untuk memberi, bukan meminta. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah,” kata dia menambahkan.

Sumber Berita: Liputan 6

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026
Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran
Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!
Warga Kutabumi Tak Tinggal Diam, Infrastruktur Jadi Tuntutan ke DPRD!
Polisi Turun Tangan Tanam Jagung 2 Hektare, Ada Apa di Sukamantri?
Tak Hanya Mudik Lancar, Polda Banten Juga Gagalkan Sabu Jumbo!
Kawal Ojol ke Monas, Aksi Polisi Ini Bikin Perjalanan May Day Tanpa Drama
May Day Aman Terkendali, Kapolresta Tangerang Turun Hingga Dini Hari
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:37 WIB

Bukan Atlet Biasa! 5 Anak dari Satu Keluarga Borong Medali di Tangsel Open 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kawal Ketat PIP, Fridus Muga Kumpulkan Kepsek: Data Harus Valid, Bantuan Tak Boleh Salah Sasaran

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:50 WIB

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:57 WIB

Polisi Turun Tangan Tanam Jagung 2 Hektare, Ada Apa di Sukamantri?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:53 WIB

Tak Hanya Mudik Lancar, Polda Banten Juga Gagalkan Sabu Jumbo!

Berita Terbaru

Fahri Hamzah menyampaikan pandangannya terkait pengelolaan ekonomi nasional dalam kajian bertema “Negara dan Hari Buruh”.

Keuangan & Perpajakan

Fahri Hamzah Bongkar Cara Prabowo Kelola Ekonomi, Publik Ternyata Salah Paham!

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:50 WIB

Petani merawat kebun bawang di Saruran, Enrekang, dengan latar pegunungan yang asri, mencerminkan harapan dan kesejahteraan dari hasil panen yang menjanjikan.

Bisnis & Investasi

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB