Gubernur Dedi Mulyadi Tegur Keras Mantan Pegawai Hibisc Fantasy yang Tuntut Kompensasi

Jumat, 28 Maret 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dok. Kompas.com)

Potret Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dok. Kompas.com)

Metrosiar – Puluhan mantan karyawan Hibisc Fantasy yang terletak di Puncak, Bogor, Jawa Barat, mendatangi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Kamis (27/3/2025) untuk menuntut janji kompensasi yang pernah dijanjikan melalui sebuah video.

Tetapi, kedatangan mereka justru disambut dengan teguran keras oleh Dedi.

Septian (30), salah seorang perwakilan mantan pegawai, mengungkapkan kekecewaannya karena kompensasi yang dijanjikan kini disertai dengan syarat baru yang tidak pernah disebutkan sebelumnya.

“Kami datang untuk menagih janji itu, tetapi sekarang ada syarat untuk ikut menanam pohon. Jika dari awal ada pernyataan seperti itu, kami bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Dedi, yang baru saja meninjau lokasi bekas Hibisc Fantasy yang kini telah dibongkar, menegaskan bahwa kompensasi tidak bisa diberikan begitu saja tanpa adanya tanggung jawab moral dari para mantan pegawai.

Baca juga:  Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2025

“Saya ingin Anda mendengar dulu, ini bukan soal videonya. Saya membantu Anda yang sedang menganggur, tetapi saya ingin Anda menunjukkan tanggung jawab moral,” kata Dedi dengan nada tinggi, tampak marah.

Ia mengingatkan bahwa mantan pegawai harus berpartisipasi dalam rehabilitasi lingkungan di lokasi tersebut dengan menanam pohon sebagai bagian dari kompensasi.

Bagi para mantan pegawai, permintaan tersebut terasa mengejutkan dan tidak adil karena tidak pernah disebutkan sebelumnya. Mereka merasa hak mereka kini disertai syarat tambahan yang tak sesuai.

Dedi kemudian menjelaskan pada Kamis malam, bahwa sikap tegasnya didorong oleh kurangnya empati dari para mantan pegawai Hibisc yang ia anggap bersikap elitis dalam menuntut hak mereka.

Baca juga:  INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (ILPPD) KABUPATEN NGADA TAHUN 2024

“Saya tidak suka orang yang tidak punya empati dan bersikap seolah-olah mereka dari kelas elite. Mereka yang berpendidikan rendah pun tetap bekerja, sementara yang lainnya hanya menunggu kompensasi tanpa rasa peduli,” ujar Dedi.

Meski kecewa, Dedi tetap berkomitmen untuk memberikan kompensasi, dan meminta nomor rekening para mantan pegawai tersebut.

Mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak hanya soal uang, tetapi juga tentang rasa kepedulian terhadap sesama.

“Walaupun saya marah, saya tetap minta nomor rekening. Saya ingin mereka punya empati terhadap rekannya yang menanam pohon,” pungkasnya.(*)

Editor : Konrad Kun

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB