Ancaman Kepunahan: Bagaimana Perburuan, Perubahan Habitat, dan Iklim Mengancam Satwa Liar

Avatar photo

Senin, 17 Maret 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Gorila (Dok. Freepik)

Foto: Ilustrasi Gorila (Dok. Freepik)

Metrosiar – Satwa liar di seluruh dunia menghadapi ancaman serius yang dapat menyebabkan kepunahan.

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), beberapa faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi satwa adalah perburuan liar, perubahan habitat, dan perubahan iklim.

Perburuan Liar: Ancaman Langsung bagi Keberlangsungan Satwa

Perburuan ilegal masih menjadi masalah besar di berbagai belahan dunia. Banyak satwa diburu untuk diambil bagian tubuhnya, seperti gading gajah, cula badak, atau kulit harimau.

Selain itu, perdagangan satwa liar untuk dijadikan hewan peliharaan juga berkontribusi terhadap menurunnya populasi hewan di alam liar.

Contohnya, harimau Sumatra kini berada di ambang kepunahan karena perburuan yang tinggi.

Meski telah ada berbagai upaya penegakan hukum, jaringan perdagangan ilegal masih sulit diberantas sepenuhnya.

Perubahan Habitat: Hilangnya Rumah bagi Satwa

Deforestasi dan ekspansi lahan untuk pertanian atau pemukiman telah menyebabkan hilangnya habitat alami satwa liar.

Baca juga:  Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Hutan yang menjadi rumah bagi banyak spesies ditebang untuk kepentingan manusia, sehingga mengurangi sumber makanan dan tempat berlindung hewan.

Misalnya, orang utan Kalimantan kehilangan habitatnya akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tanpa habitat yang cukup, mereka sulit bertahan hidup, mencari makan, dan berkembang biak.

Perubahan Iklim: Dampak yang Mengancam Ekosistem

Perubahan iklim juga memberikan dampak besar terhadap kehidupan satwa liar. Suhu bumi yang semakin meningkat menyebabkan perubahan pola cuaca, mencairnya es di kutub, dan gangguan ekosistem.

Beruang kutub, misalnya, semakin sulit mencari makanan karena es di Arktik mencair lebih cepat dari sebelumnya.

Begitu pula dengan terumbu karang yang mengalami pemutihan akibat suhu laut yang meningkat, mengancam spesies laut yang bergantung pada ekosistem tersebut.

Baca juga:  Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia

Upaya Penyelamatan Satwa dari Kepunahan

Meskipun ancaman terhadap satwa liar semakin meningkat, berbagai organisasi dan pemerintah telah berupaya untuk melindungi mereka.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

1. Penegakan hukum yang lebih ketat untuk memberantas perburuan liar dan perdagangan satwa.

2. Pembangunan kawasan konservasi untuk menjaga habitat alami hewan.

3. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.

4. Pengurangan emisi gas rumah kaca untuk memperlambat perubahan iklim.

Melindungi satwa liar adalah tanggung jawab bersama. Jika kita tidak bertindak sekarang, banyak spesies yang mungkin hanya akan kita lihat dalam buku sejarah.

Mari bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem agar generasi mendatang masih bisa menikmati keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini.(*)

Editor : Ahmad

Sumber Berita: Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api

Minggu, 30 Agu 2026 - 18:58 WIB