KERAS, Gubernur Dedi Mulyadi Respons Kritikan Kadisbud Cirebon mengenai Larangan Study Tour

Avatar photo

Sabtu, 8 Maret 2025 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas atas kritik terkait larangan study tour yang dilayangkan Kadis Disbudpar Cirebon, Dedi menekankan untuk mencegah eksploitasi pendidikan dan beban ekonomi orang tua. (YouTube KDM Channel)

Gubernur Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas atas kritik terkait larangan study tour yang dilayangkan Kadis Disbudpar Cirebon, Dedi menekankan untuk mencegah eksploitasi pendidikan dan beban ekonomi orang tua. (YouTube KDM Channel)

 

Metrosiar – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan jawaban tegas setelah kebijakannya melarang kegiatan study tour di sekolah-sekolah mendapat kritik tajam dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cirebon, Agus Sukmanjaya.

Dedi mengapresiasi kritik yang dilontarkan, yang dianggap sebagai bagian dari demokrasi, namun memberikan jawaban tegas terhadap pihak yang keberatan, terutama pengusaha tour and travel.

Dedi Mulyadi Jelaskan Larangan Study Tour untuk Mencegah Eksploitasi Pendidikan dan Menurunkan Beban Ekonomi Orang tua

Dedi mempertanyakan mengapa anak sekolah harus dijadikan objek kegiatan tour, mengingat hal tersebut bisa mengarah pada eksploitasi pendidikan yang seharusnya mengedepankan karakter, bukan kegiatan komersial.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya @Kang Dedi Mulyadi Channel, pada 26 Februari 2025, Dedi menekankan jika penyelenggara tour menggunakan siswa sebagai objek, maka mereka tidak perlu belajar tentang marketing.

Baca juga:  Agus Sugiharto Tekankan Pentingnya Literasi AI bagi Santri di Pesantren Al Muayyad Windan

Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini juga menjelaskan larangan tersebut bertujuan untuk mencegah orang tua dengan penghasilan terbatas terjebak dalam utang demi membiayai kegiatan yang tidak esensial.

Kepala Disbudpar Cirebon Sebut Larangan Study Tour Sebagai Musibah Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, Agus Sukmanjaya, menilai kebijakan larangan study tour sebagai sebuah “musibah” bagi industri pariwisata lokal.

Meskipun demikian, ia melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan potensi wisata lokal dan meningkatkan kolaborasi antarwilayah di Cirebon Raya.

Baca juga:  Ahmad Luthfi Tegaskan Penanganan Siswa Nakal Harus Sesuai Aturan Hukum, Kenapa Harus Ngarang?

Agus juga menyoroti pentingnya standardisasi perusahaan tour and travel untuk memastikan kualitas dan keamanan layanan, dengan rencana untuk segera mengadakan forum diskusi dengan asosiasi pelaku industri pariwisata.

Asita Memahami Kebijakan Gubernur, Namun Khawatirkan Dampaknya Pada Industri Pariwisata

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengungkapkan keprihatinannya mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap industri pariwisata.

Meskipun memahami alasan Dedi terkait keselamatan dan ekonomi, Asita menilai bahwa sektor pariwisata juga membutuhkan perhatian agar kebijakan ini tidak membunuh potensi ekonomi yang ada.

Asita mengusulkan alternatif seperti tur dalam kota untuk mengurangi biaya dan risiko kecelakaan sambil tetap memberikan manfaat pendidikan bagi siswa.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontingen MAS Nurul Falah Sepatan Siap Berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia OMI 2026
Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital
Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Plafon SDN Kutajaya 2 Nyaris Ambruk, Kepsek Minta Segera Direhab
Electrical Skill Competition Vol. 2 PNM Buka Kompetisi PLC untuk Mahasiswa, Pendaftaran Gelombang 2 Segera Berakhir
Pengawas Sekolah Pakuhaji H. Nanang Kusnadi Kobarkan Semangat Pramuka di Sekolah
Lingkungan SDN Buaran Mangga 4 Pakuhaji Makin Asri Bersih dan Nyaman
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:26 WIB

Kontingen MAS Nurul Falah Sepatan Siap Berlaga di Olimpiade Madrasah Indonesia OMI 2026

Jumat, 4 September 2026 - 22:59 WIB

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

Jumat, 4 September 2026 - 04:34 WIB

Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Plafon SDN Kutajaya 2 Nyaris Ambruk, Kepsek Minta Segera Direhab

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB