Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Tradisi dan Panduan Niat Mandi

Jumat, 28 Februari 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi shower yang mengalirkan air, menggambarkan mandi sebagai persiapan menyambut puasa Ramadan 1446 Hijriah, untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi shower yang mengalirkan air, menggambarkan mandi sebagai persiapan menyambut puasa Ramadan 1446 Hijriah, untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah. (Foto: Pixabay)

Metrosiar – Mandi sebelum memulai puasa Ramadan bertujuan untuk menyucikan diri sebelum menjalani ibadah.

Walaupun tidak ada aturan yang mengharuskan mandi ini, banyak masyarakat Indonesia menjadikannya sebagai tradisi menjelang bulan puasa.

مَغْسَلَة قَبْلَ صَوْمِ رَمَضَان: التَّقْدِيمَة وَالتَّقْدِيرُ لِلنِيَّةِ

Mandi Sebelum Puasa Ramadan: Tuntunan dan Tradisi Masyarakat

Puasa Ramadan 1446 Hijriah akan segera dimulai, dan Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada 28 Februari 2025, pukul 16.30 WIB untuk menentukan awal Ramadan.

Meski tidak ada kewajiban dalam agama mengenai mandi sebelum berpuasa, sebagian besar umat Islam menjalani tradisi ini sebagai persiapan untuk ibadah.

Melansir NU Online, mandi sebelum Ramadan bukanlah kewajiban, tetapi lebih kepada sunnah yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan persiapan ibadah.

Mandi ini termasuk dalam kategori mandi sunnah yang dilakukan sebelum melakukan ibadah besar, seperti puasa dan salat berjamaah pada hari raya.

Doa Niat Mandi Sebelum Puasa

Adapun bacaan niat mandi sebelum Ramadan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلِ لِفِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانِ لِلَّهِ تَعَالَى
Yang artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

Baca juga:  Mengenal Cesium-137 Radioaktif Yang Ditemujan Di Serang Cikande Banten

Mandi Wajib atau Junub: Ketentuan dan Tata Cara

Berbeda dengan mandi sunnah, mandi wajib atau junub dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar, seperti keluar darah haid atau nifas bagi perempuan, keluar air mani bagi laki-laki atau perempuan, serta berhubungan suami istri.

Persyaratan Sah Ibadah dengan Mandi Junub

Mandi junub adalah syarat sahnya berbagai ibadah, seperti salat, itikaf, thawaf, dan membaca Al-Quran.

Bagi yang memiliki hadas besar dan ingin melaksanakan salat atau membaca Al-Quran sebelum berpuasa, wajib untuk mandi junub terlebih dahulu.

Meski begitu, jika seseorang yang memiliki hadas junub belum sempat mandi sebelum waktu imsak, puasanya tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi.

Panduan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

Berikut adalah niat dan tata cara mandi wajib yang harus diperhatikan oleh laki-laki dan perempuan, yang disarikan dari Kemenag.go.id:

Niat Mandi Wajib: “نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Baca juga:  Bandel Saat Ramadan? Forkopimcam Pasar Kemis Siap Tindak Tempat Hiburan

Tata Cara Mandi Wajib:

  1. Niat: Niat harus diucapkan saat air pertama kali mengenai tubuh.
  2. Menyiram Seluruh Badan: Air harus mengalir ke seluruh bagian tubuh, termasuk rambut dan bulu-bulu.
  3. Rukun Mandi Wajib:
  • Membasuh tangan tiga kali.
  • Membersihkan najis yang menempel di tubuh.
  • Berwudhu dengan sempurna.
  • Mengguyur kepala tiga kali.
  • Mengguyur badan kanan dan kiri masing-masing tiga kali.
  • Menggosok tubuh, baik bagian depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.
  • Menyela rambut dan jenggot (jika ada).
  • Mengalirkan air ke lipatan kulit dan pangkal rambut.

Mandi wajib junub memiliki tata cara tertentu agar ibadah dapat sah dilaksanakan, seperti salat dan membaca Al-Quran, serta memastikan tidak ada najis yang menempel.(*)

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: NU Online, Kemenag

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB