Telisik Klarifikasi dan Permohonan Maaf dari Personel Band Sukatani ke Polri Terkait Lagu Kontroversial “Bayar Bayar Bayar” 

Avatar photo

Minggu, 23 Februari 2025 - 01:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Gitaris Band Sukatani dengan nama panggung Alectroguy.  (Instagram.com/@sukatani.band)

Potret Gitaris Band Sukatani dengan nama panggung Alectroguy. (Instagram.com/@sukatani.band)

Metrosiar – Band Sukatani mengunggah video klarifikasi yang disertai permohonan maaf terkait lagu mereka yang berjudul “Bayar Bayar Bayar”, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Pernyataan ini langsung menarik perhatian para penggemar musik Tanah Air, terutama karena selama ini dua anggota band tersebut selalu tampil mengenakan topeng.

Dalam video tersebut, dua personel Band Sukatani, Muhammad Syifa Al-Ufti atau Alectroguy (gitaris) dan Novi Chitra Indriyaki alias Twistter Angels (vokalis), memperkenalkan diri dan mengungkapkan permohonan maaf kepada institusi Polri.

Permintaan Maaf untuk Kapolri dan Institusi Polri

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu kami ‘Bayar Bayar Bayar’ yang liriknya menyebutkan ‘bayar polisi,'” ujar Alectroguy dalam video yang diunggah ke Instagram @sukatani.band pada Kamis, 20 Februari 2025.

Lagu ini, yang sempat viral di media sosial, juga sempat diunggah oleh Band Sukatani ke platform Spotify.

Baca juga:  Tangsel Perketat Aturan Buang Sampah Selama Perpanjangan Status Darurat

Lagu Sebagai Kritik Terhadap Oknum Polisi

Dalam video tersebut, dua personel Band Sukatani, Muhammad Syifa Al-Ufti atau Alectroguy (gitaris) dan Novi Chitra Indriyaki alias Twistter Angels (vokalis), memperkenalkan diri dan mengungkapkan permohonan maaf kepada institusi Polri.
Unggahan Instagram Band Sukatani terkait klarifikasi ke Polri soal karya lagu ‘Bayar Bayar Bayar’. (Instagram.com/@sukatani.band)

Alectroguy menjelaskan, lagu tersebut sebenarnya ditujukan kepada oknum polisi yang melanggar peraturan. Ia menambahkan pihak band telah menarik lagu tersebut dari peredaran.

“Saya menghimbau kepada semua pengguna media sosial yang masih memiliki lagu kami agar menghapus dan menarik semua video yang menggunakan lagu kami,” ungkap Alectroguy.

Ia juga mengingatkan band tidak bertanggung jawab jika ada risiko di kemudian hari bagi pengguna lagu yang belum menghapusnya.

Polisi Bantah Tuduhan Intimidasi

Terkait klarifikasi Band Sukatani, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri tidak anti kritik.

Ia menambahkan Polri terus berupaya menjadi organisasi yang modern dan terbuka terhadap masukan masyarakat.

Baca juga:  Miris! Fahri Hamzah Ungkap 6 Juta Keluarga Terjebak Backlog Ganda, Tinggal di Rumah Tak Layak yang Bukan Miliknya

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menegaskan hal tersebut kepada seluruh jajaran Polri,” katanya pada Kamis, 20 Februari 2025.

Meski demikian, pihak kepolisian tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai apakah permintaan maaf Band Sukatani dipengaruhi oleh tekanan dari pihak kepolisian.

Sukatani: Band dengan Ciri Khas Perlawanan

Band Sukatani, yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah, dikenal dengan gaya musik post-punk dan lirik-lirik yang berani.

Mereka terkenal dengan penampilan ‘balaclava’ dan aksi sosial berbagi sayur yang menjadi ciri khas mereka. Band ini mulai dikenal sejak Oktober 2022 dan merilis debut album Gelap Gempita pada 24 Juli 2023.

Musik mereka menggabungkan nuansa new wave ala 80-an, serta menggunakan dialek Banyumasan dalam lirik-liriknya, menjadikannya lebih dekat dengan budaya lokal.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: media sosial

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB