Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Buka Suara Masalah Kenaikan Harga Gas LPG 3 Kg, Ungkap Anggaran dari APBN Harus Bisa Dinikmati Rakyat

Avatar photo

Minggu, 23 Februari 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sidak pangkalan gas LPG 3 kg di Pekanbaru, Riau, 5 Februari 2025. (Instagram/bahlillahadalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sidak pangkalan gas LPG 3 kg di Pekanbaru, Riau, 5 Februari 2025. (Instagram/bahlillahadalia)

Metrosiar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai lonjakan harga jual gas LPG 3 kg di pasaran yang terjadi di beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Semarang.

Dalam beberapa hari terakhir, harga gas LPG tersebut mencapai Rp28.000 hingga Rp35.000, jauh melebihi harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

Tidak Sesuai Aturan Harga Eceran Tertinggi (HET)

Bahlil menegaskan harga tersebut tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diatur oleh pemerintah.

LPG 3 kg adalah gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Menurut Bahlil, “Negara subsidi Rp12.000 minimal sampai Rp12.500 per kilogram,” ujarnya saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Shangri-La Jakarta pada Rabu, 19 Februari 2025.

“Jadi satu tabung LPG 3 kg itu kita subsidi kurang lebih sekitar Rp6.000, idealnya harga ini sampai di rakyat tidak lebih Rp16.000,” imbuh Bahlil, menjelaskan lebih lanjut mengenai subsidi yang diberikan pemerintah.

Penjual Nakal Menyebabkan Kenaikan Harga yang Tidak Wajar

Bahlil juga menyampaikan kekecewaannya terhadap praktik oknum yang menaikkan harga gas LPG 3 kg di luar aturan. Dengan harga yang melonjak tinggi, hal itu dianggap sebagai pengambilalihan hak rakyat.

Baca juga:  Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

“Tapi apa yang terjadi, rakyat kita beli dengan harga yang mohon maaf Rp25.000, Rp23.000, ada yang Rp30.000, jadi kita ini mengambil hak rakyat, seluruh rakyat bayar lebih,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, sebagai seseorang yang dibesarkan dalam keluarga yang sulit, ia tidak rela jika hal ini terus terjadi.

“Ya saya sebagai mantan orang miskin yang dibesarkan dalam keluarga yang susah, tidak rela ini terjadi,” ucap Bahlil.

Subsidi LPG yang Besar Setiap Tahunnya

Bahlil juga mengungkapkan, setiap tahun subsidi untuk LPG 3 kg tidak pernah kurang dari Rp80 triliun. Pada tahun 2023, subsidi LPG tercatat mencapai Rp87 triliun.

“Subsidi Rp80 triliun, Rp84 triliun, Rp87 triliun. Tahun 2023 itu Rp87 triliun,” jelas Bahlil.

Ia juga menambahkan, sejak 2007, harga LPG yang diberikan kepada masyarakat hanya sebesar Rp4.250 per kilogram, meskipun harga LPG dari Saudi Aramco lebih tinggi.

Komitmen untuk Menjamin Keterbukaan Anggaran Negara

Bahlil menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dikeluarkan melalui APBN benar-benar sampai ke masyarakat.

Baca juga:  Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?

“Saya berkomitmen untuk meluruskan ini supaya apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo untuk memastikan setiap anggaran negara yang dikeluarkan lewat APBN untuk rakyat, itu harus sampai dan tepat sasaran di tangan rakyat,” tegasnya.

Mekanisme Harga Gas LPG 3 Kg yang Telah Ditentukan Pemerintah

Sebelumnya, Bahlil juga melakukan inspeksi mendadak di pangkalan gas LPG 3 kg di Pekanbaru, Riau pada 5 Februari 2025.

Ia menjelaskan mekanisme penetapan harga gas LPG 3 kg yang harus diikuti oleh semua pihak, mulai dari agen hingga masyarakat.

Menurut aturan yang ada, agen membeli gas dari Pertamina Patra Niaga seharga Rp12.750 dan menjualnya ke pangkalan seharga Rp15.000.

Dari pangkalan, gas tersebut dijual ke masyarakat dengan harga maksimal Rp18.000. Bahlil menegaskan, rantai distribusi ini harus dijalankan dengan benar dan tidak boleh ada pihak yang mempermainkan harga, apalagi dengan merugikan masyarakat.

“Tidak boleh ada permainan harga di tengahnya, apalagi yang merugikan rakyat, saya tidak rela masyarakat harus beli Rp 22.000,” pungkasnya.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Pemberitaan Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong
PG-PAUD STKIP Citra Bakti Gandeng Monash University Australia, Perkuat Riset dan Kolaborasi Internasional
FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 11:18 WIB

Reshuffle Birokrasi Ngada! Ray Bena Lantik 11 Pejabat Eselon II, Sejumlah Jabatan Strategis Masih Kosong

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB