Jakarta, Metrosiar – Sejumlah aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di berbagai titik wilayah Jakarta, Kamis (24/9/2026). Aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional dan melibatkan berbagai elemen mahasiswa, buruh, petani, masyarakat sipil, hingga organisasi kemasyarakatan.

Berdasarkan pemberitahuan kegiatan yang dihimpun untuk wilayah Jakarta Pusat, sedikitnya terdapat 38 agenda unjuk rasa yang tersebar di sejumlah lokasi, mulai dari kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka, Sudirman-Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia, hingga kompleks Gedung DPR/MPR RI.
Di antara lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa adalah Silang Selatan Monas, depan Kementerian ESDM, Kementerian KKP, Balai Kota DKI Jakarta, kawasan Pertamina, Gedung DPR/MPR RI, kawasan Grand Indonesia, Bundaran Hotel Indonesia, Kantor KPU RI, hingga sejumlah kantor kementerian dan perusahaan.
Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas secara situasional. Polisi mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi untuk mempertimbangkan rute alternatif guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
TMC Polda Metro Jaya sebelumnya mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kepadatan mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai, khususnya di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Monas, serta sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan 1.550 personel lalu lintas di sejumlah kawasan strategis, termasuk Semanggi, Sudirman, Senayan, Gedung DPR/MPR, Patung Kuda, dan Monas. Pengalihan arus disebut akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan, dengan mempertimbangkan jumlah massa dan perkembangan situasi.
Rangkaian aksi di Jakarta Pusat
Berikut sejumlah agenda unjuk rasa yang tercantum dalam pemberitahuan:
1. Silang Selatan Monas/Seberang Gedung Danareksa
Pukul 09.00 WIB, Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA), dengan penanggung jawab Betran Sulani, diperkirakan melibatkan sekitar 200 orang.
Massa membawa tuntutan memperingati Hari Tani Nasional 2026 sekaligus meminta penyelesaian konflik agraria dengan petani.
Pada pukul 13.00 WIB di lokasi yang sama, Eksekutif Komisariat Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Universitas Bung Karno, penanggung jawab Guntur Boinauw, diperkirakan melibatkan sekitar 30 orang. Tuntutan yang disampaikan antara lain pengusutan pelanggaran HAM, evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah, pengesahan undang-undang masyarakat adat, kesehatan gratis, serta upah yang layak.
Pada waktu yang sama, Aliansi Tanah untuk Rakyat dengan penanggung jawab Agus dan Jimmy Fajar diperkirakan membawa sekitar 300 orang. Mereka membawa tuntutan terkait peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang serta penyelesaian sengketa tanah yang ditempati warga Kwini 8, RT 04/01, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Serikat Mahasiswa Bergerak juga dijadwalkan menggelar aksi pukul 13.00 WIB dengan sekitar 15 orang. Mereka menuntut pemerintah menjamin kesejahteraan petani melalui harga jual hasil pertanian yang layak.
Selanjutnya, pukul 14.00 WIB, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Pusat dijadwalkan berunjuk rasa dengan sekitar 30 orang. Tuntutannya berkaitan dengan Hari Tani, reforma agraria, serta akses tanah bagi rakyat.
2. Kawasan Monas dan Istana Negara
Pukul 15.00 WIB, Aksi Kamisan Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), dengan penanggung jawab Sumarsih, diperkirakan melibatkan sekitar 150 orang di seberang Taman Pandang Monas, depan Istana Negara.
Massa menyuarakan tuntutan penyelesaian kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu dan penghapusan impunitas.
3. Kawasan Kementerian ESDM
Pukul 09.00 WIB, Serikat Petani Kelapa Sawit dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Kementerian ESDM RI dengan sekitar 200 orang.
Tuntutan mereka antara lain pengakuan pekebun dan koperasi pekebun sebagai pelaku langsung dalam rantai pasok biodiesel, akses pasar yang setara, reformasi tata niaga dan harga TBS, peningkatan produktivitas kebun rakyat, dukungan pupuk, legalitas kebun, STDB, serta traceability sebagai bagian dari ketahanan energi nasional.
Pukul 10.00 WIB, Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Alam juga dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 20 orang. Mereka meminta pengusutan dugaan kerusakan lingkungan dan alam yang menurut mereka berkaitan dengan aktivitas tambang PT Almharig Terpadu.
4. Sejumlah kantor di kawasan Medan Merdeka
Pukul 11.00 WIB, Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Menggugat dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor BP BUMN RI dengan sekitar 15 orang. Tuntutannya berkaitan dengan dugaan pemberian fasilitas berupa sembako oleh PT Pertamina kepada Joko Widodo dalam kegiatan safari politik PSI.
Aksi dengan tuntutan serupa juga dijadwalkan pukul 12.00 WIB di depan Kantor PT Pertamina oleh kelompok yang sama.
Pada pukul 13.00 WIB, Gerakan Pemerhati Pertamina dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 20 orang dan meminta pengusutan dugaan keterlibatan pihak yang mereka sebut sebagai “Genk AT” dalam proses bisnis Pertamina.
Sementara itu, pukul 13.00 WIB, Front Mahasiswa Jayakarta dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Bio Farma dengan sekitar 30 orang. Mereka membawa tuntutan pengusutan dugaan korupsi dan penyimpangan anggaran CSR/TJSL di PT Bio Farma.
5. Kawasan Bank Jakarta dan sejumlah perusahaan
Pukul 10.30 WIB, Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia dijadwalkan berunjuk rasa di depan Kantor Pusat Bank Jakarta dengan sekitar 15 orang. Tuntutannya terkait penguatan sistem keamanan dan perlindungan data nasabah serta pencegahan kebocoran atau penyalahgunaan data.
Pada pukul 11.00 WIB, Forum Mahasiswa dan Rakyat Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di lokasi yang sama dengan sekitar 15 orang. Mereka membawa tuntutan pengusutan dugaan korupsi anggaran promosi dan sponsorship pada Bank Jakarta.
Pukul 10.00 WIB, Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Pemuka Sakti Manis Indah dengan sekitar 15 orang. Massa meminta pemeriksaan terhadap direktur utama perusahaan terkait dugaan penguasaan kawasan hutan secara ilegal.
Pukul 13.00 WIB, Serikat Mahasiswa Hukum Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Bumi Sekundang Enim Energy (BSEE) dengan sekitar 15 orang. Mereka meminta keterbukaan informasi mengenai status dan kelengkapan perizinan perusahaan.
Pukul 14.00 WIB, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Jakarta dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Sarana Jaya dengan sekitar 15 orang. Tuntutannya adalah penolakan terhadap pengangkatan Danindro Arionindita sebagai Dewan Pengawas Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
6. Gedung DPR/MPR RI
Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto menjadi salah satu titik dengan agenda aksi terbanyak.
Pukul 10.00 WIB, DPN KNARA dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 200 orang untuk memperingati Hari Tani Nasional 2026 dan menuntut penyelesaian konflik agraria dengan petani.
Pada waktu yang sama, Koalisi Masyarakat Banten Pinggiran dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 30 orang. Tuntutannya antara lain menghentikan proyek PIK 2 dan menolak RUU Agraria.
Pukul 10.00 WIB, Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) bersama sejumlah organisasi dan kelompok mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi dengan estimasi sekitar 500 orang.
Mereka membawa tema peringatan Hari Tani Nasional 2026 dengan tuntutan “Daulat rakyat atas tanah, upah dan kerja.”
Pukul 11.00 WIB, Serikat Mahasiswa Menggugat dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 20 orang. Tuntutannya berkaitan dengan Pasal 33 UUD 1945, reforma agraria, serta redistribusi tanah kepada petani dan masyarakat.
Pukul 13.00 WIB, Suara Rakyat Indonesia Wujudkan Indonesia Jujur, Adil, yang Aman Sejahtera (SRIWIJAYA) dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 30 orang. Mereka membawa tuntutan terkait proses konstitusional pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden serta penegakan hukum terhadap Joko Widodo dan keluarganya.
Pukul 14.00 WIB, Serikat Mahasiswa Bergerak dijadwalkan menggelar aksi dengan sekitar 15 orang untuk mendesak pemerintah menjamin kesejahteraan petani melalui harga jual hasil pertanian yang layak.
7. Kawasan Kementerian Kehutanan dan Sudirman
Pukul 10.00 WIB, Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia Jawa Barat dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Kehutanan RI dengan sekitar 200 orang. Mereka menuntut kepastian akses hak kelola dan perlindungan hukum bagi masyarakat pengelola perhutanan sosial.
Pada pukul 10.00 WIB, Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Ifisdeco/Gedung Sahid Sudirman Center dengan sekitar 20 orang. Massa meminta pengusutan dugaan keterlibatan PT Ifishdeco dan PT Sambas Mineral Mining dalam dugaan skandal ekspor nikel ilegal periode 2017–2018.
8. Kawasan Grand Indonesia dan Bundaran HI
Salah satu agenda dengan jumlah massa terbesar dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB di samping Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin.
Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia yang terdiri atas sejumlah konfederasi dan serikat pekerja diperkirakan melibatkan sekitar 34.800 orang.
Massa membawa tuntutan pengesahan undang-undang perlindungan ketenagakerjaan sebagaimana usulan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia.
Pada pukul 13.00 WIB, Solidaritas Mahasiswa Jakarta Timur dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dengan sekitar 30 orang.
Tuntutan mereka antara lain pengungkapan peristiwa pembunuhan para jenderal dalam peristiwa G30S, pengusutan kasus Tragedi Tanjung Priok, Tragedi Semanggi II, serta dugaan pelanggaran HAM lainnya.
9. KPU, partai politik, dan Komnas HAM
Pukul 10.00 WIB, Aliansi Pemerhati Hukum Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor KPU RI dengan sekitar 20 orang. Massa membawa tuntutan pengusutan dugaan gratifikasi terkait penggunaan private jet oleh Ketua KPU.
Pukul 13.00 WIB, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Jakarta dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor DPP Partai Hanura dengan sekitar 15 orang. Tuntutan yang dibawa sama, yakni penolakan terhadap pengangkatan Danindro Arionindita sebagai Dewan Pengawas Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Sementara itu, pukul 14.00 WIB, Koalisi Rakyat Bekasi Melawan dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Komnas HAM RI dengan sekitar 30 orang.
Massa menuntut penetapan seluruh kasus yang mereka sebut sebagai “September Hitam” sebagai pelanggaran HAM berat, pengungkapan pihak yang mereka sebut sebagai dalang intelektual, penghentian impunitas, perlindungan bagi pembela HAM, serta sikap tegas terhadap militerisme dan penyempitan ruang sipil.
10. Aksi di sejumlah kantor perusahaan dan lembaga lainnya
Pukul 13.00 WIB, Komunitas Aktivis Lingkungan Hidup Indonesia dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor PT Harum Energy dengan sekitar 30 orang. Massa mendesak perusahaan bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan.
Pada waktu yang sama, Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Snack Video Plaza Office Tower dengan sekitar 30 orang. Mereka meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap platform tersebut terkait dugaan beredarnya konten live bermuatan seksual dan perjudian online yang menurut mereka dapat diakses pengguna, termasuk anak-anak.
Pukul 13.00 WIB, Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Hukum dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor OJK RI dengan sekitar 15 orang. Tuntutannya terkait pengusutan dugaan tindakan kekerasan dalam penarikan kendaraan oleh debt collector FIF di Pondok Cabe.
Pukul 10.00 WIB, Aliansi Mahasiswa untuk Keadilan dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Agama RI dengan sekitar 20 orang. Massa membawa tuntutan evaluasi terhadap Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang terkait dugaan intoleransi, intimidasi, dan pembubaran ibadah jemaat GKPI Rajeg.
Pukul 09.00 WIB, Solidaritas Driver Gojek untuk Menegakkan Keadilan dijadwalkan menggelar aksi di depan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan sekitar 150 orang. Aksi tersebut bertujuan mengawal jalannya persidangan pembacaan putusan perkara banding atas nama terdakwa Nadiem Makarim.
Terakhir, pukul 10.00 WIB, Aliansi Pemuda Anti Korupsi bersama GEMAPERATA dan Tahalele Institut dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Pusat Optik B Riski dengan sekitar 20 orang. Mereka membawa tuntutan pengusutan dugaan tidak adanya legal standing dan dugaan persoalan pembayaran pajak pada Optik B Riski.
Polisi siapkan rekayasa lalu lintas
Dengan tersebarnya agenda aksi di berbagai titik, masyarakat yang hendak beraktivitas di Jakarta Pusat diimbau memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas.
Polda Metro Jaya menegaskan rekayasa lalu lintas tidak diberlakukan secara otomatis, melainkan menyesuaikan kondisi lapangan. Masyarakat juga diminta memantau informasi terbaru dari TMC Polda Metro Jaya dan mengikuti arahan petugas.
Untuk menuju kawasan Monas, sejumlah alternatif yang disiapkan antara lain dari Jakarta Barat melalui Jalan Tomang Raya–Jalan Suryopranoto–Harmoni–Monas; dari Jakarta Selatan melalui Jalan Tendean–Jalan HR Rasuna Said–Jalan HOS Cokroaminoto–Tugu Tani–Monas; serta dari Jakarta Timur melalui Jalan Jatinegara–Jalan Kramat Raya–Tugu Tani–Monas.
Catatan: daftar di atas merupakan agenda berdasarkan pemberitahuan aksi yang dihimpun. Jumlah peserta merupakan estimasi dalam pemberitahuan, bukan jumlah massa yang telah terverifikasi hadir di lapangan. Tuntutan yang memuat dugaan pelanggaran atau tindak pidana juga merupakan tuntutan/permintaan pengunjuk rasa dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti tanpa proses verifikasi dan keterangan dari pihak terkait.









