Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Avatar photo

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ketua prabu peduli lingkungan simpul tangsel, Ir. Sigit Priyambodo

ketua prabu peduli lingkungan simpul tangsel, Ir. Sigit Priyambodo

Tangerang Selatan, Metrosiar – Ajakan kepada masyarakat untuk memilah sampah dari rumah terus digaungkan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

 

Namun, penggiat lingkungan Ir. Sigit Priyambodo mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut jika sampah yang sudah dipilah masyarakat justru kembali tercampur saat proses pengangkutan.

 

Menurut Sigit, masyarakat mulai menunjukkan kesadaran dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari organik, anorganik, residu hingga sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

 

“Masyarakat sudah diminta pilah sampah. Lalu, pemerintah mau apa?” kata Sigit.

 

Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar masalah perilaku masyarakat, melainkan menyangkut sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan.

 

Sigit mengatakan, akan sulit membangun kesadaran masyarakat jika sistem pengangkutan tidak mendukung kebiasaan memilah sampah dari sumber.

 

Jika masyarakat sudah bersusah payah memisahkan sampah, tetapi seluruhnya kembali dicampur dalam satu armada pengangkutan, menurutnya, pesan yang diterima masyarakat justru menjadi kontradiktif.

 

“Kalau ketika diangkut semuanya kembali dicampur, lalu untuk apa masyarakat diminta memilah?” ujarnya.

 

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun sistem yang konsisten mulai dari rumah hingga tempat pemrosesan akhir.

 

Alur pengelolaan sampah idealnya tidak berhenti pada kegiatan memilah di tingkat rumah tangga. Sampah harus dikelola secara berkelanjutan melalui rangkaian pemilahan, pengangkutan, pengolahan, daur ulang hingga residu yang benar-benar tersisa dibawa ke TPA.

Baca juga:  Fahri Hamzah Rayakan 6 Tahun Partai Gelora: Kita Solid Menuju Indonesia Superpower Baru

Menurut Sigit, perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat. Pemerintah juga harus melakukan pembenahan secara menyeluruh.

 

Ia menyebut setidaknya ada sejumlah langkah yang perlu diperkuat Pemkot Tangsel.

 

Pertama, menyediakan armada pengangkutan sampah terpilah agar sampah yang sudah dipisahkan masyarakat tidak kembali tercampur.

 

Kedua, menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan konsisten, mulai dari tingkat lingkungan hingga tempat pengolahan.

 

Ketiga, memperkuat kapasitas TPS3R dan TPST sebagai bagian penting dari sistem pengurangan sampah sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir.

 

Keempat, membangun serta memperluas fasilitas pengolahan dan daur ulang sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung berakhir di TPA.

 

Kelima, membuka transparansi kepada masyarakat mengenai bagaimana sampah yang mereka hasilkan dikumpulkan, diangkut, diproses, didaur ulang, hingga menjadi residu.

 

Keenam, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah agar persoalan tidak hanya ditangani secara parsial.

 

“Jangan Hanya Meminta Masyarakat Berubah”, Sigit menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan hubungan timbal balik antara masyarakat dan pemerintah.

Baca juga:  PLN Indonesia Power UBP Lontar Dukung Pengelolaan Sampah Sungai Cisadane melalui Kolaborasi Strategis

 

Masyarakat harus berperan dengan mengurangi sampah dan melakukan pemilahan dari sumber. Di sisi lain, pemerintah harus memastikan sistem yang dibangun mampu mempertahankan hasil pemilahan tersebut hingga tahap pengolahan.

 

“Jangan hanya meminta masyarakat berubah. Sistem pemerintahannya juga harus berubah,” tegasnya.

 

Menurut dia, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa kebiasaan memilah sampah yang dilakukan dari rumah benar-benar memberikan dampak terhadap sistem pengelolaan sampah di Tangsel.

 

Persoalan sampah, kata Sigit, tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbanyak armada atau memperluas tempat pembuangan akhir.

 

Diperlukan pendekatan dari hulu hingga hilir, dengan mengurangi sampah sejak dari sumber, memperkuat pengolahan di tingkat kawasan, mengembangkan ekonomi sirkular melalui daur ulang, serta memastikan hanya residu yang masuk ke TPA.

 

Dengan sistem tersebut, beban TPA dapat ditekan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa sampah yang telah dipilah tidak sia-sia.

 

Sigit pun mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan persoalan sampah sebagai agenda bersama.

 

“Kami siap memilah. Sekarang pemerintah harus siap berubah!” ujarnya.

 

Ia menambahkan, Tangsel membutuhkan perubahan sistem pengelolaan sampah yang nyata, bukan sekadar kampanye atau slogan.

 

“Ubah sistem, selamatkan Tangsel!” tegas Sigit.

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakti Sosial Mabes Polri, Ratusan Driver Ojol Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
150 Orang Jaga Tangsel, Tengah Malam 20 Driver Ojol Dari Gograber Dpw Tangsel Turun Patroli
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Selasa, 1 September 2026 - 08:38 WIB

Bakti Sosial Mabes Polri, Ratusan Driver Ojol Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:22 WIB

Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:27 WIB

150 Orang Jaga Tangsel, Tengah Malam 20 Driver Ojol Dari Gograber Dpw Tangsel Turun Patroli

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Berita Terbaru

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik saat memberikan penjelasan mengenai usulan penyederhanaan prosedur dan mekanisme tahapan Pemilu 2029.

Politik & Pemerintahan

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:02 WIB

Jajaran Polda Banten saat memberikan keterangan dalam konferensi pers pengungkapan kasus pencurian kendaraan roda empat jenis pick up/losbak. Dirreskrimum Polda Banten berada di tengah, didampingi Kabid Humas di kiri dan Kasubdit Jatanras di kanan.

Hukum & Kriminal

14 Kali Curi Mobil Losbak, Sindikat Ini Akhirnya Dibekuk Polda Banten

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:51 WIB