Bajawa.Metrosiar- Penanganan darurat pascagempa di Kabupaten Ngada terus dikebut. Di tengah kebutuhan warga terdampak yang masih tinggi, ribuan bantuan logistik terus mengalir dan bergerak dari Posko Bencana menuju wilayah-wilayah yang terdampak.
Berdasarkan data terbaru Posko Bencana Kabupaten Ngada per 23 Agustus 2026 pukul 22.00 WITA, tercatat sebanyak 9.173 item bantuan telah masuk. Dari jumlah tersebut, 5.305 item telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak gempa di 9 kecamatan.
Data tersebut menunjukkan roda penyaluran bantuan terus berjalan. Logistik yang masuk tidak hanya dikumpulkan di posko, tetapi terus disortir dan digerakkan menuju kecamatan, titik pengungsian, hingga masyarakat yang membutuhkan.
Masih terdapat 3.868 item bantuan dalam selisih antara jumlah bantuan yang diterima dan yang telah didistribusikan. Posko juga mencatat sedikitnya 72 jenis barang yang masuk dalam arus bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Distribusi bantuan dilakukan melalui Posko Utama BPBD Kabupaten Ngada. Setiap bantuan yang tiba terlebih dahulu melalui proses penerimaan dan pendataan, kemudian disortir berdasarkan jenis serta kebutuhan sebelum dikirim ke wilayah terdampak untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat.
Sejumlah kebutuhan pokok menjadi prioritas utama dalam distribusi logistik. Beras, paket sembako dan permakanan, minyak goreng, mi instan, hingga telur menjadi bagian dari bantuan yang terus digerakkan ke daerah-daerah terdampak.
Dalam ringkasan realisasi logistik, tercatat 19.499 satuan beras diterima, sementara jumlah yang telah didistribusikan mencapai 24.899 satuan. Angka distribusi yang lebih tinggi dari penerimaan dalam pembaruan data tersebut menunjukkan adanya stok dan akumulasi logistik yang telah tersedia sebelumnya dan terus digerakkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sementara untuk minyak goreng, tercatat 1.976 satuan diterima dan 911 satuan telah disalurkan. Bantuan mi instan sebanyak 1.927 satuan telah masuk, dengan 1.046 satuan di antaranya telah didistribusikan.
Untuk kebutuhan telur, Posko Bencana mencatat 2.582 satuan diterima dan 2.147 satuan telah disalurkan. Sedangkan paket sembako dan permakanan tercatat sebanyak 2.595 satuan diterima, dengan 2.340 satuan telah bergerak menuju masyarakat terdampak.
Posko Bencana Kabupaten Ngada memastikan distribusi logistik terus menjangkau kecamatan-kecamatan terdampak. Bantuan dari berbagai pihak terus digerakkan dari gudang utama menuju titik distribusi dan lokasi pengungsian berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Arus bantuan yang datang dari berbagai elemen menjadi bukti kuatnya solidaritas untuk masyarakat Ngada yang sedang menghadapi dampak gempa. Karena itu, pendataan dan pengelolaan logistik terus dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara terukur, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Selain bantuan logistik, Posko Bencana Kabupaten Ngada juga membuka ruang partisipasi masyarakat, lembaga, komunitas, dan berbagai pihak lainnya untuk ikut mendukung penanganan bencana melalui rekening dana penanggulangan bencana.
Dalam situasi darurat, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan 112 untuk kebutuhan informasi dan pelaporan terkait kondisi kebencanaan.
Pemerintah Kabupaten Ngada bersama BPBD, TNI-Polri, relawan, serta seluruh unsur yang terlibat terus mempercepat penanganan dampak gempa. Pendataan kerusakan, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi pekerjaan yang terus dikebut.
Di tengah masa sulit yang belum sepenuhnya berlalu, satu pesan terus digaungkan dari Posko Bencana Ngada: warga terdampak tidak boleh menghadapi bencana ini sendirian.
Dengan semangat “Tanggap, Peduli dan Bangkit”, solidaritas terus dihimpun dan bantuan terus digerakkan. Ngada Kuat, Ngada Bangkit.*










