Coach Addie: Kriminalitas Meningkat Tajam Seiring Sempitnya Lapangan Kerja

Avatar photo

Selasa, 18 Februari 2025 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coach Addie mengungkapkan pandangannya terkait peningkatan kriminalitas dan penurunan lapangan kerja dalam wawancara di Sumedang, 18 Februari 2025. (Dok. Pribadi)

Coach Addie mengungkapkan pandangannya terkait peningkatan kriminalitas dan penurunan lapangan kerja dalam wawancara di Sumedang, 18 Februari 2025. (Dok. Pribadi)

Metrosiar – Data Pusat Informasi Kriminal Nasional mencatat peningkatan angka kriminalitas di Indonesia sejak Januari 2023.

Meski fluktuatif dalam kisaran 35.000 hingga 37.000 kasus per bulan, tren kenaikannya terus berlanjut.

Di sisi lain, lapangan kerja mengalami penurunan berkelanjutan. Data Bank Indonesia menunjukkan indeks lapangan kerja turun menjadi 129 poin pada Desember 2023 dan terus melemah hingga awal 2025.

Pandangan Coach Addie: Hubungan Pengangguran dan Kriminalitas

Menanggapi situasi ini, Adi Supriadi atau Coach Addie menyampaikan analisanya pada 18 Februari 2025 di Sumedang, Jawa Barat.

Baca juga:  Pencairan THR ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Sebesar Rp 50 Triliun Dipercepat guna Dukung Ekonomi, Segini Besarannya

Ia menyoroti lulusan sarjana menjadi kelompok terdampak dalam keterbatasan lapangan kerja.

Fenomena ini turut memicu tren tagar seperti #KaburAjaDulu dan #AyoTinggalkanIndonesia, mengindikasikan keinginan lulusan terdidik mencari peluang di luar negeri.

PHK Meningkat, Sektor Swasta dan Pemerintah Terimbas

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) juga semakin besar. Pada 2024, angka PHK mencapai 70.000 karyawan, meningkat dari 46.240 tahun sebelumnya.

Coach Addie menjelaskan bahwa efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada sektor swasta, terutama perusahaan yang bergantung pada tender pemerintah.

Kaitan Erat Antara Pengangguran dan Kriminalitas

Menurut Coach Addie, tingginya pengangguran berkorelasi dengan meningkatnya kejahatan sosial, termasuk prostitusi, perjudian, minuman keras, dan peredaran barang ilegal.

Baca juga:  Kebijakan Serampangan dan Amarah yang Beralasan, Catatan untuk Menteri ESDM

Ia mencontohkan kebijakan China yang berhasil menekan angka kriminalitas melalui program rumah produktif yang bekerja sama dengan sektor swasta.

Solusi: Menciptakan Lapangan Kerja sebagai Prioritas

Coach Addie menegaskan pemerintah harus mengutamakan penciptaan lapangan kerja untuk mengurangi kriminalitas.

Jika masyarakat tidak mendapatkan pekerjaan, tidak bisa berbisnis, dan tidak memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negeri, kemungkinan besar mereka akan terjebak dalam tindakan kriminal.***

Penulis : Adi Supriadi

Editor : KF

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Banten Never Changes !
Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”
Di Mana Polisi Tidur Saat Reformasi Polri Mulai Bekerja
Krisis Jalur Gaza: Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina
Diduga Langgar HAM, Tim Seleksi Pegawai Non-ASN Dinkes Kota Tangerang Disorot
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:24 WIB

Banten Never Changes !

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:07 WIB

Kaleidoskop 2025: Tahun Pergolakan Parlemen dan Gelombang Protes “Reset Indonesia”

Berita Terbaru

Foto : Karikatur Preman

Politik & Pemerintahan

Jalan Lebar Preman Menuju Kekuasaan

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:16 WIB