Tangerang, Metrosiar – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Serba Guna Kantor Pemerintah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, pada Kamis malam, 16 April 2026. Perhelatan religi bertajuk Pembukaan Pengajian Rutin Malam Jumat yang disatukan dengan momentum Halal Bihalal ini menjadi ajang krusial untuk mempererat tali persaudaraan. Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kebersamaan,” acara tersebut bertransformasi menjadi oase spiritual bagi aparatur sipil negara dan elemen masyarakat.
Camat Kemiri Rudi HK memimpin langsung jalannya inaugurasi kegiatan mingguan ini, didampingi oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Soni beserta jajaran staf dan seluruh fungsionaris kecamatan. Kehadiran para abdi negara ini menunjukkan komitmen birokrasi dalam menyelaraskan tugas administratif dengan nilai-nilai spiritualitas. Sinergi antara pimpinan dan bawahan tampak begitu kental, mencerminkan soliditas internal yang menjadi pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada khalayak luas di wilayah kecamatan Kemiri.
Perhelatan ini semakin bermakna dengan kehadiran para pemangku kebijakan tingkat desa, di antaranya Kepala Desa (Kades) Klebet Jamarudin dan Kades Patramanggala Jayadi. Kehadiran kedua pimpinan desa tersebut menandakan koordinasi yang harmonis antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Selain pejabat struktural, nampak pula deretan tokoh pemuda yang energik serta tokoh masyarakat yang berpengaruh, berbaur menjadi satu dalam lingkaran ukhuwah yang hangat dan penuh rasa kekeluargaan.
Ritual peribadatan dimulai dengan pembacaan Surah Yasin yang menggema dengan sangat merdu dan penuh penghayatan. Agenda tadarus kolektif ini dipandu langsung oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Kemiri, Drs. Mukhtamar. Alunan ayat-ayat suci yang dilantunkan secara serempak menciptakan atmosfer yang syahdu, sekaligus menjadi sarana refleksi diri bagi seluruh jamaah yang hadir untuk memurnikan niat dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Puncak dari kekhusyukan acara ditutup dengan untaian doa yang dipanjatkan oleh Ustadz Adung Abdul Haris. Dalam munajatnya, ia memohon keberkahan, keselamatan, serta kekuatan bagi seluruh warga kecamatan Kemiri agar senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Doa yang dipanjatkan juga menyisipkan harapan agar persatuan yang terjalin tidak hanya bersifat seremonial, melainkan meresap dalam setiap gerak langkah pembangunan di Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah pesisir kecamatan Kemiri.
Camat Kemiri Rudi HK dalam sambutannya menekankan bahwa tema yang diusung bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan sebuah mandat aksi. Beliau menegaskan bahwa “Merajut Silaturahmi” berarti memperbaiki komunikasi yang sempat tersumbat, sementara “Menguatkan Kebersamaan” adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. Pengajian rutin ini diharapkan menjadi wadah “recharging” mental dan spiritual bagi para pegawai agar tetap berintegritas dalam bekerja.
Interaksi antara tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dalam acara ini juga menjadi sorotan positif. Kolaborasi antargenerasi ini sangat esensial untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah. Para pemuda diingatkan untuk terus menimba kearifan dari para sesepuh, sementara tokoh masyarakat diharapkan terus memberikan bimbingan moral agar dinamika pembangunan di Desa Klebet, Patramanggala, dan desa-desa lainnya di Kecamatan Kemiri tetap berjalan di koridor yang tepat.
Momen Halal Bihalal yang menyertai pengajian ini dimanfaatkan sebagai sarana saling memaafkan atas segala khilaf yang terjadi selama berinteraksi dalam kedinasan maupun kehidupan bertetangga. Tradisi bersalam-salaman yang dilakukan dengan penuh ketulusan menjadi simbol luruhnya ego pribadi demi kepentingan kolektif yang lebih besar. Keceriaan nampak di wajah para undangan, menandakan bahwa sekat-sekat formalitas birokrasi sejenak mencair dalam balutan semangat persaudaraan Islam.
Para tamu undangan yang berasal dari berbagai elemen institusi dan organisasi kemasyarakatan turut mengapresiasi inisiasi Pemerintah Kecamatan Kemiri dalam melestarikan tradisi religius ini. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini efektif untuk meredam potensi konflik dan membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap program-program pemerintah. Dengan demikian, sinkronisasi antara umara (pemerintah), ulama, dan masyarakat dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, pengajian rutin malam Jumat ini diproyeksikan akan terus dilaksanakan secara konsisten di masa mendatang. Harapannya, Kecamatan Kemiri tidak hanya unggul dalam pencapaian target administratif dan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wilayah yang memiliki ketahanan mental-spiritual yang kokoh. Semangat kebersamaan yang telah dikukuhkan pada malam itu diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi kemajuan Kabupaten Tangerang yang lebih gemilang dan religius.
Sumber Berita: Forum jurnalis Kemiri










