Bajawa.Metrosiar- Atmosfer penuh semangat dan haru mewarnai penutupan turnamen sepak bola Bowali Cup I tahun 2026, Minggu (18/5/2026). Di tengah gemuruh suporter dan euforia para pemain, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi tentang proses panjang yang membentuk mental petarung dan karakter generasi muda.
Wabup yang akrab disapa Berni Dhey itu mengatakan, setiap tim yang turun bertanding memang datang dengan mimpi menjadi juara. Namun menurutnya, ada nilai yang jauh lebih besar dari sekadar kemenangan di papan skor.
“Menuju tahta juara itu ada proses panjang yang penuh tantangan. Di situlah mental seorang petarung diuji. Di situlah nilai sportivitas, kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah dibentuk,” tegas Berni di hadapan pemain, official, dan ribuan pencinta sepak bola yang memadati arena pertandingan.
Politisi PKB tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada tim yang berhasil keluar sebagai juara. Ia menyebut keberhasilan itu lahir dari perjuangan tanpa lelah dan kerja keras sepanjang turnamen berlangsung.
Namun Berni juga memberi penghormatan kepada seluruh tim peserta yang telah ikut ambil bagian dalam Bowali Cup I. Menurutnya, keikutsertaan mereka telah membuka ruang bagi anak-anak muda Ngada untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan mental bertanding.
“Dalam sebuah kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi kekalahan bukan akhir dari perjuangan. Tetap semangat, terus berlatih, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” ujarnya disambut tepuk tangan penonton.
Berni menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga karena olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari lahirnya generasi muda yang berprestasi, tangguh, dan mampu bersaing di tengah perkembangan global.
“Pemerintah sadar bahwa membangun daerah itu bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana kita melahirkan generasi yang punya daya saing dan mampu membawa nama daerah ke level lebih tinggi,” katanya.
Dalam momentum tersebut, Berni juga menyinggung kesiapan tim kebanggaan masyarakat Ngada, PSN Ngada, yang dalam waktu dekat akan berlaga di ajang bergengsi Liga 4 Putaran Nasional.
Ia menegaskan bahwa para pemain PSN lahir dari kompetisi akar rumput seperti Bowali Cup. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Ngada untuk bersatu memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan daerah tersebut.
“Anak-anak kita di PSN lahir dan ditempa dari lapangan seperti ini. Mari kita dukung mereka agar bisa berprestasi di tingkat nasional dan mengharumkan nama Ngada tercinta,” tandas Berni penuh semangat.
Di akhir sambutannya, Berni Dhey juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, seluruh tim peserta, suporter, serta masyarakat pencinta sepak bola yang telah ikut menyukseskan Bowali Cup I tahun 2026 hingga berlangsung aman, meriah, dan penuh sportivitas.*









