Banten, Metrosiar – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, hingga memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah. Namun di tengah perubahan dunia yang semakin cepat dan penuh ketidakpastian, muncul fenomena baru: pengusaha muda mulai mengambil peran sebagai “game changer”.
Pandangan tersebut disampaikan Raka Aditya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Forbisda HIPMI Banten yang berlangsung di Horison Ultima Ratu, Jumat (08/05/2026).
Dalam pemaparannya, Ketua Bepro Banten itu menilai bahwa peta kekuatan ekonomi global kini mulai berubah. Jika sebelumnya perubahan besar selalu didominasi negara kuat atau korporasi raksasa, kini pelaku usaha muda justru mulai tampil sebagai penggerak utama perubahan.
“Selama ini kita sering berpikir bahwa perubahan besar di dunia ditentukan oleh negara atau korporasi besar. Tapi hari ini realitanya mulai berubah. Justru di tengah dinamika global yang tidak pasti, muncul aktor baru, yaitu pengusaha muda yang mulai mengambil peran sebagai game changer,” ungkap Raka Aditya.
Dunia Berubah Cepat, Pengusaha Muda Dituntut Adaptif
Dalam forum tersebut, Raka Aditya juga memaparkan bagaimana perubahan global terjadi sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari fragmentasi geopolitik, pergeseran rantai pasok dunia, hingga percepatan transformasi digital disebut telah mengubah pola bisnis secara fundamental.
Menurutnya, dunia usaha saat ini tidak lagi berjalan dengan pola lama. Teknologi digital membuat batas antarnegara semakin tipis dan membuka peluang baru bagi generasi muda untuk bersaing di pasar global.
“Kalau kita sederhanakan, dunia hari ini mengalami perubahan yang sangat besar. Dunia makin tidak pasti, pertumbuhan global melambat, diperparah meningkatnya konflik global. Bahkan hari ini dunia makin tanpa batas karena digital membuka akses ke pasar global,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan tren yang dahulu membutuhkan waktu bertahun-tahun, kini dapat berubah hanya dalam hitungan bulan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha, khususnya generasi muda, harus memiliki kemampuan adaptasi yang cepat agar tidak tertinggal.
Forbisda HIPMI Banten Jadi Ruang Diskusi Masa Depan Ekonomi
Kegiatan Forbisda HIPMI Banten menjadi salah satu ruang diskusi penting bagi kalangan pengusaha muda di Banten. Forum ini tidak hanya membahas tantangan ekonomi daerah, tetapi juga arah masa depan bisnis di era digital dan ketidakpastian global.
Banyak peserta menilai pernyataan Raka Aditya relevan dengan kondisi saat ini, ketika anak muda mulai mendominasi berbagai sektor usaha berbasis teknologi, kreatif, hingga ekonomi digital.
Fenomena munculnya pengusaha muda sebagai penggerak ekonomi baru juga menjadi perhatian publik. Pasalnya, generasi muda dinilai lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi, tren pasar, hingga model bisnis modern yang terus berkembang.
Pengusaha Muda Dinilai Bisa Jadi Penentu Masa Depan Daerah
Peran pengusaha muda saat ini dinilai bukan lagi sekadar pelengkap pembangunan ekonomi, melainkan dapat menjadi penentu arah pertumbuhan daerah di masa depan. Dengan kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan pemanfaatan teknologi, generasi muda memiliki peluang besar menciptakan inovasi baru yang berdampak luas bagi masyarakat.
Momentum tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi HIPMI untuk melahirkan lebih banyak entrepreneur muda yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga global.









