Bupati dan Kapolresta Tangerang Tanam Jagung Hibrida, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

Avatar photo

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tangerang dan Kapolresta menanam jagung hibrida di Panongan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan swasembada nasional(PWGK/Metrosiar)

Bupati Tangerang dan Kapolresta menanam jagung hibrida di Panongan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan dan swasembada nasional(PWGK/Metrosiar)

Tangerang, Metrosiar – Upaya penguatan ketahanan pangan kembali dilaksanakan Polresta Tangerang bersama unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/3/2026) di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan. Seperti pada kegiatan sebelumnya, kali ini pun kembali dilaksanakan penanaman bibit jagung hibrida.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, yang dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Serta diikuti secara virtual oleh jajaran di seluruh Indonesia.

 

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, program penanaman jagung hibrida tersebut merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

 

Menurutnya, wilayah hukum Polresta Tangerang mencakup 19 kecamatan. Oleh karena itu, pihaknya terus memperluas area tanam jagung sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program swasembada pangan.

Baca juga:  KLH Dorong Aglomerasi Sampah Banten, Akhiri Open Dumping dengan Controlled Landfill

 

“Saat ini kita menjalankan program satu desa dua hektare,” kata Indra Waspada.

 

Dia menjelaskan, pada pada kuartal pertama tahun 2026, ada penambahan sekitar dua hektare lahan di tiap kecamatan.

 

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat agar target swasembada pangan dapat tercapai,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, komoditas jagung hibrida dipilih karena memiliki potensi hasil yang tinggi serta menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung kebutuhan pakan ternak nasional.

 

Kapolresta menambahkan, program tersebut tidak hanya melibatkan Polri, tetapi juga merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Daerah, TNI, Kejaksaan, DPRD, kelompok tani, serta masyarakat.

 

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan, penanaman jagung hibrida merupakan langkah proaktif dalam menghadapi dinamika global yang berdampak pada stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan dunia.

Baca juga:  283 personel polda banten terima satyalencana: rahasia dedikasi puluhan tahun terungkap

 

Menurutnya, situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik internasional dan potensi musim panas ekstrem, harus diantisipasi dengan memperkuat kemandirian pangan di tingkat daerah.

 

“Karena itu kita harus mandiri secara pangan. Kita juga menggandeng pengusaha dan sektor industri agar ekonomi tetap terjaga,” ujar Maesyal.

 

Dia juga mengajak para pemilik lahan di Kabupaten Tangerang untuk mengoptimalkan lahan produktif yang belum dimanfaatkan dengan bekerja sama bersama kelompok tani.

 

Maesyal juga mengapresiasi inisiatif dan inovasi Polresta Tangerang beserta jajaran dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang.

 

“Semoga dengan ketahanan pangan yang kuat, masyarakat menjadi sehat dan kuat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Sumber Berita: PWGK

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Kamis, 17 September 2026 - 09:51 WIB

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Berita Terbaru

Internasional

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:32 WIB

Hukum & Kriminal

Selasa, 22 Sep 2026 - 09:57 WIB

Peristiwa & Bencana

Galodo Terjang Arosuka, Kompleks Kantor Bupati Solok Ikut Terdampak

Selasa, 22 Sep 2026 - 08:03 WIB

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (ketiga dari kanan) bersama para pihak terkait menunjukkan kebersamaan usai tercapainya kesepakatan damai dalam penyelesaian persoalan di Kecamatan Rajeg.

Pemerintahan

Sempat Memanas, Perselisihan GKPI Rajeg Kini Berakhir Damai

Senin, 21 Sep 2026 - 23:17 WIB