Kota Tangerang, Metrosiar – DPD Frent Banten Bersatu Kota Tangerang menggelar deklarasi kepengurusan sekaligus santunan yatim piatu di Gedung KNPI Kecamatan Tangerang, Rabu (11/02/2026). Namun di balik seremoni dan rangkaian kata-kata manis, publik menanti satu hal: bukti nyata, bukan sekadar janji.
Ketua terpilih DPD Frent Banten Bersatu Kota Tangerang, Yoefa Aristian, dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk membuktikan kinerja dan menjaga nama baik organisasi agar tidak tercoreng oleh oknum yang ingin menjatuhkan.
“Saya ingin membuktikan kinerja saya. Semoga Frent Banten Bersatu ke depannya menjadi lebih baik dan tidak tercoreng oleh oknum-oknum yang ingin menjatuhkan,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa bayang-bayang persoalan internal dan isu oknum memang bukan sekadar isu liar. Jika benar ada upaya menjatuhkan atau mencoreng nama organisasi, publik tentu berhak bertanya: siapa oknum tersebut dan bagaimana langkah tegas untuk membersihkannya?
Di tempat yang sama, Ketua Umum Frent Banten Bersatu, H. Muhammad Soleh, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukanlah seremoni biasa.
“Pengukuhan hari ini bukan sekadar acara seremonial dan bukan hanya pengesahan struktur organisasi. Ini adalah pengesahan amanah, komitmen, dan pernyataan kesiapan bersama demi masyarakat Banten, khususnya Kota Tangerang,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Frent Banten Bersatu hadir sebagai wadah persatuan dan garda terdepan, bukan untuk memecah belah atau mementingkan kepentingan pribadi.
Namun, pernyataan tersebut justru menjadi tantangan besar. Di tengah maraknya organisasi yang lahir dengan slogan persatuan tetapi berakhir pada konflik kepentingan, masyarakat tentu tidak ingin kembali disuguhi retorika tanpa tindakan.
“Kita berdiri bukan untuk memecah belah dan bukan pula untuk mementingkan pribadi, melainkan untuk umat dan masyarakat,” pungkasnya.
Ketua umum juga memberikan pesan tegas kepada pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan integritas dan loyalitas serta benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya terlihat saat acara resmi.
“Frent Banten Bersatu harus menjadi organisasi yang bermartabat, beradab, dan bermanfaat,” tutupnya.
Kini sorotan tertuju pada langkah nyata setelah deklarasi. Apakah Frent Banten Bersatu benar-benar akan menjadi garda terdepan membela kepentingan masyarakat, atau hanya menambah daftar panjang organisasi yang ramai saat pelantikan namun sunyi dalam pengabdian?
Masyarakat Kota Tangerang menunggu pembuktian. Bukan sekadar kata-kata, tetapi kerja nyata yang bisa dirasakan langsung.









