PLN EPI Kembangkan Program Maggot BSF untuk Atasi Sampah Rumah Tangga Gunungkidul

Avatar photo

Selasa, 23 September 2025 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLN EPI - DLH Gunungkidul Sinergi Kelola Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi. (Foto Ilustrasi)

PLN EPI - DLH Gunungkidul Sinergi Kelola Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi. (Foto Ilustrasi)

Metrosiar – Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus berinovasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menghadirkan pelatihan PROMAG (Pengelolaan Sampah Organik Dapur dengan Budidaya Maggot Black Soldier Fly/BSF) di Kalurahan Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Program ini menjadi bukti nyata pemberdayaan masyarakat sekaligus solusi dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, memberikan apresiasi atas komitmen warga yang sudah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Di Gunungkidul, pengelolaan sampah kini menghadirkan harapan baru dengan menciptakan nilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, PLN EPI berharap kapasitas masyarakat semakin kuat sehingga budidaya maggot berkembang luas, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus ekonomi warga,” ujarnya.

Mamit menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan PLN EPI terhadap program Desa Berdaya Energi Gunungkidul serta sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG) yang dijalankan perusahaan.

Baca juga:  Lurah Kutabaru Monitoring Langsung Kegiatan Imunisasi Campak di Posyandu

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro, menyebut bahwa sekitar 60% timbulan sampah di wilayahnya bersumber dari rumah tangga dan sisa makanan.

“Paradigma pengelolaan sampah harus berubah dari linear menjadi ekonomi sirkular. Program maggot BSF ini sejalan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul dan diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa bernilai ekonomi,” jelasnya.

Pelatihan ini diikuti 20 anggota Kelompok Wanita Tani Berkahing Bhumi dan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem.

Narasumber yang hadir adalah Mulyanto Diharjo, Direktur Bank Sampah Induk Patriot Kota Bekasi sekaligus praktisi pengelolaan sampah organik dengan maggot BSF.

Baca juga:  Jelang Operasi Ketupat 2026, Korlantas Kerahkan ETLE Drone di Tol Bocimi, Ada Apa?

Ia berbagi pengalaman serta teknik budidaya maggot untuk mengoptimalkan pengolahan sampah dapur menjadi produk bernilai jual.

Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem, Riyanta, menuturkan manfaat nyata dari program tersebut.

“Bantuan ini membantu warga menyelesaikan permasalahan rumah tangga khususnya Sampah Organik Dapur, yang tadinya terbuang dapat diolah menjadi pakan maggot kaya protein dan dipanen untuk pakan lele dan ayam sedangkan residunya menjadi pupuk organik. Saya memastikan bahwa setiap bantuan dan inisiatif ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sinergi PLN EPI, DLH Gunungkidul, praktisi pengelolaan sampah, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh kolaborasi dalam mengatasi persoalan sampah, membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 12 terkait konsumsi dan produksi berkelanjutan.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: ruangenergi.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Logo HUT ke-81 RI Resmi diluncurkan, download disini!
Kapolda Banten Resmi Ganti Wakapolda, Deretan Pejabat Strategis Ikut Bergeser
Kutabumi Curi Perhatian! TP PKK Kabupaten Tangerang Soroti Semangat Kebersamaan Warga
LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Berita ini 28 kali dibaca
PLN EPI melalui program TJSL menghadirkan pelatihan budidaya maggot BSF di Gunungkidul sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Program ini mendorong ekonomi sirkular, memberdayakan masyarakat, serta membuka peluang usaha baru dengan mengubah limbah dapur menjadi pakan ternak dan pupuk organik bernilai jual.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:41 WIB

Logo HUT ke-81 RI Resmi diluncurkan, download disini!

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kapolda Banten Resmi Ganti Wakapolda, Deretan Pejabat Strategis Ikut Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:34 WIB

Kutabumi Curi Perhatian! TP PKK Kabupaten Tangerang Soroti Semangat Kebersamaan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Berita Terbaru

Pemerintah secara resmi meluncurkan logo dan identitas visual peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Politik & Pemerintahan

Logo HUT ke-81 RI Resmi diluncurkan, download disini!

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:41 WIB

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB