Metrosiar – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang resmi menggelar pelatihan berbasis kompetensi kejuruan teknik las Tahun Anggaran 2025 di Kantor Desa Jambu Karya, Kecamatan Rajeg, Kamis (18/9/25).
Pelatihan diikuti 16 peserta laki-laki berusia 20 hingga 35 tahun, seluruhnya merupakan warga Desa Jambu Karya.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung selama 20 hari dengan menghadirkan instruktur dari Disnaker Kabupaten Tangerang.
Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Desa Jambu Karya Suherman, Sekretaris Desa Alamsyah, serta perangkat desa lainnya.
Sekretaris Desa Jambu Karya, Alamsyah, menekankan pentingnya program tersebut untuk peningkatan keterampilan warga.
“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan kerja pengelasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Desa Jambu Karya. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah desa terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan realisasi dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2023 yang baru bisa terlaksana pada tahun ini.
Dalam arahannya, Kepala Desa Jambu Karya, Suherman, menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada infrastruktur, melainkan juga peningkatan kapasitas masyarakat.
Ia turut menyinggung persoalan banjir akibat luapan Sungai Cimanceuri.
“Solusi sudah ada, namun tentu harus ada gotong royong dari berbagai pihak, baik dari Dinas PUPR, Dinas Bina Marga, maupun Pemerintah Provinsi Banten. Insya Allah masalah ini akan segera teratasi,” jelasnya.
Suherman juga menaruh harapan terhadap manfaat pelatihan ini bagi masyarakat.
“Semoga dengan adanya penyuluhan dan pelatihan dari Disnaker, warga semakin kreatif, mampu bersaing di dunia kerja maupun usaha, dan itu akan berdampak baik bagi kesejahteraan masyarakat di kemudian hari,” pungkasnya.
Program pelatihan ini menjadi bukti komitmen Desa Jambu Karya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri.*
Editor : Wodo Ndaya Coya
Sumber Berita: Metrosiar










