Rekonstruksi Kasus Mutilasi Alvi Maulana, Polisi Ungkap 37 Adegan

Avatar photo

Kamis, 18 September 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Mojokerto gelar rekonstruksi kasus mutilasi Alvi Maulana di Surabaya, peragakan 37 adegan hingga buang jasad korban ke Pacet. (TikTok.com/@lamonganpopuler)

Polres Mojokerto gelar rekonstruksi kasus mutilasi Alvi Maulana di Surabaya, peragakan 37 adegan hingga buang jasad korban ke Pacet. (TikTok.com/@lamonganpopuler)

Metrosiar – Satreskrim Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi kasus mutilasi yang menjerat Alvi Maulana (24) terhadap kekasihnya, TAS (25), di Lidah Wetan, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/25).

Alvi, pemuda asal Desa Aek Paing, Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatera Utara, sebelumnya tega menghabisi nyawa sang kekasih pada (31/8/25).

Aksi keji itu dilakukan di kamar kosnya sebelum tubuh korban dimutilasi.

Motif Dendam dan Sakit Hati

Dalam reka ulang perkara, polisi memasang garis kuning di gang menuju kamar kos.

Barang bukti, termasuk motor Yamaha N-Max yang dipakai tersangka untuk membuang potongan tubuh korban ke wilayah Pacet, Mojokerto, turut ditampilkan.

Korban digantikan manekin. Di hadapan penyidik, Alvi mengaku dendam dan sakit hati terhadap TAS. Puncaknya terjadi ketika dirinya dikunci dari luar kamar kos.

“Saya chat, saya telpon juga tapi enggak diangkat. Saya terus duduk di depan pintu,” kata Alvi saat rekonstruksi di Surabaya, Rabu (17/9/25).

Baca juga:  Rayakan Hari Listrik Nasional dan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025 ,PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar Bawa Pulang 3 Pengharagaan HSSE Awards 2025

Umpatan ‘Tidak Tahu Malu’

Alvi menuturkan sempat menunggu lebih dari satu jam di depan pintu kos. Saat TAS akhirnya pulang, dirinya justru dimaki.

“(Korban) bilang ‘tidak tau malu’. Terus dia naik ke atas,” ucap Alvi.

Setelah itu, tersangka menyerang korban hingga tewas dan memutilasinya di kamar mandi kos.

“Selama 2 jam (memutilasi korban)?,” tanya penyidik.

“Iya,” jawab Alvi.

Rencana Liburan yang Tragis

Dalam rekonstruksi, Alvi juga mengungkap bahwa korban sebelumnya pernah meminta untuk diajak berlibur ke Pacet.

Ironisnya, setelah korban meninggal, bagian tubuhnya justru dibuang ke lokasi tersebut.

“Pernah, sebulan sampai tiga minggu sebelumnya (kejadian mutilasi). Saya juga rencana mau mengajak adik saya (ke Pacet),” ujar Alvi menjawab pertanyaan penyidik.

37 Adegan Rekonstruksi

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama menyebut ada 37 adegan yang diperagakan tersangka.

Baca juga:  Diskon Listrik 50% Hanya Berlaku hingga Februari 2025, Tegas Menteri ESDM

“Total reka adegan kita laksanakan ada 37 adegan dimulai dari kedatangan tersangka pulang kembali ke kosannya sampai dengan proses dia melakukan perbuatan pembunuhan,” kata Fauzy.

Ia menambahkan, rangkaian adegan juga mencakup saat tersangka membuang barang bukti di Pacet serta menghancurkan sebagian barang bukti lain.

“Proses dia membuang daripada barang-barang bukti di Pacet dan juga sampai dia kembali dan melakukan proses penghancuran daripada barang bukti di kawasan tersebut,” imbuhnya.

Insiden Horor di Lantai 2

Fauzy mengungkapkan, penusukan pertama terjadi di lantai dua kamar kos.

“Saat menusuk itu di lantai dua. Kemudian tersangka memastikan bahwa korban sudah meninggal itu pada saat di lantai dua. Satu (tusukan) saja di leher sebelah kanan,” jelasnya.

Setelah itu, jasad korban diseret ke kamar mandi lantai satu, tempat tersangka memutilasi tubuh TAS selama kurang lebih dua jam.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026
Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi
Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Berita ini 18 kali dibaca
Kasus mutilasi Surabaya kembali jadi sorotan usai Polres Mojokerto menggelar rekonstruksi. Tersangka Alvi Maulana memperagakan 37 adegan mulai dari awal kedatangannya ke kos hingga membuang potongan jasad kekasihnya di Pacet, Mojokerto. Polisi menegaskan motif pelaku didasari dendam dan sakit hati.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:12 WIB

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB