Menhan Sjafrie Setujui TNI Jaga DPR, Koalisi Sipil Melawan

Selasa, 16 September 2025 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Rantis TNI jaga gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. (Dok. Detik.com)

Potret Rantis TNI jaga gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. (Dok. Detik.com)

Metrosiar – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyetujui pengerahan TNI untuk menjaga Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta.

Keputusan itu langsung menuai kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil. Demikian dilansir dari Detik.com, Selasa (16/9/25).

Koalisi Masyarakat Sipil menilai kebijakan Menhan tidak sejalan dengan tuntutan rakyat dalam agenda 17+8.

Mereka menegaskan pelibatan TNI dalam pengamanan sipil harus dihentikan dan TNI dikembalikan ke barak.

“Koalisi Masyarakat Sipil menilai pernyataan Menteri Pertahanan tidak sejalan dengan tuntutan rakyat. Menteri Pertahanan jelas-jelas melawan arus kehendak rakyat dan hal itu cermin dari pejabat pemerintahan yang tidak mendengarkan suara rakyat,” demikian pernyataan Koalisi.

Koalisi yang beranggotakan IMPARSIAL, CENTRA INITIATIVE, Raksha Initiatives, HRWG, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), DEJURE, PBHI, Setara Institute, LBH Apik, dan WALHI ini menegaskan pelibatan TNI dalam pengamanan DPR bertentangan dengan UU TNI.

Baca juga:  Ketua Umum BKN Cak Ofi: Program MBG Bukan Solusi Gizi, Tapi Masalah Baru

Menurut mereka, DPR bukan simbol kedaulatan negara, melainkan simbol perwakilan rakyat.

“Menempatkan TNI untuk menjaga DPR RI memberikan kesan mengancam dan mengintimidasi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik dan aspirasinya,” ujar pernyataan itu.

Koalisi juga menilai Presiden harus mengoreksi langkah Menhan.

Jika tidak, Presiden dianggap ikut dalam kekeliruan. Mereka menekankan fokus seharusnya diarahkan pada reformasi internal TNI.

Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil

  1. Menolak rencana pelibatan TNI untuk melakukan pengamanan Gedung DPR RI.
  2. Menghentikan segala bentuk pelibatan TNI dalam urusan keamanan dan ketertiban masyarakat.
  3. Memprioritaskan agenda reformasi TNI agar benar-benar menjadi tentara profesional di bidang pertahanan.
Baca juga:  Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Halaman Kantor Pos Grogol Dibekuk di Cilegon

Respons Menhan Sjafrie

Sjafrie menegaskan TNI diturunkan menjaga DPR sebagai simbol kedaulatan negara. Penjagaan akan dilakukan sampai keadaan dinilai kondusif.

“TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR, jadi saya sudah menyetujui dan Panglima TNI akan menindaklanjuti bersama para Kepala Staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI,” ujar Sjafrie usai rapat dengan Komisi I DPR.

Ia menambahkan TNI siap berada di tengah masyarakat bila dibutuhkan.

“Ya, terserah penilaian situasi, kalau memang diperlukan kita harus ada di tengah-tengah rakyat,” katanya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Detik.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyetujui TNI menjaga Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta. Keputusan ini menuai kritik Koalisi Masyarakat Sipil yang menilai pelibatan TNI dalam pengamanan sipil melanggar UU TNI. Mereka menuntut penghentian keterlibatan TNI dalam keamanan sipil dan memprioritaskan reformasi TNI.

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Rabu, 22 April 2026 - 13:31 WIB

Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB