Metrosiar – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, agar segera memperkuat program pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat rumah tangga.
Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLHK, Agus Rusly, mengingatkan pentingnya langkah ini guna mencegah penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Jika dalam tiga tahun ke depan kita tidak memulai pemilahan dari rumah, maka pada 2028 TPA akan penuh dan masyarakat tidak bisa menikmati lingkungan sehat,” ujar Agus usai menemui Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Kabupaten, Sabtu (7/9/25) malam.
Menurutnya, kebiasaan memilah sejak dari rumah dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Ia menjelaskan, kunjungan KLHK ke Situbondo juga bertujuan memberikan pendampingan dalam penanganan sampah di daerah.
Agus menambahkan, sistem pengelolaan sampah di Situbondo saat ini sudah menggunakan metode sanitary landfill yang masih sesuai kaidah lingkungan, sehingga tidak berpotensi terkena sanksi administrasi.
Ia juga menyebut Bupati Yusuf Rio telah menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo, Akhmad Yulianto, mengatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan KLHK dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga.
“Kami berterima kasih kepada KLHK yang telah memberikan pendampingan terkait penanganan sampah di Situbondo,” ujarnya.*
Editor : Nedu Wodo
Sumber Berita: Antara









