Metrosiar – Calon Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) nomor urut tiga, Ivan Ahda, menyampaikan keresahannya terhadap tantangan nyata yang dihadapi para alumni UI dalam kehidupan pascakampus. Dalam sesi Adu Gagasan 1 Pemilihan Ketua ILUNI UI (PEMILA), Ivan menekankan bahwa menjadi lulusan UI tidak otomatis menjamin kehidupan yang mudah.
“Bayangkan saja, ada alumni yang memiliki IPK 3,6, aktif di berbagai organisasi, dan berprestasi. Namun tetap kesulitan mendapatkan pekerjaan, bingung menghadapi wawancara, dan tak tahu bagaimana membiayai pernikahan,” ujar Ivan.
Melihat kenyataan tersebut, Ivan bersama calon Sekretaris Jenderalnya, Andy Tirta (Boy), menggagas gerakan The Commoners. Gerakan ini lahir dari semangat saling mendukung antaralumni agar bisa menjadi versi terbaik dari diri mereka, tanpa memandang latar belakang atau privilese.
Bukan Sekadar Alumni Elit, Tapi Mereka yang Sedang Berjuang
Ivan menekankan bahwa misinya bukan untuk mereka yang sudah memiliki posisi strategis atau akses mudah ke dunia profesional. Fokus utamanya adalah alumni yang tengah menata hidup, mencari arah, dan membutuhkan dukungan nyata dari komunitas.
“Beberapa alumni mungkin punya privilese. Tapi bagaimana dengan yang tidak? Saya ingin membuktikan bahwa semua alumni UI bisa berkembang, asal saling mendukung. Inilah alasan utama saya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum ILUNI UI,” tegasnya.
Program “Dukung Semua Bisa”: Berkarya, Bersuara, dan Berbahagia
Dalam visinya, Ivan dan Boy mengusung tiga program unggulan bertajuk Dukung Semua Bisa, yaitu:
1. Berkarya – Untuk mengakselerasi karier alumni di berbagai tahap kehidupan:
- Kickstart Academy: untuk alumni fresh graduate.
- Nexus UI Fellowship: bagi alumni yang sudah bekerja 5–10 tahun.
- Leadership Breakfast Forum: untuk alumni yang berada di puncak karier dan ingin memperluas jejaring.
2. Bersuara – Mendorong partisipasi alumni dalam isu-isu kebangsaan dan sosial.
3. Berbahagia – Menyediakan ruang support system dan kegiatan positif yang mempererat ikatan antar alumni.
Kolaborasi Tanpa Batas: Co-Creation dan Sistem Holokrasi
Ivan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fakultas, jurusan, angkatan, hingga daerah. Semua itu dirangkai dalam kerangka co-creation, di mana tidak ada dominasi satu arah, melainkan ruang bersama untuk saling melengkapi.
“Alumni Fakultas Ekonomi unggul dalam bisnis, alumni Kedokteran dalam kesehatan, dan begitu juga yang lain. Perubahan besar tidak perlu dimulai dari nol karena kita sudah punya fondasi,” kata Ivan.
Untuk mendukung fleksibilitas tersebut, Ivan berencana menerapkan sistem holokrasi dalam tubuh ILUNI UI. Sistem ini meniadakan struktur hierarki yang kaku, namun tetap berjalan dengan tertib berdasarkan kontribusi dan kompetensi.
“Bukan soal siapa di atas siapa, tetapi siapa bersedia mengambil peran di mana. Ini sistem organisasi modern yang sudah diterapkan banyak perusahaan global, dan saya yakin bisa diadaptasi di ILUNI UI,” tambahnya.
Tujuh Kandidat Berebut Posisi Ketua Umum ILUNI UI
Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI periode 2025–2028 diikuti oleh tujuh kandidat:
• No 1 Boni Hargens – Alumni Ilmu Politik FISIP UI 2001
• No 2 Pradana Indraputra – Alumni FEB UI 2010
• No 3 Ivan Ahda – Alumni Psikologi UI 2003 dan Sekolah Kajian Stratejik Global Jurusan Program Ketahanan Nasional Kelas Kepemimpinan Angkatan ke 5
• No 4 Ratu Febriana – Alumni Sastra Prancis FIB UI 1996
• No 5 Rapin Mudiardjo – Alumni FHUI 1996
• No 6 dr. Dewi Puspitorini – Alumni FKUI 1991
• No 7 Pramudya A. Oktaviananda – Alumni FHUI 2001
Dengan visi kolaboratif, pendekatan inovatif, dan program yang menyentuh akar persoalan alumni, Ivan Ahda menawarkan wajah baru kepemimpinan ILUNI UI: inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman yaitu: Berkarya, Bersuara, dan Berbahagia









