Retrospeksi 80 Tahun Indonesia Merdeka: PNIB Serukan Perlawanan Intoleransi dan Penguatan Pancasila

Avatar photo

Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PNIB serukan perlawanan intoleransi, penguatan Pancasila, dan retrospeksi 80 tahun kemerdekaan demi persatuan bangsa Indonesia. Potret Ketua Umum PNIB Gus Wal (kiri). (Istimewa)

PNIB serukan perlawanan intoleransi, penguatan Pancasila, dan retrospeksi 80 tahun kemerdekaan demi persatuan bangsa Indonesia. Potret Ketua Umum PNIB Gus Wal (kiri). (Istimewa)

Metrosiar – Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menyoroti meningkatnya aksi intoleransi yang kian masif di berbagai daerah.

Ia mengatakan, kondisi ini menjadi ancaman serius bagi persatuan bangsa jika tidak segera diatasi.

Gus Wal menjelaskan, krisis multidimensi yang dihadapi Indonesia saat ini bukanlah fenomena mendadak, melainkan hasil proses panjang yang dipengaruhi ketimpangan ekonomi, lemahnya penegakan hukum, dan distribusi keadilan yang belum merata.

“Apa yang dilihat para pemangku kebijakan sering berbeda dengan kenyataan di lapangan. Laporan bawahan yang cenderung ABS membuat seolah keamanan terkendali dan ekonomi stabil, padahal rakyat merasakan hal sebaliknya,” ujar Gus Wal.

Ia mencontohkan, mahalnya harga beras, kenaikan pajak, hingga kasus BBM oplosan memicu kemarahan masyarakat, sementara aksi intoleransi terus terjadi.

Baca juga:  Prabowo Balik Sindir Peramal Indonesia Kolaps: Masa Depan Kita Cerah

Kondisi ini, menurutnya, dimanfaatkan oleh ideologi transnasional seperti Wahabi Khilafah dan terorisme untuk menyusup ke tengah masyarakat.

“Mereka menunggangi simbol agama, menanamkan kebencian, dan memupuk dendam hingga lahir tindakan radikal,” tegas Gus Wal yang juga jebolan Pondok Pesantren ini.

PNIB, kata Gus Wal, lahir dari keprihatinan atas maraknya terorisme dan intoleransi pasca pembubaran organisasi seperti JAT, JAD, HTI, dan FPI.

Organisasi lintas agama, suku, dan budaya ini menekankan pentingnya ketegasan dan integritas pemerintah serta aparat hukum dalam melindungi kepentingan rakyat, bukan hanya elite politik.

PNIB serukan perlawanan intoleransi, penguatan Pancasila, dan retrospeksi 80 tahun kemerdekaan demi persatuan bangsa Indonesia.
PNIB serukan perlawanan intoleransi, penguatan Pancasila, dan retrospeksi 80 tahun kemerdekaan demi persatuan bangsa Indonesia. Potret Ketua Umum PNIB Gus Wal (tengah) saat Kirab Merah Putih di Yogyakarta. (Istimewa)

Ia mengingatkan, gejolak sosial muncul dari akumulasi rasa ketidakadilan yang dirasakan masyarakat bawah.

Pembiaran ideologi radikal dan ketimpangan sosial-ekonomi hanya akan memperkuat aksi intoleransi.

Baca juga:  DPRD Tangerang Desak Evaluasi Kontrak PSEL dengan PT OISN, Ada Apa?

“Sesering apa pun kami melawan radikalisme, jika para elite tidak berpihak pada rakyat, upaya ini akan selalu terbentur kesenjangan yang menganga,” katanya.

Menurut Gus Wal, keserakahan melahirkan penindasan, dan rakyat yang tertindas akan melawan dengan berbagai cara, bahkan menjadi radikal atau teroris. Namun, yang menjadi korban justru rakyat sendiri.

Di momentum 80 tahun kemerdekaan, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan retrospeksi.

“Mari kita merenung, apakah Indonesia dari tahun ke tahun menjadi lebih harmonis atau sebaliknya. Itulah ukuran kedewasaan bangsa,” pungkasnya.

PNIB menyerukan semangat melawan intoleransi dengan toleransi, membumikan kembali nilai-nilai Pancasila, mengibarkan Merah Putih, memperkuat nasionalisme kebangsaan, serta menghidupkan Toleransi, Moderasi Beragama, adat, dan budaya Nusantara (NASAB).*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku
Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea
Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Berita ini 37 kali dibaca
PNIB serukan perlawanan intoleransi, penguatan Pancasila, dan retrospeksi 80 tahun kemerdekaan demi persatuan bangsa Indonesia.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:10 WIB

FPK Ngada Angkat Suara! Kecam Ujaran Kebencian di Medsos, Serukan Persatuan dan Kerukunan Antar-Suku

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Hotmix Teni–Lopijo Hadirkan Harapan Baru bagi Warga Heawea

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, unsur pemerintah kelurahan, tokoh lingkungan, dan para pemuda RW 003 berfoto bersama usai kegiatan Deklarasi Damai Pemuda di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

Tak Ingin Pemuda Terjerumus Tawuran, Lurah Kutabumi Tegaskan Lima Komitmen Damai!

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:55 WIB

Pengurus dan anggota Laskar Merah Putih (LMP) MAC Rajeg bersama jajaran Mada Banten serta perwakilan UPTD Puskesmas Rajeg berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT ke-26 LMP di Balai Warga RW 10 Perumahan Pondok Permata Rajeg, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

HUT ke-26 LMP, Cek Kesehatan Gratis di Rajeg Diserbu Warga

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:01 WIB