Polemik Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Bareskrim Polri Lakukan Uji Forensik Skripsi UGM

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. (Instagram.com/@jokowi)

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. (Instagram.com/@jokowi)

Metrosiar – Isu terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, tengah menjadi sorotan publik nasional.

Untuk mengusut kebenaran informasi tersebut, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan investigasi dengan pendekatan forensik terhadap sejumlah dokumen akademik milik Jokowi, termasuk skripsinya saat berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Djuhandani Rahardjo Puro, mengungkapkan skripsi Jokowi yang berjudul “Studi tentang Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta” telah menjadi objek pengujian laboratorium forensik (labfor).

“Atas skripsi tersebut telah diuji Puslabfor dengan skripsi rekan-rekan senior dan junior Bapak Joko Widodo,” jelas Rahardjo dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (22/5/2025).

Baca juga:  Gestur Simbolik Prabowo Terkait Pemakaman Paus Fransiskus, Antara Etika dan Persepsi Publik Menurut Pakar Politik

Pengujian tersebut mencakup analisis terhadap jenis mesin ketik yang digunakan. Diketahui, pada masa itu terdapat dua jenis mesin tik yang umum digunakan: tipe Pica dan Elite.

“Tipe Pica memuat 10 huruf dalam 1 inch dan tidak menunjuk font tertentu yang sekarang ada dalam tipe ketikan digital,” terang Rahardjo.

Puslabfor meneliti isi skripsi Jokowi secara menyeluruh, mulai dari Bab I hingga bagian penutup. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa skripsi tersebut diketik menggunakan mesin tik tipe Pica. Untuk lembar pengesahan, digunakan metode cetak handpress letterpress.

“Khusus lembar pengesahan skripsi, dibuat dengan handpress letterpress, sehingga apabila diraba tulisannya tidak rata atau cekung,” lanjutnya.

Hasil uji ini diperkuat oleh kesaksian pemilik percetakan pada masa itu, yang membenarkan metode cetak tersebut sesuai praktik umum di era tersebut.

Baca juga:  Mengenal Pasangan dengan Gangguan NPD: Kisah Nyata Seorang Ibu Bangkit dari Hubungan Toksik

“Terhadap uji labfor tersebut bersesuaian dengan pemilik percetakan saat itu, sehingga terjawab tidak ada proses cetak menggunakan alat cetak lain selain mesin ketik, handpress atau letterpress,” kata Rahardjo.

Selain skripsi, penyidik juga memverifikasi keaslian ijazah Sarjana Kehutanan milik Jokowi.

Ijazah dengan nomor 1120 atas nama Joko Widodo dan NIM 1681KT dari Fakultas Kehutanan UGM, tertanggal 5 November 1985, turut diuji secara laboratoris dan dibandingkan dengan milik tiga rekannya di masa kuliah.

Pengujian meliputi berbagai aspek fisik dokumen, termasuk bahan kertas, teknik pencetakan, tinta tulisan tangan, serta cap dan tanda tangan pejabat fakultas.

“Maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama,” tegas Rahardjo.(*)

Editor : Konradus Fedhu

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33
33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti
Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada
Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan
PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Berita ini 11 kali dibaca
Dengan demikian, hasil penyelidikan sementara dari Bareskrim Polri mengarah pada kesimpulan bahwa dokumen skripsi dan ijazah milik Presiden Jokowi adalah otentik dan sesuai standar akademik pada masa itu.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:58 WIB

33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

Dedi Muhdi Bongkar Rencana Pungutan Ratusan Juta di SMAN 33

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:31 WIB