Penyebab Banjir Kalsel: BEM PTNU Soroti Kerusakan Lingkungan dan Izin Tambang

Avatar photo

Selasa, 30 Desember 2025 - 02:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bendahara Nasional BEM PTNU, Ahmad Rizki Setiawan. (Foto: Nedu Wodo Ndaya Coya/Metrosiar)

Wakil Bendahara Nasional BEM PTNU, Ahmad Rizki Setiawan. (Foto: Nedu Wodo Ndaya Coya/Metrosiar)

Kalimantan Selatan, Metrosiar – Bencana banjir kembali melumpuhkan sebagian wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini memicu sorotan tajam terhadap tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan di provinsi tersebut yang dinilai semakin mengabaikan keseimbangan ekologis.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan tahun 2024, banjir saat itu merendam fasilitas publik dan memutus akses jalan utama di sejumlah wilayah vital seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, dan Balangan.

Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang di beberapa titik tercatat melampaui satu meter, menyebabkan kelumpuhan aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Kritik Terhadap Kebijakan Pembangunan

Wakil Bendahara Nasional BEM PTNU, Ahmad Rizki Setiawan, menilai narasi cuaca ekstrem tidak bisa lagi dijadikan alasan tunggal atas bencana yang terus berulang setiap tahun ini. Ia menyoroti adanya kegagalan struktural dalam menjaga daya dukung alam.

Baca juga:  BEM PTNU Sukses Gelar Kongres Nasional VIII, Baha Kembali Pimpin sebagai Presiden Nasional 2025-2027

“Banjir di Kalsel bukan peristiwa alam semata, melainkan akumulasi dari kebijakan pembangunan yang mengabaikan daya dukung lingkungan,” tegas Rizki.

Sorotan ini didukung oleh data kerusakan lingkungan yang masif. Mengutip data Auriga Nusantara (2024), dalam kurun waktu 2015 hingga 2023, Kalimantan Selatan telah kehilangan lebih dari 150 ribu hektare lahan hutan akibat alih fungsi lahan untuk industri ekstraktif dan perkebunan skala besar.

Hilangnya tutupan hutan di wilayah hulu sungai menyebabkan hilangnya fungsi alami tanah sebagai daerah tangkapan air.

Menurut Rizki, degradasi ini diperburuk oleh lemahnya pengawasan hukum dan obral izin usaha yang tidak disertai kajian dampak lingkungan yang serius.

“Ketika izin usaha terus dikeluarkan tanpa evaluasi ekologis yang ketat, maka risiko bencana akan selalu ditanggung masyarakat,” lanjut Rizki.

Desakan Audit Menyeluruh

Lebih lanjut, Rizki mengkritisi pola penanganan pemerintah yang dinilai masih bersifat reaktif atau “pemadam kebakaran”.

Baca juga:  Kongres VIII BEM PTNU 2025 Resmi Dibuka! PBNU Tekankan Persatuan Mahasiswa NU, Akhlak dan Kemandirian Umat

Fokus pemerintah sejauh ini dianggap terlalu berat pada penanganan pascabencana, sementara akar masalah berupa ketidakteraturan tata ruang sering kali terabaikan.

“Bantuan darurat memang penting, tetapi tidak cukup. Pemerintah harus berani mengambil langkah korektif terhadap kebijakan yang menjadi penyebab utama banjir,” imbuhnya.

Merespons krisis ini, BEM PTNU mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera melakukan audit total terhadap izin-izin pertambangan dan perkebunan, khususnya yang beroperasi di kawasan rawan banjir.

Langkah rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) serta pelibatan akademisi dan publik dalam pengawasan lingkungan dinilai sebagai urgensi yang tidak bisa ditunda.

Tanpa adanya keberanian politik untuk menata ulang kebijakan berbasis lahan, masyarakat Kalsel diprediksi akan terus menjadi korban dari bencana ekologis ini.

“Negara harus hadir sebelum bencana terjadi, melalui kebijakan pencegahan yang transparan dan berpihak pada keselamatan warga,” pungkas Rizki.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kiri), bersama Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, S.IP., M.Si. (kanan), meninjau kesiapan alat berat untuk pembangunan tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

Jelang Pembangunan Tanggul Cipangodokan, Lurah Kutabumi Tekankan Hal Ini!

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:40 WIB

Dokumentasi mediasi kekeluargaan Polsek Pasar Kemis bersama kedua belah pihak, Bhabinkamtibmas Bripka Hendrasari (kedua dari kiri), dan Babinsa Kopda Gelar (kanan), sebagai upaya penyelesaian perselisihan secara damai.

Hukum & Kriminal

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB