Kepala Pusat Penerangan TNI Jelaskan Keterlibatan Sipil dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

Avatar photo

Selasa, 27 Mei 2025 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret lokasi insiden ledakan amunisi di Garut Jawa Barat. (X.com/@r4g4j1m351n)

Potret lokasi insiden ledakan amunisi di Garut Jawa Barat. (X.com/@r4g4j1m351n)

Metrosiar – Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Kapuspen TNI), Mayjen Kristomei Sianturi, memberikan penjelasan terkait keterlibatan pihak sipil dalam insiden ledakan saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat.

Insiden tragis ini terjadi pada 12 Mei 2025 dan menelan korban jiwa sebanyak 13 orang, di mana 9 di antaranya merupakan warga sipil.

Menurut Kristomei, ledakan tersebut terjadi akibat adanya kesalahan prosedur dan diduga kelalaian yang dilakukan oleh Kepala Gudang Pusat Amunisi (Kagupusmu), yang juga menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Jadi kan di rapat tadi sudah disampaikan oleh pimpinan kepada pimpinan rapat bahwa masyarakat sipil yang dalam pemusnahan atau dalam ledakan di Garut itu biasanya mereka hanya membantu dalam rangka,” jelas Kristomei usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/5/25).

Baca juga:  Rapat Senyap di Tangerang, Strategi Pengamanan Nataru 2025 Disiapkan Matang

Lebih lanjut, Kristomei menjelaskan bahwa peran masyarakat sipil dalam proses tersebut biasanya terbatas pada bantuan ringan, seperti “mengangkat barang, kemudian memasak, tidak dilibatkan dalam ledakan,” tegasnya.

Dari hasil investigasi, ditemukan adanya kesalahan prosedur yang diduga dilakukan oleh almarhum Kagupusmu.

“Nah, hasil investigasi itu menyatakan bahwa ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh almarhum. Almarhum sudah meninggal, Kagupusmu,” ujar Kristomei.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat sipil dalam ledakan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban jiwa bertambah.

“Bahwa ternyata masyarakat sipil ini ikut terlibat di dalam ledakan itu. Nah, itulah yang bisa menjadi korban tadi. Bahwa apinya, yang namanya amunisi yang kedaluwarsa, itu kan sifatnya tidak normal. Gesekan sedikit saja bisa membuat dia meledak,” tambahnya.

Baca juga:  Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Terus Kawal Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk

Sebagai respons atas kejadian tersebut, TNI berkomitmen untuk melakukan revisi terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pemusnahan amunisi.

“Makanya nanti ke depan ini setelah hasil investigasi tadi, temuan-temuan tadi, kita akan memperbarui, meng-update SOP-nya termasuk melengkapi perlengkapan-perlengkapan dalam rangka peledakan,” kata dia.

Ia menegaskan kembali bahwa kelalaian yang dilakukan oleh almarhum Kagupusmu menjadi penyebab utama keterlibatan masyarakat sipil dalam ledakan.

“Ya, tadi ini yang sampai tadi. Jadi investigasi menyatakan bahwa ada kelalaian tadi dari almarhum sebagai Kagupusmu bahwa masyarakat sipil tadi ikut dalam peledakan tadi. Nah, kesalahan sebenarnya di situ,” pungkas Kristomei.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!
3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif
147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat
Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”
Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Berita ini 21 kali dibaca
Insiden ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut menewaskan 13 orang, termasuk warga sipil. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa ledakan terjadi akibat kelalaian prosedur, terutama dari Kepala Gudang Pusat Amunisi yang juga menjadi korban. Warga sipil yang seharusnya hanya membantu tugas ringan justru terlibat langsung dalam ledakan. TNI berencana memperbarui standar operasional prosedur (SOP) dan melengkapi perlengkapan demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:15 WIB

Deputi BNPB Cek Gudang Logistik Ngada: Stok Sangat Memadai, Jangan Lama Disimpan!

Selasa, 22 September 2026 - 17:49 WIB

3,6 Km Irigasi Dibangun di Ngada, Wabup Dorong Sawah Petani Makin Produktif

Selasa, 22 September 2026 - 17:26 WIB

147 CPNS Ngada Resmi Lulus, Bupati Ray: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadir untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 16:42 WIB

Polantas Genap 71 Tahun, Polres Ngada Teguhkan Semangat “Presisi, Mengabdi untuk Negeri”

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. (kanan) berdiskusi bersama Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H. (kiri) dalam pembahasan Police Governance.

TNI POLRI

Wakapolri Bicara Transformasi Polri di Hadapan Jimly

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:15 WIB

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan (kiri depan) bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni (tengah) dan jajaran meninjau kawasan KHDTK Tumbang Nusa di tengah kondisi berkabut asap.

Peristiwa & Bencana

Karhutla Kalteng Makin Serius, Langkah Tegas Disiapkan

Rabu, 23 Sep 2026 - 00:00 WIB

Warga dan para tamu undangan mengikuti acara syukuran peresmian Jalan Arjuna dalam suasana penuh kebersamaan.

Politik

36 Titik Jalan Dicor, Supriyatna: “Ini Baru Luar Biasa”

Selasa, 22 Sep 2026 - 23:25 WIB